DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakter Individu Mandiri dalam Karya Buya HAMKA dan Kontribusinya Bagi Bimbingan Berbasis Budaya

WAHYU GUSRIA

Abstrak


ABSTRAK

 

Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan sistem pendidikan. Rambu-rambu penyelenggaraan bimbingan dalam jalur pendidikan formal, menyebutkan Standar kompetensi kemandirian peserta didik merupakan patokan dalam pembentukan karakter individu mandiri. Dalam karya Buya HAMKA, sebagai karya tokoh budaya Minangkabau terdapat karakter yang dapat dijadikan teladan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan karakter individu mandiri dalam karya Buya HAMKA serta kontribusinya bagi bimbingan berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik ricoeur. Data penelitian meliputi dua teks karya Buya HAMKA yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Langkah-langkah analisis data yaitu pengorganisasian data, eksplorasi dan pengkodean data, menggunakan kode untuk mengembangkan deskripsi dan tema, melaporkan data yang ditemukan, interpretasi data, validasi keakuratan data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter individu mandiri dalam karya Buya HAMKA adalah percaya pada ketetapan Tuhan, ketekunan dalam berdoa dan beribadah, kesadaran dalam menjalankan agama, nilai akhlak, nilai benar dan salah yang diantut masyarakat, hak dan kewajiban moral, berpikir secara objektif, mengontrol emosi, sabar, berpikir secara baik dan benar; mau belajar terus, tolong menolong, kesadaran yang tinggi, kebijaksanaan, tugas dan tanggung jawab sebagai laki-laki dan perempuan, perbedaan secara sosial antara laki-laki dan perempuan, mengamati realitas secara konsisten (kejadian dan pengalaman hidup), optimis dalam berusaha, ambisi / keinginan yang besar, empati, kepedulian, saling pengertian, persiapan diri dengan matang, dan perencanaan hidup ;keterkaitan karakter individu mandiri dengan standar kompetensi kemandirian peserta didik; kontribusi karakter individu mandiri bagi bimbingan berbasis budaya adalah sebagai rujukan untuk pemberian materi bimbingan dan teladan kepada peserta didik di Minangkabau berdasarkan bidang bimbingan.

Saran-saran penelitian, yaitu: (1) Konselor dapat dijadikan sebagai referensi bagi konselor dan calon konselor dalam melaksanakan bimbingan yang berbasis budaya atau bimbingan mulitibudaya, dan (4) Peneliti lebih lanjut, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada peneliti lebih lanjut yang tertarik dengan tema bimbingan berbasis budaya dengan rancangan yang berbeda, misalnya melalui rancangan eksperimen dan studi kasus.