DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap Pemahaman Materi Atmosfer pada Siswa SMA

Wakhidatus Sholikhah

Abstrak


ABSTRAK

 

Sholikhah, Wakhidatus. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E

terhadap Pemahaman Materi Atmosfer pada Siswa SMA. Tesis. Program

Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Prof. Dr. Budijanto,

M.Sos.

 

Kata Kunci: model pembelajaran Learning Cycle 7E, pemahaman siswa

 

Model pembelajaran Learning cycle 7E dikembangkan berdasarkan pada

learning cycle yang sebelumnya yakni learning cycle 5E. Terdapat tujuh tahap

dalam model ini, yaitu: elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, dan

extend. Kelebihan dari model ini antara lain yaitu (1) merangsang siswa untuk

memunculkan pemahaman awal; (2) memberikan motivasi kepada siswa untuk

lebih aktif serta menambah rasa ingin tahu; (3) melatih siswa belajar menemukan

konsep; (4) melatih siswa mengkomunikasikan konsep yang yang telah dipelajari,

dan (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencari,

menemukan, dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang di pelajari.

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Learning

Cycle 7E terhadap pemahaman materi atmosfer pada siswa SMA. Penelitian ini

merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain

penelitian non equivalent control group. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa

kelas X SMA Negeri 1 Kesamben semester genap tahun ajaran 2014/2015. Kelas

X IIS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS 2 sebagai kelas kontrol. Kedua

kelas dipilih berdasarkan nilai UAS semester 1. Instrumen penilaian kemampuan

pemahaman dengan menggunakan tes esai. Data penelitian berupa gain score

yang merupakan selisih nilai postes dan pretes dianalisis menggunakan uji

independent sample t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat

pemahaman siswa kelas eksperimen dan kontrol. Hal ini dapat dilihat dari ratarata

gain score kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol,

yakni secara berurutan 39,26 dan 14,4. Pengaruh positif yang signifikan dari

model learning cycle 7E pada penelitian ini juga dapat dilihat dari hasil uji gain

score menggunakan independent sample t test dengan taraf kepercayaan 95%

yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi yakni 0,00 kurang dari 0,005

(0,00