DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODEL KURIKULUM GEOGRAFI BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAWASAN UPLAND BALI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SIKAP KOSMOSENTRIS SISWA

Ida Bagus Made Astawa

Abstrak


ABSTRAK

 

MODEL KURIKULUM GEOGRAFI

BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAWASAN UPLAND BALI

DAN IMPLIKASINYA TERHADAP

SIKAP KOSMOSENTRIS SISWA

 

Oleh:

 

Ida Bagus Made Astawa; Sumarmi; Achmad. Amirudin; Komang Astina

Pascasarjana, Universitas Negeri Malang (UM)

pascasarjana@um.ac.id

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk ’mengembangkan kurikulum geografi berkearifan lokal beserta buku ajarnya sebagai suplemen untuk SMA pada kawas-an upland Bali, serta implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswa’.  Penelitian didesain sebagai ’penelitian dan pengembangan pendidikan’ menggunakan Model Beauchamp yang dimodifikasi dengan lingkup wilayah pada kawasan upland Bali. Data kearifan lokal dikumpulkan melalui studi eksploratif, yang selanjutnya dianalisis secara logika untuk menghasilkan draf I kurikulum beserta buku ajarnya. Validitas produk dihasilkan melalui validasi ahli (draf II). Kelayakan produk diperoleh melalui Focus Group Discussion (draf III). Efektivitas produk diperoleh melalui uji lapangan terbatas pada dua SMA di kawasan upland (Bali Utara dan Bali Selatan) yang ditentukan secara purposif. Hasil uji lapangan selanjutnya dievaluasi, termasuk implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswa. Hasil studi eksplorasi mengidentifikasi 24 kearifan lokal yang bersifat kosmosen-tris dan hanya 15 yang relevan sebagai suplemen pengembangan Kurikulum Geografi Berkearifan Lokal beserta Buku Ajarnya (Draf I). Hasil validitas ahli terhadap Draf I untuk menghasilkan Draf II menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki validitas. Hasil Focus Group Discussion (FGD) terhadap Draf II untuk menghasilkan Draf III menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kelayakan untuk diimplementasikan. Hasil uji coba lapangan terbatas terhadap Draf III menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki efektifitas untuk diimplementasikan dalam pembelajaran, baik dari sisi persepsi guru maupun pembelajaran yang terimplementasikan. Pengimplementasian produk juga berimplikasi secara signifikan terhadap sikap kosmosentris siswa. Revisi yang dilakukan terhadap hasil validasi ahli, FGD, dan uji coba lapangan terbatas, menghasilkan ’model kurikulum geografi SMA berbasis kearifan lokal kawasan upland Bali’. Model ini merupakan kurikulum suplemen (improvement curriculum) yang orientasinya menekankan pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal yang berkearifan lingkungan (kosmosentris).

 

Kata kunci: Pengembangan, kearifan lokal, kawasan upland, sikap kosmosentris.

 

 GEOGRAPHY CURRICULUM MODEL-BASED

LOCAL GENIUS UPLAND AREAS OF BALI

AND ITS IMPLICATIONS

ON STUDENTS’ COSMOCENTRIC ATTITUTE

 

By:

Ida Bagus Made Astawa; Sumarmi; Achmad. Amirudin; Komang Astina

Pascasarjana, State University of Malang (UM)

pascasarjana@um.ac.id

 

Abstract. This study aimed at 'developing the local genius-based geography curriculum supplement for high school in the upland areas of Bali and its textbook, and its implications on students’ cosmocentric attitute in the relevant area. The study was designed as a 'research and development' education using a modified Model Beauchamp with a regional scope in the upland areas of Bali. Local genius of data collected through explorative study, which are then analyzed in logic to produce a first draft of the curriculum along with the textbook. The validity of the product produced through expert validation (draft II). Feasibility of products obtained through Focus Group Discussion (draft III). The effectiveness of the products were tested through field testing which was implemented limited to two high schools determined purposively in the upland areas (North and South Bali) of Bali. The results of exploratory study identified 24 local genius that is cosmocentric and only 15 are relevant as a supplement geography curriculum development that has local genius and textbook (Draft I). Results validity of experts to draft the first to produce a draft II concluded that the products produced have validity. Focus Group Discussion (FGD) on Draft II to produce a draft III concluded that the products produced have the feasibility to be implemented. Results of field trials limited to the Draft III concluded that the products produced have to be implemented in learning effectiveness, both in terms of the perception of teachers and learning implemented. Implementing product also significant implications for attitudes cosmocentric students. Revisions were made to the results of the expert validisi, FGD, and limited field trials, produce 'high school geography curriculum model based on local genius upland areas of ​​Bali'. This model is a supplement curriculum (curriculum improvement) orientation emphasizes the cultivation of the values ​​of local genius that has environmental wisdom (cosmocentric).

 

Key Words:        Development, local genius, upland area, cosmocentric attitude.