DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Teknik Sinektik terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

Faisal Arif Setiawan

Abstrak


ABSTRAK

Setiawan, Faisal Arif. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Teknik Sinektik terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Tesis, Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si., (II) Drs. I Komang Astina, M.S,. Ph.D.

 

Kata kunci: creative problem solving, sinektik, berpikir kreatif

 

Creative Problem Solving merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa memilih dan mengembangkan tanggapannya ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Kunci dalam Creative Problem Solving adalah bagaimana seseorang memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah. Teknik sinektik yang ditambahkan dalam model merupakan langkah analogi yang bertujuan menemukan banyak ide. Kombinasi keduanya memacu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving dengan teknik sinektik terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di MAN 3 Malang tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI IS 2 sebagai kelas eksperimen dan Kelas XI IS 1 sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester. Penelitian dilakukan pada materi lingkungan. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata gain score kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan skor 11,85 di bandingkan kelas kontrol dengan skor 5,43. Analisis uji t menggunakan independen sample t test diperoleh data p-level lebih kecil dari 0,05 (p