DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemanjuran Penerapan Synectics Model dan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kreativitas Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMA.

Irma Rosalina

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosalina, Irma. 2015. Kemanjuran Penerapan Synectics Model dan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kreativitas Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMA. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. Moh. Irtadji, M.Si.

 

Kata kunci: pengambilan keputusan karir, kreativitas, synectics model, mind mapping.

 

Siswa SMA harus mampu membuat keputusan kreatif agar dapat bersaing di masa depan. Cara-cara pembuatan keputusan karir yang tradisional tidak membantu siswa mengaitkan pengetahuan mengenai diri, pilihan karir, dan jurusan PT. Siswa membutuhkan kegiatan berfokus kognitif yang kreatif dalam pengambilan keputusan karir. Metode pemecahan masalah seperti Synectics Model dan Mind Mapping memenuhi kriteria tersebut.

Synectics Model adalah sebuah teknik pemecahan masalah dengan menggunakan aktivitas metafor dan analogi yang mengembangkan imajinasi dan wawasan individu ke dalam aktivitas sehari-hari. Mind Mapping adalah sebuah teknik merekam informasi yang memecah sebuah topik besar ke dalam gambar, grafik, dan lain-lain yang mudah diatur, membuat asosiasi secara mudah, memunculkan ide-ide baru, membantu siswa mengingat informasi, dan menahannya dalam bentuk yang mudah diingat pikiran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaan signifikansi antara Synectics Model dan Mind Mapping dalam meningkatkan kreativitas pengambilan keputusan karir siswa SMA.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi (quasi experiment) the pretest-posttest two treatment designs. Subjek penelitian adalah siswa SMA dengan rentang usia 16-17 tahun dan berjumlah 12 orang yang dibagi menjadi masing-masing 6 orang (dua kelompok; kelompok eksperimen I dan II). Data penelitian ini berupa data pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan skala kreativitas pengambilan keputusan karir, lembar observasi, dan lembar wawancara.

Berdasarkan perbedaan skor pre-test dan post-test serta perubahan wicara diri pada siswa disimpulkan bahwa semua subjek penelitian baik kelompok eksperimen I dan II mengalami peningkatan kreativitas pengambilan keputusan karir. Siswa mampu memandang pengetahuan –diri, pilihan karir, dan jurusan PT- yang dia miliki dari sudut berbeda, menghasilkan banyak ide pilihan, mendeskripsikannya dengan unik, mempelajari informasi baru untuk dikaitkan dengan pengetahuan awal, kemudian membuat keputusan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kreativitas dalam pengambilan keputusan karir antara konseli yang memperoleh intervensi psikoedukasi kelompok dengan Synectics Model dan konseli yang memperoleh psikoedukasi kelompok dengan Mind Mapping.