DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan Penemuan Terbimbing pada Materi Transformasi Geometri Kelas VII yang Berbantuan GeoGebra

Anjas Dian Pertiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pertiwi, Anjas Dian. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan

Penemuan Terbimbing pada Materi Transformasi Geometri Kelas VII

yang Berbantuan GeoGebra. Tesis. Program Studi Pendidikan

Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)

Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., (II) Drs. Tjang Daniel Chandra,

M.Si., Ph.D.

 

Kata Kunci:  perangkat pembelajaran, penemuan terbimbing, GeoGebra,

transformasi geometri.

 

Penemuan terbimbing diyakini merupakan model pembelajaran yang dapat

membuat siswa secara aktif menemukan pengetahuan baru dan

mengintegrasikannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Model penemuan

terbimbing dapat diterapkan pada materi transformasi geometri. Siswa dapat

mengamati hubungan dan keterkaitan pada objek awal dan bayangannya untuk

dapat menemukan konsep mengenai transformasi. Dalam proses penemuan

konsep tersebut dapat digunakan perangkat lunak GeoGebra.  Agar pembelajaran

dengan model penemuan terbimbing pada materi transformasi geometri yang

berbantuan GeoGebra tersebut berjalan dengan lancar dibutuhkan perangkat

pembelajaran yang baik. 

Penelitian ini menggunakan tiga dari empat fase model pengembangan

Four-D. yaitu, (1) define, (2) design, dan (3) develop. Tujuan penelitian ini adalah

(1) mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran matematika

kelas VII pada materi transformasi geometri bercirikan penemuan terbimbing

berbantuan GeoGebra dan (2) menghasilkan perangkat pembelajaran matematika

kelas VII pada materi transformasi geometri bercirikan penemuan terbimbing

berbantuan GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat yang

dikembangkan adalah RPP dan LKS.

Untuk menilai kevalidan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan,

maka dilakukan validasi ahli. Dari tahap validasi ahli didapatkan skor rata-rata

kevalidan RPP sebesar 3,39 dan skor rata-rata kevalidan LKS sebesar 3,28.

Dengan demikian RPP dan LKS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria

valid. Untuk menilai kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran, maka

dilakukan uji coba lapangan. Dari tahap uji coba lapangan didapatkan skor ratarata

keterlaksanaan

perangkat

pembelajaran

sebesar

3,35.

Dengan

demikian

 

perangkat

pembelajaran

dinyatakan

praktis.

Sedangkan

perangkat

pembelajaran

 

dinyatakan

efektif

karena

memenuhi

kriteria

(1)

rata-rata

skor

aktivitas

siswa

 

sebesar

3,49

(aktif),

(2)

skor

penguasaan

materi

kelas

sebesar

81 (baik),

dan

(3)

 

rata-rata

respon

siswa

2,63

(positif).

Dengan

demikian,

perangkat

pembelajaran

 

yang

dikembangkan

memenuhi

kriteria

valid,

praktis,

dan

efektif.

 

i