DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Bahan Ajar Menulis Bermuatan Nilai Karakter di SMP

Suntari . Suntari

Abstrak


ABSTRAK

Suntari. 2015. Pengembangan Model Bahan Ajar Menulis Bermuatan Nilai Karakter di SMP. Disertasi,Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd.,  (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd., (III) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

 

Kata Kunci: model bahan ajar, menulis, nilai karakter

 

Bahan ajar merupakanbagian desainpembelajaran yang disusun secara runtut, sistematis, dan konsiten untuk pencapaian kompetensi peserta didik. Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dapat direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, bahan ajar menulis merupakan salah satu sarana pencapaian kompetensi yang terfokuspadatujuan agar pesertadidikmampumenggunakanbahasa Indonesiasecara tertulisuntukmeningkatkankemampuanintelektual, kematangan emosional,dansosial.

Bahan ajar menulis di SMP, belum mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Bahan ajar masih menekankan pengetahuan menulis dan produk tulisan sebagai hasil penilaian akhir.Bahan ajar cenderung berbasis isi dan belum mensinergikan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter dibutuhkan. Di SMP belum tersedia model bahan ajar menulis yang sesuai dengan kebutuhan pembentukan nilai karakter dengan pendekatan proses.

Sejalan dengan hal tersebut, penelitian dan pengembanganini bertujuan menghasilkan produkbahan ajar menulisbermuatannilaikarakter di SMP dalam4tipe, yaitumodel bahan ajar (1) menulis teks cerita dengan pola teori-model-tugas-latihan (TMTL), ( 2) menulis teks berita dengan pola model-teori-tugas-latihan (MTTL), (3) menulis teks laporan dengan pola model-tugas-latihan-teori (MTLT), dan (4) menulis teks karya ilmiah dengan pola tugas-model-teori-latihan (TMTL).

Untuk mewujudkan tersebut, digunakan model penelitian pengembangan dengan modifikasi model penggabungan model R2D2(Reflective, Recursive, Design, and Development)danmodel ADDIE (analisys, design, divelompment, implementation, and evaluation) yang mencakupanalisiskebutuhan, perencanaan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil evaluasi sebagai bahanrevisi, hinggaproduk final. Model inidenganpengintegrasian nilai-nilaikarakter.

Produk pengembangan model bahan ajar menulis bermuatan nilai karakter di SMP ini terdiri atas 4 tipe, yaitu model 1 belajar menulis teks cerita yang memuat 3 unit: (1) menulis teks cerita persahabatan, (2) menulis teks cerita lingkungan, dan (3) menulis teks cerita kepahlawanan; model 2 belajar menulis teks berita yang memuat 3 unit: (1) menulis teks berita berdasarkan hasil pengamatan, (2) menulis teks berita berdasarkan hasil wawancara, dan (3) menulis teks berita berdasarkan hasil kunjungan; model 3 belajar menulis teks laporan yang memuat 3 unit: (1) menulis teks laporan perjalanan, (2) menulis teka laporan pengamatan, dan (3) menulis teks laporan kegiatan; dan model 4 menulis karya ilmiah yang memuat 3 unit: (1) memahami kaidah penulisan karya ilmiah, (2) menulis kerangka karya ilmiah, dan (3) menulis karya ilmiah.

Produk model bahan ajar ini dikemas dalam bentuk buku dengan sistematika yang terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian awal, inti, dan akhir. Bagian awal berupa sampul, kata pengantar, dan daftar isi. Bagian inti terdiri dari kegiatan awal, inti, dan penutup. Bagian akhir berupa rangkuman, glosarium, dan daftar pustaka. Kegiatan awal berisi konteks, fokus, dan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti berisi kegiatan sesuai pola tipe model. Kegiatan akhir berisi refleksi, evaluasi, dan pengayaan.

Hasil validasi produk pengembangan model ini dilakukan dengan instrumen berupa rubrik penilaian, tanggapan/komentar, dan catatan pada produk, baik oleh ahli teknologi pembelajaran/pendidikan, ahli teori pembelajaran, ahli teori menulis, dan praktisi pembelajaran (guru) SMP menunjukkan bahwa kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan grafika produk berterima dan layak. Data yang berupa tanggapan/komentar  dan catatan yang disampaikan untuk mengkaji kelemahan dan kelebihan sebagai acuan untuk merevisi model.

Temuan model berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi pembelajaran tersebut, yakni (1) secara substansial buku ini bagus dan memadai, desain sampul perlu ditampilkan agar lebih kontras, sehingga pusat pandang akan lebih tajam. (2) Gambar-gambar perlu ditampilkan pada model ini secara proporsional cukup baik, namun perlu disertai label atas gambar tersebut. (3) Model ini sudah baik, dapat dijadikan panduan untuk pelaksanaan proses pembelajaran menulis di kelas, dapat dijadikan tambahan referensi untuk sekolah, dan sudah memenuhi kebutuhan peserta didik, namun perlu diberikan ilustrasi yang lebih banyak. (4) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar model ini memiliki ketertarikan yang tinggi: bentuk dan ukuran huruf pada bagian-bagian tertentu hendaknya diperbesar, contoh dan evaluasi lebih dikembangkan, dan fisik warna buku agar lebih tajam.

Persepsi peserta didik setelah digunakan model ini dalam pembelajaran berdasarkan kuesioner menunjukkan bahwa (1) 95,1% peserta didik kelas 7 menerima model 1, (2) 97,2% peserta didik kelas 8 menerima model 2, (3) 96,2% peserta didik kelas 8 menerima model 3, dan (4) 97,4% peserta didik kelas 9 menerima model 4. Selanjutnya, hasil uji keefektifan model ini dengan uji t atas hasil analisis menunjukkan bahwa produk tersebut mampu meningkatkan kemampuan menulis teks cerita bagi peserta didik kelas VII, menulis teks berita dan laporan bagi peserta didik kelas VIII, dan menulis karya ilmiah bagi peserta didik kelas IX.

Saran untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia  dapat memanfaatkan produk ini sebagai salah satu model bahan ajar untuk pembelajaran. Alasan yang melatarbelakangi pemanfaatan produk ini, antara lain (1) produk model ini sudah diujicobakan di sekolah, yakni di SMP Negeri 1 Tuban; (2) produk model ini secara konseptual dan akademik telah divalidasi oleh ahli teknologi pembelajaran/pendidikan, ahli pembelajaran menulis, ahli teori menulis, dan praktisi pembelajaran dan hasilnya layak secara isi, penyajian, kebahasaan, dan grafika; (3) pengguna produk model ini, yakni peserta didik memberikan persepsi bahwa produk ini berterima. Produk ini dapat didesiminasikan secara lebih luas agar lebih banyak kebermanfaatannya dan kesempurnaannya.