DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Mitos dalam Babad Songennep.

Abdul Gani Gani

Abstrak


ABSTRAK

 

Gani, Abdul. 2015. Mitos dalam Babad Songennep. Disertasi. Program Studi

Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri

Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd., (2) Prof. Dr. Wahyudi

Siswanto, M.Pd., (3) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata Kunci: mitos, tataran fisik, tataran batin, fungsi.

 

Mitos dalam Babad Songennep adalah cerita yang mengandung kese- jarahan Raja-raja Sumenep. Cerita ini diciptakan untuk mendukung penguasa dan memberikan bimbingan nilai-nilai  yang berkembang di Madura. Nilai-nilai tersebut diabadikan dalam Babad Songennep agar diteladani dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat Madura secara turun-temu- run. Penelitian ini  bertujuan mendeskripsikan mitos dalam Babad Songen- nep. Ada tiga hal yang dideskripsikan yaitu (1)  tataran fisik mitos dalam Babad Songennep, (2) tataran batin (makna) mitos dalam Babad Songennep, dan (3) fungsi mitos dalam Babad Songennep.

Data utama penelitian ini adalah mitos dalam Babad Songennep. Oleh sebab itu, pendekatan yang cocok untuk mengkaji data dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis semiotika Saussurean. Korpus data dalam penelitian ini akan berupa kutipan cerita dalam Babad Songennep. Setelah mengumpulkan kutipan kemudian ditentukan tataran fisik mitos, tataran batin mitos, dan fungsi mitos dalam Babad Songennep.  Sedangkan sumber datanya adalah Babad Songennep.        Adapun kegiatan dalam analisis adalah (1) membuat skema pokok-pokok alur setiap bab Babad Songennep, (2) menulis penggalan-penggalan mitos pada masing-masing pokok-pokok alur, (3) menulis mitem-mitem masing-masing pokok-pokok alur, (4) memasukkan mitem ke dalam Tabel Kekerabatan,  (5) membuat skema relasi mitos masing-masing bab, (6) menganalisis makna mitem masing-masing bab (7) menganalisis makna hubungan kekerabatan, perlawanan terhadap kekerabatan, keunggulan manusia, dan ketidaknormalan manusia, (8)  menganalisis makna relasi mitos dalam Babad Songennep, dan (9) menganalisis fungsi mitos dalam Babad Songennep.

Temuan dalam penelitian ini adalah pada tampilan mitem Babad Songennep bab I dan bab II tidak dijumpai penjelasan tahun kejadian. Latar waktu yang ada tidak menjelaskan secara pasti kapan setiap peristiwa terjadi. Tahun kejadian mulai dicantumkan di bab III. Tokoh-tokoh yang disebutkan di bab I, bab II, dan bab III  merupakan tokoh-tokoh istana.

Seluruh uraian pemaknaan tataran batin Babad Songennep berisi anjuran untuk (a) menaati dan menghormati ayah, ibu, guru, dan raja (bhâppa’ bhâbbhu’ ghuru rato); (b) membina keluarga dan kekeluargaan yang harmonis, serta mempersiapkan generasi penerus yang unggul; (c) menaati norma-norma yang berlaku; (d) rela berkorban untuk bangsa dan negara serta loyal pada atasan; (e) bekerja dengan sungguh-sungguh dan berprestasi; dan (f) saling tolong-menolong, adil, bertanggung-jawab, berpihak pada kebenaran, dan tidak berputus asa. Hal-hal yang implisit dalam tataran batin mitos dalam Babad Songennep mencermin- kan bâburughân beccè’ (nasihat yang baik) yang selalu disosialisasikan di masyarakat Madura.

Babad Songennep juga mempunyai fungsi  kesejarahan. Fungsi ini terdiri dari fungsi kesejarahan yang mengukuhkan raja Sumenep dan fungsi kesejarahan untuk membina kepribadian, fungsi kesejarahan yang mengukuhkan raja Sume- nep. Hal ini berbentuk pernyataan bahwa raja-raja besar di Sumenep merupakan keturunan raja besar di Jawa atau berjasa kepada pemerintah dalam hal ini Belan- da. Berikutnya fungsi pewarisan budaya yaitu budaya yang diwariskan adalah perjodohan, penguasaan alat komunikasi, mewariskan tahta kepada anak atau  menantu, berprestasi dan loyal kepada atasan. Berikutnya adalah fungsi pendi- dikan. Fungsi pendidikan yang diemban Babad Songennep adalah pendidi- kan kepemimpinan dan kewarganegaraan. Dan fungsi yang terakhir adalah fungsi sosial. Fungsi sosial yang diemban Babad Songennep adalah menyosialisasikan aturan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun kerajaan (pemerintahan).

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diajukan saran sebagai berikut. (1) Pemerintah Kabupaten Sumenep disarankan agar Babad Songennep sebaiknya dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Cerita yang berada di Babad Songennep merupakan nasihat yang baik (bâburughân beccè’) masyarakat Madura sebaiknya diberikan kesempatan untuk menunaikan fungsinya dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakatnya, (2) Masyarakat Madura disarankan agar melestarikan mitologi Madura agar tidak musnah, (3) peneliti lainnya disarankan agar segala teori dan analisis dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan dan inovasi untuk menghasilkan temuan dan teori yang baru pula. (4) guru yang mengampu bahasa dan sastra serta budaya, disarankan agar cerita yang berada di Babad Songennep dapat dijadikan media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran sastra pelestarian budaya di sekolah.

 

ABSTRACT

 

Gani, Abdul. 2015 The Myth in Babad Songennep. Dissertation,the Study Program of Indonesian Education, Postgraduate Work Program, State University of Malang, Advisers: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd., (2) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (3) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Key Words:  myth, physical area, spiritual area, function.

 

The Myth in Babad Songennep is the story that contains the history of Songennep kings. This story was constructed to support the leader and giving the guidance of the norms that was developed in Madura. The norms was written in Babad Songennep to be followed as the good example and implemented in the life of Madura society for long time. This research intends to describe the myth in Babad Songennep. There were three items that were described namely (1) the physical area of the myth in Babad Songennep, (2) the spiritual area (meaning) of the myth in Babad Songennep  (3) the function of the myth in Babad Songennep.

The present research used qualitative research disign in that was arranged descriptive research. And this descriptive research intends to arrange the description, interpretation, and concluding. The main data of this research is the myth in Babad  Songennep. So, the approach which is suitable to discuss about this research is the Saussurean semiotics analysis approach. The data of library in this research will be the citation of the story in Babad Songennep. From the citation will be decided the myth of physical area, the myth of spiritual area, and the function of the myth in Babad Songennep. Meanwhile the resource of data is Babad Songennep.

The main data of this study is a myth in the Babad Songennep. Therefore, a suitable approach for assessing the data in this study is the Saussurean semiotic analysis approach. The corpus of data in this study will be a story in the Babad  Songennep quote. After gathering quote then determined the physical plane myth, the myth of the inner level, and the function of myth in the Babad Songennep. While the data source is the Babad Songennep. The activities in the analysis are: (1) create a schema points grooves each chapter Babad Songennep, (2) writing fragments of myths on each of the main points of the groove, (3) write mitem-mitem each of the main points of the groove , (4) inserting mitem in Table Kinship, (5) makes the relation scheme myth of each chapter, (6) to analyze the meaning of mitem each chapter (7) analyzing the meaning of kinship, resistance to kinship, human excellence, and abnormalities humans, (8) to analyze the meaning of the myth in the Babad Songennep relations, and (9) to analyze the function of myth in the Babad Songennep.

       The relation can be told by the scheme. The schemesof relation of the myth are Geographic scheme, cosmologic scheme, integration scheme, sociologic scheme, and techno-economic.

And the next step is telling the meaning of the myth resume, the table of genetic relationship, and the relation of the myth in Babad Songennep, and explaining the function of the myth in Babad Songennep. And the next step is taking conclusion based on the finding and dataverifying. The steps of this activity is collecting the findings ofthe analysis activity ofphysical  area the myth in Babad Songennep, collecting the findings of the analysis activity of spiritual area in the myth of Babad Songennep, collecting the findings on the analysis activity of the function in the myth in Babad Songennep, and concluding globallyon all findings and checking the validation of findings. The findings in this research are in the resume in Babad Songennep chapter I and chapter II is not found the explanation of the event year. The time upgrading is not explaining surely when the event happened. The event year was written in the chapter III.

All explanation of the meaning in spiritual area of the myth in Babad Songennep contains the suggestion (a) to obey andrespect father, mother, teacher, and the king (bhâppa’ bhâbbhu’ ghuru rato); (b) to construct the harmonious family, and prepare the great of the next generation; (c) to obey the implemented norms; (d) to sacrifice for the nation and country and being loyal to the superior; (e) to work diligently and having the good achievement; and (f) mutual helping, fair, responsible, support the rightness, and never give up. The implicit items are in the spiritual upgrading of the myth in Babad Songennep describes good advice (baburughân beccè’) that is always socialized in Madura society.

Babad Songennep has the historical function, this function consists of the historical function that strengthen the king Sumenep and the historical function to build the personality, the historical function that strengthen theking Sumenep formed the statement that the big kings in Sumenep are the descendants of the big kings in Java or deserving to the government (the Dutch ). And then the function of inheriting culture, the culture was inherited marriage, mastering the communication tool, inheriting throne to the child in law, be achieved and loyal to the superior. And the next is function of education.The function of education was brought by Babad Songennep to educatethe leadership and citizenship. And the last function is social function. The social functionwas brought to socialize the regulation in the family, society, and the kingdom (government).

Based on the results of this study can be submitted suggestions as follows. 1 Government  Sumenep suggested that the Babad Songennep should be recorded and translated into Indonesian. Stories that are in the Babad Songennep is good advice (bâburughân beccè ') Madura society should be given the opportunity to perform its function properly in order to provide great benefits for the people. 2. community Madura mythology suggested that in order to preserve the other musnah.3.Peneliti not suggested that all the theory and analysis in this study can be used as a reference and innovation to produce new findings and theories as well. 4. Teachers that administer language and literature and culture, it is suggested that the story was in the Babad Songennep can be used as a medium for learning support cultural preservation literature in schools.