DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Pengendalian Hasrat Seksual (Sexual Abstinence) dengan Pendekatan Klarifikasi Nilai bagi Siswa SMP berdasar Konsep Freudian

Dian Ari Widyastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Widyastuti, Dian Ari. 2015. Pengembangan Panduan Pengendalian Hasrat Seksual (Sexual Abstinence) dengan Pendekatan Klarifikasi Nilai bagi Siswa SMP berdasar Konsep Freudian. Tesis, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd.

 

Kata Kunci: pengendalian hasrat seksual, sexual abstinence, klarifikasi nilai

 

Aktivitas seksual pranikah marak terjadi di kalangan siswa SMP. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya pengendalian hasrat seksual (sexual abstinence) siswa SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa panduan pengendalian hasrat seksual dengan pendekatan klarifikasi nilai yang memenuhi kriteria akseptabilitas dan efektif untuk meningkatkan pengendalian hasrat seksual siswa SMP.

Model penelitian pengembangan mengadaptasi dari Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi tiga tahapan utama yaitu prapengembangan, pengembangan, dan pascapengembangan. Hasil penilaian ahli dan calon pengguna (konselor) dianalisis dengan inter-rater agreement dan menunjukkan bahwa panduan pengendalian hasrat seksual memenuhi kriteria akseptabilitas. Produk yang telah direvisi kemudian diuji dalam kelompok terbatas menggunakan desain eksperimen one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah delapan siswa kelas VIII yang ditentukan melalui simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengendalian hasrat seksual yaitu skala sexual abstinence. Hasil uji kelompok terbatas dianalisis dengan Uji Wilcoxon dan menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat sexual abstinence subjek penelitian sebelum dan sesudah intervensi/pelatihan.

Disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kriteria akseptabilitas dan efektif untuk meningkatkan pengendalian hasrat seksual siswa SMP. Disarankan bagi konselor SMP agar menggunakan panduan tersebut sebagai media pada pelaksanaan layanan dasar, sedangkan untuk peneliti selanjutnya disarankan melaksanakan uji keefektifan produk dengan subjek yang lebih banyak.

 

ABSTRACT

 

Widyastuti, Dian Ari. 2015. Development of Sexual Abstinence Guidebook with Values Clarification Approach for Junior High School Students Based On Freudian Concept. Thesis, Guidance and Counseling, Post Graduate, State University of Malang. Guided by: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd.

 

Key Words: sexual abstinence, value clarification

 

Pre-marriage sexual activity tend to happen around junior high school student. This phenomenon is happened due low of student’s sexual abstinence.

The purpose of this research is to produce sexual abstinence guidebook with values clarification approach that meets the acceptability criteria and effective for increasing junior high school student’s sexual abstinence.

Research model development was adapted from Borg and Gall (1983) which modified into three main stages: pre-development, development and post-development. Expert and user (couselor) assessment result analyzed by inter-rater agreement and showed that sexual abstinence guidebook meets the acceptability criteria. Revised product then tested in limited group with one group pretest posttest design. Research subject are eight students whom chosen by simple random sampling. Instrument used to measure sexual abstinence is sexual abstinence scale. Limited group test results analyzed with Wilcoxon Test and showed the research subject difference in sexual abstinence level before and after intervention/training.

It can be concluded that production result succeed to fulfill the acceptability criteria and effective for increasing junior high school student’s sexual abstinence. Counselor ini Junior High School is advised to use the sexual abstinence guidebook as the media at the basic service, while for further researcher, it is suggested to do product effectivity test with a larger subject.