DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Students' Awareness of Grammatical Errors in Writing Analyzed Through Peer Correction

Yuni Amelia

Abstrak


ABSTRAK

 

Amelia, Yuni. 2015. Kesadaran Siswa terhadap Kesalahan Tata Bahasa dalam Menulis yang dianalisis melalui Koreksi Kawan Sebaya (Peer Correction). Tesis. Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Enny Irawati, M.Pd., (II) Prof. A. Effendi Kadarisman, MA. Ph.D.

 

Keywords: tata bahasa, kesalahan, menulis, kesadaran, koreksi teman sebaya

 

Mengingat pentingnya tata bahasa dalam menulis, dibutuhkan pengetahuan tentang kesadaran mahasiswa dalam mengidentifikasi tidak hanya kalimat-kalimat yang bertata bahasa benar tapi juga kesalahan yang tidak sesuai tata bahasa.  Penelitian ini pun bertujuan untuk meneliti kesadaran siswa dalam menulis esai. Produksi kalimat-kalimat yang tidak sesuai tata bahasa oleh mahasiswa, atau disebut juga error adalah indikasi tahap pembelajaran. Penelitian ini berakar kepada analisis kesalahan (error analysis). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kesadaran siswa terhadap kesalahan tata bahasa dalam esai. Secara rinci, tujuan dari penelitian ini adalah memeriksa kesalahan tata bahasa yang dapat diidentifikasi oleh mahasiswa, kesalahan tata bahasa yang tidak dapat diidentifikasi oleh mahasiswa dan alasan mengapa mahasiswa tidak dapat mengidentifikasi kesalahan tata bahasa dalam esai.

Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah prompt menulis dan wawancara. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik sampel purposif. Ada 30 mahasiswa semester empat jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Tadulako yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh dengan meminta setiap mahasiswa untuk menulis sebuah esai berdasarkan prompt  menulis dan  dengan mewawancarai mahasiswa. Setelah menyelesaikan penulisan, semua esai ditukar. Kemudian mahasiswa berlaku sebagai korektor yang diminta untuk mengidentifikasi kesalahan tata bahasa dalam esai; setiap mahasiswa mengoreksi satu esai. Proses ini dilakukan dengan teknik koreksi teman sebaya.

Hasil dari koreksi mahasiswa dianalisis lagi untuk menemukan kesalahan tata bahasa yang dapat diidentifikasi oleh mahasiswa. Kemudian, semua esai dianalisis untuk mengetahui kesalahan tata bahasa yang tidak dapat diidentifikasi oleh mahasiswa. Semua esai yang dianalisis menggunakan teknik analisis yang diadaptasi dari analisis kesalahan oleh Ellis (1994). Kemudian kesalahan-kesalahan yang ditemukan diklasifikasi lagi menggunakan  taksonomi permukaan (Dulay, Burt & Krashen 1982). Sementara itu, wawancara dilaksanakan untuk menggali informasi tentang alasan siswa yang tidak mampu mengidentifikasi kesalahan tata bahasa dalam esai teman mereka.

Hasil temuan menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa memiliki kesadaran terhadap kesalahan  tata bahasa di esai teman mereka. Mereka bisa mengidentifikasi banyak keslahan tata bahasa melalui proses koreksi teman sebaya.Hal ini dibuktikan dengan temuan yang menunjukkan 178 nomor kesalahan tata bahasa yang teridentifikasi oleh siswa. Hanya saja, tidak semua kesalahan tata bahasa bisa diidentifikasi oleh mahasiswa. Terdapat 242 kesalahan tata bahasa yang tidak dapat diidentifikasi oleh mahasiswa dalam penelitian ini. Presentasi kesalahan tata bahasa yang tak dapat diidentifikasi oleh mahasiswa lebih besar dari kesalahan yang teridentifikasi. Perbandingannya 42.4% kesalahan tata bahasa yang dapat diidentifikasi  sedangkan kesalahan tata bahasa yang tidak dapat diidentifikasi adalah 57.6%.

Berdasarkan hasil temuan, diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, mahasiswa mampu menemukan 11 jenis kesalahan tata bahasa, yaitu kesalahan pada formasi kata kerja, kesalahan pada kata depan, kesalahan pada kata kerja bantu, kesalahan pada formasi kata benda, kesalahan pada kata sandang, kesalahan pada kata benda, kesalahan pada klausa, kesalahan pada kata ganti, kesalahan pada kalimat pasif, kesalahan pada kata sifat, kesalahan pada kata keterangan. Para mahasiswa bisa mendeteksi dan memperbaiki 11 dari 14 jenis kesalahan tata bahasa yang terdapat dalam seluruh esai.  Kesimpulan ke dua, terdapat tambahan tiga jenis kesalahan  tata bahasa yang tidak dapat diidentifikasi mahasiswa, yaitu kesalahan dalam tenses, kesalahan dalam pengukuran dan kesalahan dalam kata kerja bantu. Kemudian, 11 kesalahan tata bahasa lain sama jenisnya dengan kesalahan tata bahasa yang teridentifikasi di atas. Dengan kata lain, terdapat 14 kesalahan tata bahasa yang tidak bisa diidentifikasi oleh mahasiswa. Kesimpulan terakhir, yaitu (1) kurangnya pemahaman tata bahasa, (2) kerumitan  tulisan teman, (3) kerumitan beberapa aturan Bahasa Inggris dan (4) kurangnya kepercayaan diri ketika menjadi korektor adalah alasan mengapa mahasiswa tidak bisa mengidentifikasi semua kesalahan tata bahasa dalam tulisan temannya.

Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa saran ditujukan kepada dosen writing dan peneliti selanjutnya. Pertama, untuk dosen mata kuliah writing disarankan untuk lebih mengajak mahasiswa untuk  lebih sering praktek menulis esai dan difokuskan kepada struktur tata bahasa yang kompleks.  Saran  kedua, teknik koreksi teman sebaya dapat dipertimbangkan untuk dilakukan usai menulis sebagai teknik untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap kesalahan struktur tata bahasa.  Sebagai pengoreksi percobaan, mahasiswa terbantu untuk lebih sadar terhadap kesalahan tata bahasa. Yang terakhir, kepada peneliti selanjutnya, fungsi dari hasil penelitian ini semoga berguna sebagai salah satu referensi untuk penelitian yang berkaitan dengan kesadaran siswa terhadap tata bahasa dan keefektivitasan teknik koreksi teman sebaya.  Kondisi ini akan lebih kondusif jika peneliti selanjutnya mencoba menemukan cara untuk mengatasi ketidakpercayaan diri siswa dalam melakukan proses koreksi. Sebagai tambahan, mungkin saja peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian tentang penggunaan teknik koreksi teman sebaya dilakukan untuk menigkatkan nilai dan prestasi siswa dalam menulis.sis nilai dan modal dengan inovasi dan kinerja institusional.