DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Perfectionisme, Self Efficacy dan Motivasi Berprestasi terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Wahidah Fitriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahidah Fitriani. 2015. Pengaruh Perfectionisme, Self Efficacy danMotivasi Berprestasi terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasi. Program Studi Psikologi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA., (II) Dr. H. Triyono., M.Pd., (III) Dr. Imanuel Hitipeuw, MA.

 

 Kata Kunci: Perfectionisme, self efficacy, motivasi berprestasi dan  prokrastinasi akademik

 

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka keterlambatan studi, artinya mahasiswa terlambat menyelesaikan kuliah tingkat sarjana melebihi 5 tahun. Jumlah mahasiswa yang lulus kuliah tepat waktu umumnya lebih sedikit dibandingkan jumlah mahasiswa yang terlambat lulus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah model teoritik pengaruh perfectionisme, self efficacy, dan motivasi berprestasi terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dibangun dalam penelitian ini mendapat dukungan empiris dan menguji apakah ada pengaruh antar faktor dalam model. Model teoritik pengaruh antar variabel dalam penelitian ini didasarkan pada teori prokrastinasi akademik dari Fiore (2007) dan Solomon & Rothblum (1984). Kegunaan penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan kompleks mengenai pengaruh perfectionisme, self efficacy, dan motivasi berprestasi terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan causal relationship-explanation terhadap 295 sampel mahasiswa UIN SyarifHidayatullah Jakarta. Data dikumpulkan dengan 4 skala yang semuanya memiliki nilai unidimensionalitas konstruk (GFI) lebih besar dari 0.900, dan nilai reliabilitas komposit dan Alpha Cronbach lebih besar dari 0.700. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan program Amos 20.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktural telah layak (GFI= 0.969 > 0.900) dan memperoleh dukungan data empiris (α² = 69.789 < 220.991 dengan p = 0.119> 0.05. Ini berarti terbukti bahwa Ho yang menyatakan tidak ada perbedaan antara model struktural dengan data empiris dalam penelitian diterima atau dengan kata lain model struktural yang dibangun telah mendapatkan dukungan empiris, sedangkan H1 yang menyatakan ada perbedaan antara model struktural dengan data empiris dalam penelitian terbukti ditolak. Dengan demikian model structural dalam penelitian didukung oleh data empiris.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Perfectionisme mempengaruhi secara positif efikasi diri 2)Perfectionisme mempengaruhi secara positif prokrastinasi akademik3) Self efficacy mempengaruhi secara positif motivasi berprestasi, dan4) Self efficacy mempengaruhi secara negatif prokrastinasi akademik.

Perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa tidak hanya disebabkan oleh faktor internal dari mahasiswa, namun juga melibatkan faktor-faktor lain yang tidak kalah penting perannya bagi keberhasilan akademik mahasiswa, seperti dosen, karyawan, orang tua mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar pihak-pihak tersebut juga perlu digunakan sebagai sumber data bagi penelitian selanjutnya. Disamping itu, variabel iklim kampus dan pelayanan akademik, tingkat kesulitan tugas, rasio perbandingan jumlah dosen dan karyawan di perguruan tinggi, sarana dan prasarana juga menarik dan perlu diteliti lebih lanjut guna memahami secara lebih komprehensif penyebab munculnya perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa.