DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bahan Ajar Apresiasi Dongeng Bergambar Bermuatan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Membaca Dongeng Kelas III SD

Nani Farah Fasica

Abstrak


ABSTRAK

 

Fasica, Nani Farah. 2015.  Bahan ajar Apresiasi Dongeng  Bergambar Bermuatan

Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Membaca Dongeng Kelas III

SD. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar Konsentrasi Bahasa Indonesia

Sekolah Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1)

Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. dan (2) Dr. Nita Widiyati, M.Pd.

 

Kata Kunci : bahan ajar, dongeng bergambar, pendidikan karakter.

 

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), pembelajaran membaca

dongeng salah satu kegiatan pembelajaran yang tercakup dalam standar kompetensi

“Memahami teks dengan membaca nyaring, membaca intensif, dan membaca

dongeng,” kompetensi dasar “Menceritakan isi dongeng yang dibaca.” Pada

pembelajaran membaca dongeng yang dilaksanakan di MINU Islamiah Asembagus,

guru menggunakan bahan ajar yang sudah tersedia, padahal materi dongeng dan

bacaan dongeng yang terdapat dalam buku panduan yang digunakan oleh guru dan

siswa kurang lengkap, hal tersebut terbukti pada saat dilakukan analisis materi

dongeng terhadap bahan ajar yang dilakukan peneliti terhadap dua buku pegangan

guru dan siswa yaitu; Bahasa Indonesia (2007) dan Saya Senang Berbahasa

Indonesia (2007) dari kedua buku tersebut ditemukan kekurangan tentang materi

yang berkaitan dengan dongeng (definisi dongeng dan unsur pembentuk dongeng),

intruksi latihan, contoh latihan, dan jenis cerita dongeng yang dimuat dalam buku

tersebut terbatas.

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar

membaca dongeng. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu: (1)

menghasilkan produk berupa bahan ajar apresiasi dongeng bergambar berbasis

pendidikan karakter pada pembelajaran membaca dongeng kelas III SD yang dapat

dijadikan sublemen tambahan dalam melaksanakan proses pembelajaran membaca

dongeng di kelas, (2) mendeskripsikan keefektifan bahan ajar apresiasi dongeng yang

diimplementasikan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Borg dan Gall

(1979:783-795) memiliki sepuluh prosedur penelitian. Penelitian pengembangan

pada penelitian ini tidak mengaplikasikan kesepuluh prosedur tersebut  melainkan

disederhanakan menjadi tujuh prosedur pengembangan yang telah dimodifikasi

yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan penelitian, (3) pengembangan produk

awal, (4) uji coba tahap awal, (5) revisi produk, (6) uji lapangan, dan (7) revisi

produk akhir. Uji produk dilakukan dengan melibatkan; (1) ahli pembelajaran

dongeng, (2) ahli pendidikan karakter, (3) praktisi yaitu guru Bahasa Indonesia

MINU Islamiah Asembagus, dan (4) uji lapangan yang melibatkan siswa kelas III

MINU Islamiah Asembagus. 

ivHasil uji pengembangan bahan ajar sebagai berikut. Pertama, hasil validasi

ahli pembelajaran dongeng berdasarkan komponen organisasi penyajian tergolong

sangat layak (95%), kegiatan pembelajaran/strategi pembelajaran dalam katagori

sangat layak (87%), isi produk tergolong dalam katagori layak (81%), komponen

kebahasaan dalam katagori layak (85%), tampilan bahan ajar tergolong dalam

katagori sangat layak (92%). Kedua, hasil validasi ahli pendidikan karakter

berdasarkan komponen kebenaran deskripsi materi ditinjau dari segi ilmu pendidikan

karakter dalam kategori layak (85%), kebenaran deskripsi materi pendidikan karakter

ditinjau dari ilmu pembelajaran karakter tergolong kategori layak (81%). Ketiga,

hasil validasi praktisi (guru) berdasarkan komponen efektifitas dan efisiensi bahan

ajar tergolong dalam kategori layak (81%), sistematika penulisan bahan ajar

tergolong dalam kualifikasi sangat layak (100%), penggunaan bahasa dalam bahan

ajar tergolong dalam kategori sangat layak (100%), tampilan bahan ajar termasuk

dalam kategori layak (88%). Keempat, hasil uji lapangan bahan ajar apresiasi

dongeng bergambar berbasis pendidikan karakter pada kegiatan membaca dongeng

kelas III SD tergolong layak.

Kelebihan dalam produk bahan ajar ini adalah cerita dongeng yang disajikan

disertai gambar dalam cerita dan memuat nilai-nilai karakter dalam kegiatan

pembelajaran yang penting untuk dikenalkan kepada siswa. Kelemahan produk ini

terletak pada latihan soal hanya fokus terhadap kemampuan kognitif siswa,  tidak

melihat dari aspek penialaian lainnya seperti aspek sikap, keterampilan dan apresiasi.

Selain itu, untuk uji keterbacaan teks dongeng hanya diujikan langsung kepada siswa

kelas 3 tanpa dilandasi uji pemahaman teks sesuai dengan penilaian literasi membaca

nasional dan internasional seperti PIRLS ( Progres in Internatioanl Reading Literacy

Study)

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar apresiasi dongeng

bergambar berbasis pendidikan karakter pada pembelajaran membaca dongeng kelas

III SD yang dikembangkan tergolong layak dan siap diimplementasikan dalam

kegiatan pembelajaran membaca dongeng di kelas III MINU Islamiah Asembagus. 

 

ABSTRACT

 

Fasica, Nani Farah. 2015 Instructional Of Materials Appreciation Illustrated Tale

Character Education Contents On Fairy Tale Learning Reading Class III

SD. Thesis, Department of Elementary Education Concentration Indonesian

Elementary School, Graduate, University of Malang, Advisor: (1) Dr. Yuni

Pratiwi, M.Pd. and (2) Dr. Nita Widiyati, M.Pd.

 

Keywords: teaching materials, illustrated fairy tale, character education.

 

 In education unit level curriculum also known as KTSP, tales reading

learning is one of the activities that includes standard competency “Understanding

texts with loud reading, intensively reading and reading tales itself,” basic

competency “re-telling tales that has been read.” At the point of learning in reading

tales held by MINU Islamiyah Asembagus, teacher uses ready materials, whereas

tales materials and tales books were incomplete, it showed when analysis was being

held to tales materials to two sources tales books; Bahasa Indonesia (2007) and Saya

Senang Berbahasa Indonesia (2007). Those books showed incomplete materials

about tales (tale definition and and forming elements of tale, practice instructions,

practice axamples, and the kind of the stories were limited.

 The main purpose on this reseach is improving reading tales materials. The

specific purpose is include; 1) producing a product of appreciated drawing tales based

character to reading tales learning in third class that could be used as addition

sublement in learning proses of reading tales, 2) describing effectiveness materials of

apreciated tales that need to be implemented.

 This reseach uses development method of Borg and Gall (1979:783-795)

which has ten steps procedures. This development reseach doesn’t implement the

enitire steps but modified into seven steps development reseach are; 1) preliminary

study, 2) reseach plam, 3) first developing product, 4) early test stage, 5) revise

product, 6) field test and 7) final product test. The product test involves 1) tales

learning experts, 2) character education experts, 3) teacher of bahasa Indonesia

MINU Islamiyah Asembagus and, 4) field test including overall students of third

class MINU Islamiyah Asembagus.

 The results of developing tales materials as follow. First, validation results

of learning tales experts based on organized component classified very good (95%),

learning activities/learning serving strategy classified as good (87%), product content

classified as good (81%), languange components as good (81%), materials

visualization classified as very good (92%). Second, the results of character education

experts based on describing accuration according to science of characters education

classified as good (81%). Third,results of teacher according to effectiveness and

effeciency of materials classifed as good (81%), writing system classified as very

vi

 good (100%), materials visulization classified as good (88%). Forth, te results of field

test appreciated drawing tales based character education to reading tales activities of

third class MINU Islamiyah classfied as good, tha fact can bee seen of competency

test score average between 80 and 100.

 According to the suggestions and advices from experts and practitioneer,

there were some aspects need to be fixed as follows. 1) preface should use more

simple words, 2) instruction on learning activities should be clearer, 3) on tales

reflection better students that make conclusion, 4) avoid using negative words in

reflection part in the end activities, 6) languange using in summary, 7) addition colors

of cover of materials.

 The advantages of the product is tale plot served with drawing in each part

match to main idea of the story and bring characters values to learning activities that

important for students. This product weaknesses lie in exercises only focus on

students cognitive, not seen from other aspects such as attitude aspect ratings and

appreciation. In addition, for text legibility fairytale just submitted directly to students

in grade 3 whitout based text comprehension teks in accordance with the assessment

of reading literacy as PIRLS ( Progres in International Reading Literacy Study).

 The conclusion of this developing reseach is appreciated tales drawing

materials based character education forward reading tales learning third class of

primary school classified as good and can be implemented to reading tales learning at

class 3 of MINU Islamiyah Asembagus.

vii

viii