DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kesalahan Konsep Sifat Koligatif Larutan pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang dan Eliminasinya Menggunakan Media Visualisasi Statik

Sukma Hadi Anugerah

Abstrak


ABSTRAK

 

Anugerah, Sukma Hadi. 2014. Analisis Kesalahan Konsep Sifat Koligatif Larutan pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang dan Eliminasinya Menggunakan Media Visualisasi Statik. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd, Ph.D., (II) Dr. Suharti, M.Si.

 

Kata-kata Kunci:  Sifat Koligatif Larutan, kesalahan konsep, Media Visualisasi Statik

Salah satu materi dalam pembelajaran kimia di jurusan kimia Universitas Negeri Malang adalah Sifat Koligatif Larutan. Materi yang sarat dengan konsep-konsep abstrak ini dipelajari oleh mahasiswa program S1 yang menempuh matakuliah Kimia Dasar. Dalam mempelajari materi ini, mahasiswa ada kemungkinan untuk membangun pemahaman yang salah jika mereka kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak. Pemahaman yang salah dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan konsep jika terjadi secara konsisten. Kesalahan konsep pada materi Sifat Koligatif Larutan telah banyak dilaporkan, tetapi solusi untuk mengeliminasinya dapat dianggap belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menemukan strategi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu strategi yang diperkirakan efektif untuk mengeliminasi kesalahan konsep pada materi ini adalah penggunaan media visualisasi statik yang berupa gambar mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi kesalahan konsep; (2) mengetahui keefektifan penggunaan media visualisasi statik dalam mengeliminasi kesalahan konsep; dan (3) mengetahui persistensi kesalahan konsep mahasiswa pada materi Sifat Koligatif Larutan.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif berkaitan dengan identifikasi kesalahan konsep pada materi Sifat Koligatif Larutan sedangkan penelitian kuantitatif berkaitan dengan keefektifan media visualisasi statik dalam mengelimasi kesalahan konsep tersebut dan identifikasi terhadap persistensinya. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa kimia Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 33 mahasiswa. Data penelitian meliputi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara sedangkan data kuantitatif berupa persentase kesalahan konsep yang dialami mahasiswa sebelum, setelah remidi, dan tiga minggu setelah remidi. Penentuan kesalahan konsep dilakukan menggunakan tes objektif dan wawancara. Tes objektif yang digunakan berupa 20 soal tes pilihan ganda dengan validitas isi sebesar 95,0% dan koefisien reliabilitas tes, dihitung dengan rumus KR-20, sebesar 0,73. Mahasiswa dianggap mengalami kesalahan konsep jika ada konsistensi jawaban salah pada tes objektif dan wawancara. Keefektifan penggunaan media visualisasi statik dalam mengeliminasi kesalahan konsep ditetapkan berdasarkan pengurangan jumlah mahasiswa yang mengalami kesalahan konsep sebelum dan setelah remidi. Persistensi kesalahan konsep dianalisis berdasarkan jumlah mahasiswa yang telah mengalami perbaikan kesalahan konsep tetapi kembali salah konsep tiga minggu setelah remidi.

Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Kesalahan konsep yang dialami mahasiswa pada materi Sifat Koligatif Larutan antara lain: (i) gaya London tidak terjadi antara molekul-molekul polar; (ii) senyawa yang mengandung atom H dan O dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul; (iii) gaya antarpartikel yang ada dalam larutan hanya antara partikel zat terlarut dan pelarut; (iv) gaya antarpartikel antara zat terlarut nonvolatil dan pelarut lebih lemah dibandingkan gaya antarpartikel dalam pelarut murni; (v) air dalam wadah terbuka memiliki tekanan uap; (vi) air dalam wadah tertutup menguap dan uap air yang terbentuk tidak mengembun; (vii) air memiliki tekanan uap seketika setelah menguap; (viii) semakin sulit zat cair menguap, semakin besar tekanan uapnya; (ix) molekul-molekul air di dalam larutan sulit menguap karena partikel-partikel zat terlarut mencegah terjadinya penguapan; (x) penurunan tekanan uap larutan dapat terjadi dalam larutan yang mengandung zat terlarut volatil; (xi) kenaikan titik didih larutan dapat terjadi dalam larutan yang mengandung zat terlarut volatil; (xii) air murni selalu mendidih pada 100oC; (xiii) penurunan temperatur dari suatu zat cair memperlemah gaya-gaya antarmolekulnya; dan (xiv) penambahan zat terlarut ke dalam air menurunkan jarak rata-rata di antara molekul-molekul air; (2) Penggunaan media visualisasi statik adalah efektif dalam mengeliminasi kesalahan konsep mahasiswa pada materi Sifat Koligatif Larutan; dan (3) Persistensi kesalahan konsep termasuk dalam kategori sangat rendah karena hanya terjadi pada 11,0% mahasiswa.

 

ABSTRACT

Anugerah, Sukma Hadi. 2014. Analysis of Misconception in Colligative Properties on Chemistry Students of State University of Malang and Its Elimination using Static Visualization Media. Thesis, Chemistry Education Study Program, Postgraduate, State University of Malang. Supervisors: (I) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd, Ph.D., (II) Dr. Suharti, M.Si.

 

Keywords:  Colligative properties, misconceptions, Static Visualization Media

One of chemistry topics in the teaching of chemistry at chemistry department of State University of Malang is Colligative Properties. This topic includes many abstract concepts and is studied by undergraduate chemistry students undertaking Basic Chemistry lecture. In studying this topic, it is possible that students construct incorrect comprehension if they have difficulty in studying the abstract concepts. Students’ incorrect comprehension may lead to misconceptions if it occurs consistently. Students’ misconception in Colligative Properties topic has been widely reported, but study about elimination of this misconceptions may be considered has not been done. Therefore, it is necessary to do research to find the right strategy to overcome this problem. One strategy expected to be effective in eliminating this misconception is the use of static visualization media in the form of microscopic picture. The purposes of this research are: (1) to identify students’ misconceptions; (2) to find out the effectiveness of using static visualization media in eliminating misconceptions, and (3) to identify the persistence of students’ misconceptions in Colligative Properties topic.

This research was qualitative and quantitative. The qualitative research related to identification of misconception in Colligative Properties topic whereas the quantitative one related to the effectiveness of static visualization media in eliminating misconception. Research subjects were 33 undergraduate chemistry students of State University of Malang in the 2013/2014 academic year. Research data included qualitative and quantitative ones. The qualitative data were interview results whereas the quantitative data were percentage of students having misconceptions before, after remedy, and three week after remedy. Identification of misconceptions was based on result of objective test and interview. Students were considered to have misconception if there was consistency of incorrect answers both on objective test and interview. The objective test consisted of 20 multiple choice items test with content validity of 95,0% and the reliability coefficient, calculated using KR-20, of 0.73. The effectiveness of using static visualization media in eliminating misconception is determined based on reduction of the number of students having misconception before and after remedy. Persistence of misconception was analyzed based on number of students having correct comprehension after remedy but return to incorrect comprehension after three weeks.

The results of this research are as follows. (1) Students’ misconceptions in colligative properties identified are: (i) London forces can not occur between polar molecules; (ii) compound containing H and O atoms may form intermolecular hidrogen bonding; (iii) chemical forces operating in a solution are between solute and solvent particles only; (iv) chemical forces operating in a solution of nonvolatile solute is weaker than that of its solvent molecules; (v) water in an open container has vapor pressure; (vi) water in a closed container  evaporates and water vapour formed does not condensate; (vii) water has vapor pressure immediately after it evaporates; (viii) the more difficult the liquid to evaporate the greater its vapor pressure; (ix) water molecules in an aqueous solution are difficult to evaporate because solute particles prevent evaporation; (x) vapor pressure lowering may occur in a solution containing volatile solute; (xi) water always boils at 100oC; (xii) boiling point elevation may occur in a solution containing volatile solute; (xiii) lowering temperature of a liquid weakens its intermolecular forces; and (xiv) addition of solute in water reduces average distance among water molecules; (2) the use of static visualization media is effective in eliminating students' misconceptions of colligative properties topic; (3) Persistence of misconception may be considered to be very low because its occurs only at 11,0% of students.