DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kurikulum dalam Pengembangan Budaya Akademik dan Kompetensi Sivitas Akademika (Studi Multi-Situs di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan Universitas Muhammadiyah Malang)

NURSANJAYA . NURSANJAYA

Abstrak


ABSTRAK

 

Nursanjaya. 2015. Manajemen Kurikulum dalam Pengembangan Budaya Akademik dan Kompetensi Sivitas Akademika (Studi Multi-Situs di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan Universitas Muhammadiyah Malang). Disertasi: Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K.H., M.A., Ph.D.; (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd; (III) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd

 

Kata kunci: manajemen kurikulum, budaya akademik, kompetensi sivitas akademika, perguruan tinggi Muhammadiyah.

 

 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah perguruan tinggi swasta yang pengelolaannya di bawah kewenangan Majelis Pendidikan Tinggi (MPT) Muhammadiyah, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kuat dalam keimanan serta memiliki kemampuan profesional dibidangnya melalui catur dharma PTM. Dipilihnya UMSurabaya, UMSIDA, dan UMM sebagai situs penelitian berpijak pada latar alamiah terhadap kebijakan dan upaya yang dilaku-kan oleh ketiga PTM tersebut, yakni, pertama, keunggulan dalam merancang kurikulum berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kedua, sebagai PTM yang berhasil baik dalam layanan akademik dan administrasi, fasilitas yang lengkap, dan dukungan sivitas akademika yang profesional. Ketiga, sebagai PTM yang banyak melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan ragam kegiatan yang bermutu dan berkelanjutan.

Penelitian ini difokuskan pada: (1) peran manajemen kurikulum dalam pe-ngembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yang meliputi orientasi pada penguatan kemampuan akademik dan profesionalisme sivitas aka-demika, dan manajemen kurikulum yang dikembangkan PTM dilaksanakan dalam bentuk program dan/atau kegiatan yang terstruktur; (2) strategi yang dilakukan PTM terhadap penguatan manajemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yakni menyusun kerangka strategis dan skala prioritas, penguatan manajemen kurikulum dan pembelajaran, strategi peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, pelayanan akademik, relevansi kuri-kulum dengan perubahan sosiokultural masyarakat yang berorientasi pada pengembangan budaya akademik; (3) implementasi manajemen kurikulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yang me-liputi orientasi pada penguatan kompetensi AIK, serta penguatan life-skill meng-arah pada penguatan kearifan lokal, pengembangan budaya akademik berorientasi pada kebebasan sivitas akademika dalam memaknai kebebasan akademik dan tradisi akademik, dan jaminan berkembangnya sistem pendidikan tinggi berbasis AIK, berbudaya akademik yang Islami serta sesuai dengan khazanah budaya bangsa; dan (4) dampak manajemen kurikulum terhadap pengembangan budaya akademik dan kompetensi yang dilakukan PTM dalam menjawab berbagai peru-bahan sosiokultural yang terjadi di masyarakat, yakni PTM mengembangkan sifat responsif-proaktif terhadap perkembangan sosiokultural masyarakat, memberi arah dan warna terhadap perubahan masyarakat, dan terbangunnya sinergitas antara PTM dengan masyarakat sehingga memunculkan sense of belonging.

Metode yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi multi-situs. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: wawancara mendalam; observasi partisipan; dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilaku-kan dengan empat kriteria pengecekan, yakni kredibilitas; transferabilitas; depen-dabilitas; dan konfirmabilitas. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengguna-kan teknik deskriptif yang penerapannya pada tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data; data display; dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode induksi analitik yang dimodifikasi.

Melalui penelitian ini, diperoleh temuan berikut: (1) peran manajemen kuri-kulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika diarahkan dalam mewujudkan PTM yang berkarakter morality, intellectuality, dan entrepreneurship, serta mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika yang mampu memecahkan berbagai persoalan iptek melalui berbagai pendekatan dan praktek profesional melalui riset yang menghasilkan karya kreatif, teruji, orisinil, dan bermanfaat bagi masyarakat dengan menjadikan AIK sebagai bagian yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas; (2) strategi penguatan mana-jemen kurikulum di PTM dilakukan dengan menyusun kerangka strategis dan skala prioritas dalam bentuk Renstra yang dijabarkan dalam Renop dan RIP yang terintergrasi dengan AIK sebagai basis pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, dan pengembangan life-skill yang mengedepankan semangat fastabiqul khairat berbasis nilai-nilai AIK; (3) implementasi manajemen kurikulum dilakukan secara aplikatif dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah, persoalan sosial, dan realitas sosial sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan pola pembelajaran yang tepat dalam membangun budaya akademik yang lebih konkret dan praktis; dan (4) manajemen kurikulum yang dilaksanakan PTM ber-dampak pada tumbuhnya sifat responsif-proaktif terhadap perkembangan sosio-kultural masyarakat melalui rekonstruksionistik-sosial sebagai solution provider design berbasis AIK, dan membangun sense of belonging dengan masyarakat yang berkarakter Islami melalui pengabdian pada masyarakat atau penelitian yang hasilnya berdayaguna bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar PTM menerapkan kebijakan dan terobosan terhadap manajemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademikanya yang benar-benar terintegrasi dengan nilai-nilai AIK. Bagi MPT PP Muhammadiyah, hasil penelitian ini men-jadi bahan masukan dalam mengevaluasi pengembangan budaya akademik ber-basis AIK yang terintegrasi di PTM. Bagi perguruan tinggi lainnya, hasil pene-litian ini dapat dijadikan sebagai acuan alternatif dalam mengembangkan mana-jemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademikanya. Bagi Kopertis Wilayah VII Jatim, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam melakukan pengawasan dan pem-binaan terhadap perguruan tinggi swasta mengenai manajemen kurikulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika. Bagi Dirjen Dikti di Kemenristekdikti, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam membuat kebijakan yang lebih baik bagi pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika di perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian berikutnya tentang manajemen kuri-kulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika di perguruan tinggi dari sudut pandang atau aspek lainnya.