DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Cerpen Bermuatan Motivasi Berprestasi untuk Siswa Kelas XI SMA

Ruli Andayani

Abstrak


ABSTRAK

 

Andayani, Ruli. 2015.  Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Cerpen Bermuatan Motivasi Berprestasi untuk Siswa Kelas XI SMA. Tesis, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd

 

Kata Kunci: pengembangan modul, menulis cerpen, motivasi berprestasi

Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh cita-cita untuk mewujudkan bahan pembelajaran yang memiliki relevansi dengan kebutuhan belajar dan psikologis siswa. Dalam hal ini pembelajaran menulis cerpen tidak sekadar disikapi sebagai materi untuk melatih keterampilan menulis secara teknis, tetapi juga mengarahkan siswa agar mampu menghayati nilai-nilai kehidupan di dalam cerpen yang direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, memiliki motivasi untuk belajar, dan menggerakkan siswa untuk melakukan suatu hal yang positif.  Hal ini sesuai dengan fungsi sastra sebagai karya manusia yang indah dan berguna (dulce et etile). Horatius (dalam Teeuw, 1984:51) menyebutnya dengan istilah docere dan delectare, memberi ajaran dan kenikmatan; seringkali juga ditambah movere, menggerakkan pembaca pada kegiatan yang bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, penelitian dan pengembangan ini menghasilkan modul pembelajaran menulis bermuatan motivasi berprestasi untuk siswa kelas XI SMA/sederajat. Pemilihan muatan motivasi berprestasi dinilai relevan dengan karakteristik remaja yang sedang mencari konsep dirinya, mengenali minat, dan menggapai cita-citanya. Modul sebagai bahan belajar mandiri memiliki posisi penting untuk (1) memandu siswa dalam menulis cerpen dengan berbagai teknik yang menarik, (2) menyajikan model-model cerpen yang dapat memotivasi siswa dalam mencapai prestasi, dan (3) mendorong siswa agar memiliki keinginan bisa menulis cerpen sehingga kegiatan menulis di sekolah tidak disikapi sebagai kewajiban, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai kebutuhan berprestasi.

Sebagai bahan belajar mandiri, modul menulis cerpen berisi empat bagian utama. Keempat bagian tersebut adalah (1)  motivasi menulis cerpen, (2) kegiatan memahami konsep diri, (3) latihan menulis secara bertahap (menentukan ide; mengembangkan kerangka alur cerita; membuat pembuka cerpen; mengembangkan alur menjadi cerita yang utuh; membuat bagian penutup; menyunting cerpen) berdasarkan konsep diri masing-masing, dan (4) kegiatan tindak lanjut, yakni penilaian diri dan publikasi karya.

Modul dikembangkan berdasarkan model pengembangan Borg and Gall. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan ini terbagi dalam empat tahap utama, yakni (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan draf modul, (3) dan validasi kepada ahli dan praktisi, dan (4) uji keefektifan.

Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian validator terhadap modul yang dikembangkan. Dalam hal ini validator yang dimaksud adalah ahli prosa-fiksi, ahli pembelajaran menulis cerpen, ahli pengembangan modul, motivator, dan guru. Sementara itu, data verbal terbagi menjadi dua, yakni data verbal lisan dan tulis. Data verbal lisan berupa informasi lisan yang diperoleh ketika konsultasi langsung dengan validator. Pernyataan yang disampaikan dalam konsultasi tersebut selanjutnya ditranskripsikan untuk dianalisis. Data verbal tulis yakni data verbal yang dituliskan dalam lembar instrumen penilaian.

Data yang telah dihimpun dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data verbal dilakukan secara kualitatif, yakni (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan hasil transkrip verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindakan terhadap produk yang dikembangkan: revisi atau implementasi. Analisis data numerik dilakukan secara kuantitatif, yakni dengan menggunakan analisis statistik menggunakan program SPSS.

Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, modul dapat dinyatakan layak untuk diimplementasikan karena hasil validasi dengan ahli prosa-fiksi, ahli pembelajaran menulis cerpen, ahli pengembangan modul, dan guru menunjukkan 90%. Hal ini berarti modul sangat layak untuk diimplementasikan. Sementara itu, hasil validasi dengan motivator mencapai 80,5% yang artinya juga masih layak diimplementasikan hasil dan hasil uji lapangan menunjukkan bahwa tingkat kebertiramaan modul mencapai 87%. Hal ini diperkuat dengan tanggapan-tanggapan positif dari siswa subjek uji. Modul yang dihasilkan memang tidak terlepas dari kekurangan, tetapi berdasarkan koreksi kritis dan masukan dari berbagai pihak, baik ahli, praktisi, maupun siswa, modul telah direvisi dan disempurnakan sehingga sudah siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran menulis cerpen, khususnya siswa kelas XI SMA di sekolah yang menerapkan kurikulum 2013.

Dari hasil analisis statistik uji beda keterampilan menulis cerpen sebelum dan setelah perlakuan diketahui bahwa t = 18,029 dengan taraf signifikansi 0,000 (p