DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ESTETIKA LAKON KETOPRAK

endang waryanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Waryanti,Endang. 2015. Estetika Lakon Ketoprak. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (III). Dr. Mujianto, M.Pd.

 

Kata Kunci: estetika, lakon, ketoprak,  etnopuitika

 

Estetika lakon ketoprak memiliki aturan-aturan, norma-norma atau wewaton yang merupakan acuan para pelaku ketika memerankan tokoh-tokohnya dalam cerita. Lakon ketoprak memperhatikan prinsip wiraga, wirama, dan wirasa. Penelitian ini ingin menemukan estetika dalam lakon ketoprak yang ada pada unsur cerita, bahasa dan gaya bahasa, juga tembang. Dengan demikian penelitian ini berupaya untuk menemukan estetika lakon ketoprak.

Fokus penelitian ini adalah estetika lakon ketoprak dengan pendekatan etnopuitika. Secara khusus fokus penelitian ini sebagai berikut: (1) estetika unsur lakon ketoprak mencakup tema dan amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita dan peristiwa, latar dan suasana; (2) estetika bahasa lakon ketoprak yang mencakup diksi dan gaya bahasa; (3) estetika tembang lakon ketoprak yang mencakup tembang iringan dan tembang adegan.

Penelitian ini penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnopuitika. Sumber data pada penelitian ini adalah dokumen audio-visual pementasan Ketoprak Siswo budoyo Tulungagung – Jawa Timur. Secara keseluruhan sumber data penelitian ini berupa data hasil transkipsi pementasan ketoprak, hasil transkipsi wawancara dengan narasumber dan data studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif, yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: pereduksian data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.

Secara keseluruhan hasil penelitian “Estetika Lakon Ketoprak” yang telah dianalisis mencakup: (1) estetika unsur cerita ketoprak meliputi: (a) tema dan amanat lakon ketoprak; (b) tokoh dan penokohan lakon ketoprak; (c) alur cerita dan peristiwa lakon ketoprak; dan (d) latar dan suasana lakon ketoprak. (2) estetika bahasa lakon ketoprak meliputi: (i) diksi piranti greget saut; (ii) diksi piranti sambung rapet; (iii) diksi piranti salah gumun; (iv) diksi piranti nengsemake; (v) diksi piranti nges; (vi) diksi piranti undha-usuking basa; dan (vii) diksi piranti rakitaning ukara; dan estetika gaya bahasa dalam lakon ketoprak meliputi: (i) gaya bahasa paramasastra-Kawi; (ii) gaya bahasa amardi basa; (iii) gaya bahasa parama-sastra; (iv) gaya bahasa amardawa basa.(3) estetika tembang yang meliputi: (a) tembang pengiring dan (b) tembang adegan. Tembang pengiring keseluruhan meliputi: lagon, ada-ada, kawin sekar, gerongan, sindhenan, kandha sekar, senggakan dan tembang dolanan. Hasil analisis tembang adegan meliputi: tembang adegan diiringi gamelan dan tembang adegan yang tidak diiringi gamelan.

Ketoprak menampilkan berbagai pelajaran kepada penontonnya, sehingga dapat disarankan kepada para guru bahasa jawa untuk menggunakan ketoprak sebagai media pembelajaran dalam melestarikan bahasa Jawa. Melestarikan kesenian daerah untuk menjadi hiburan di masyarakat, menjadi penyeimbang

beban belajar yang rata-rata dirasakan berat oleh siswa. Selain itu, kepada peneliti selanjutnya penulis sangat berharap penelitian ini dapat diteruskan pada aspek-aspek yang lebih mendasar karena berbagai pendekatan teori yang lain masih sangat dimungkinkan.