DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Self-Regulated Learning Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang

Artiyan Dwiyana

Abstrak


ABSTRAK

 

Dwiyana, Artiyan. 2015. Perbedaan Tingkat Self-Regulated Learning Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang. Tesis. Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A.

 

Kata kunci: Self-Regulated Learning, Kelas Akselerasi, Kelas Reguler

 

Perbedaankemampuanbelajar

siswapadaSekolahMenengahAtasmenghasilkanbentukpengelompokkankelas-kelasberdasarkanberbagaiaspek yang mendasarinya. Dalamhalini, kelasakselerasi di dominasiolehasumsi yang menyatakanbahwasiswa yang terdapatpadakelastersebutmerupakansiswa yang memilikikeunggulandalampengembanganregulasidirimerekadalambelajar, Kemampuan siswa dalammengatur diri padaaktivitas belajarnya (self-regulated learning)merupakanfaktorpenting yang mempengaruhi prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-regulated learningantara kelas akselerasi dan kelas reguler.

Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif/ex post factopada (6) enam Sekolah Menegah Atas di Kota Malang yang menyelenggarakan kelas Akselerasi.Jumlah populasi dan sampel siswa akselerasi adalah 85 orang dan siswa reguler adalah 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan inventori self-regulated learning dan jurnal kegiatan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Kruskal-Wallis dengan bantuan SPSS 20 for windows. Perhitungan diperoleh dengan membandingkan antara statistik hitung (1,713) lebih kecil daripada statistik tabel (3,841) dengan df = 1 dan signifikansi 5%dan berdasarkanasymptoticsignificance adalah 0,191 lebih besar dari probabilitas 0,05 maka diambil keputusan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak.

Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self-regulated learning yang signifikan antara kelas akselerasi dan kelas reguler, atau dengan kata lain self-regulated learningantara kedua kelas tersebutdapat dikatakan sama. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalampemberian layanan bimbingan belajar terhadap siswa, khususnya self-regulated learning. Sistem kredit semester dan metode pembelajaran blended learning pada jenjang SMA merupakan kesempatan untuk mendorong keberhasilan studi dengan waktu yang relatif singkat sesuai kemampuan, bakat dan minatnya