DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Spiritualitas Alam dalam Mantra Gawai Dayak Kanayatn

Yusuf Olang

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci:  spiritualitas alam, sastra lisan, mantra gawai dayak kanayatn, ekokritik sastra

 

Spiritualitas alam merupakan penghayatan batiniah manusia kepada Tuhan melalui pelestarian alam. Spiritualitas alam menjadi pilihan ketika manusia membutuhkan jawaban-jawaban esensial atas eksistensi alam terhadap kebutuhan hidup mereka. Sastra lisan lebih dipandang secara antroposentris sebagai artefak budaya yang berpusat dan terpusat pada manusia. Nilai-nilai dan pesan moral sebagai substansi sastra lisan cenderung dilihat, dianggap, dan disikapi sebagai acuan standar ideal perilaku manusia dalam kehidupannya sebagai makhluk individu dan sosial, bukan sebagai makhluk ekologis. Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut, Pertama pengetahuan spiritualitas alam manusia Dayak Kanayatn dalam mantra Gawai Dayak tentang Alam; Kedua sikap spiritualitas alam manusia Dayak Kanayatn dalam mantra Gawai Dayak tentang alam; Ketiga perilaku spiritualitas manusia Dayak Kanayatn dalam mantra Gawai Dayak tentang alam.

Penelitian ini dilakukan di empat lokasi di wilayah desa Andekng, kecematan Sengah Temila Kabupaten Landak, provinsi Kalimantan Barat yang meliputi dusun Andekng, dusun Tampi Bide, dusun Tampala’as, dan dusun Pakatan. Seting pengumpulan data dan perekaman dilakukan secara alamiah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan. Perencanaan seting alamiah diawali dengan menentukan waktu observasi dan perekaman. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi partisipan. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan pendekatan ekokritik yang mengacu pada alam.

 Hasil penelitian ini menunjukan tiga hal, Pertama teks mantra Gawai Dayak Kanayatn merupakan teks sastra tentang alam. Enam karakteristik teks mantra tentang kearifan lingkungan di alam etnis Dayak Kanayatn, yaitu  (1) Deskripsi bucolic sebagai penggembala yang teliti, peka, dan bertanggung jawab terhadap binatang peliharaannya. (2) deskripsi arcadia yang terinspirasi oleh mitologi yang berorientasi pada alam. (3) konsepsi idylls sebagai gambaran pelaksanaan adat desa sebagai warisan nenek moyang dan para leluhur yang secara khusus terwujud dalam ritual mantra Gawai Dayak Kanayatn. (4) deskripsi keakraban dan kedekatan mistis antara manusia dan alam. (5) unsur georgic ditampilkan dalam bekerja dan membina hubungan secara harmonis dengan lingkungan, alam, dan roh leluhur. (6) reatreat diwujudkan dalam narasi perjalanan ritual tokoh Nek Nyaman dalam upacara adat Gawai Dayak Kanayatn.

Kedua, sikap spiritualitas alam manusia Dayak Kanayatn yang berimplikasi bahwa kewajiban dan tanggung jawab moral mereka tidak hanya dibatasi pada sesama manusia saja tetapi juga mencakup semua kehidupan alam dan ekosistem yang ada di dalamnya. Secara khusus sikap mereka terhadap hewan dan tumbuhan yang dapat ditemukan dalam pelantunan mantra gawai Dayak Kanayatn. Sikap manusia Dayak Kanayatn dalam menjaga dan melestarikan alam dilakukan melalui perladangan berpindah. Perladangan berpindah dilakukan untuk menciptakan sirklus yang baik demi kesuburan tanah. Durasi waktu yang tersedia dalam proses perladangan berpindah ini sangat baik untuk menjaga keseimbangan dan pelestarian alam. tumbuh-tumbuhan yang tumbuh liar di bekas ladang berpindah itu juga ada makhluk alam lain yang hidup dan berkembang biak di sana. Dengan demikian penghormatan mereka terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan di alam sangat baik.

Ketiga, pengetahuan spiritualitas manusia Dayak Kanayat tentang alam dalam mantra gawai Dayak Kanayatn merupakan hubungan manusia dengan alam lebih bersifat alami. Iklim, tanah, daratan dan vegetasi menjadi unsur yang membentuk alam secara alamiah. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam sangat berkaitan erat dengan perilaku manusia terhadap alam. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam ini melalui dua cara, yaitu pertama  manusia dipengaruhi oleh alam, karena manusia merupakan salah satu dari makhluk alam yang sangat bergantung pada alam dalam masyarakat tradisional. kedua  manusia mempunyai kemampuan untuk mengubah alam yang kritis menjadi alam yang hijau dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. selain itu manusia mempunyai kemampuan untuk merusak alam.