DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2015: SEMESTER 1

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Penyelenggaraan Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah(Studi Multi Kasus di PGSD FKIP Universitas Achmad Yani dan PGMI FTK IAIN Antasari Banjarmasin

Muhammad Fauzani

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzani, Muhammad. 2015. Manajemen Penyelenggaraan Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah(Studi Multi Kasus di PGSD FKIP Universitas Achmad Yani dan PGMI FTK IAIN Antasari Banjarmasin). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.H.  Bambang Budi Wiyono,M.Pd., (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., dan (III) Drs. H. Ahmad Suriansyah, M.Pd.,Ph.D.

 

Kata kunci: manajemen, praktik pengalaman lapangan, mahasiswa PGSD, dan PGMI.

 

Salah satu komponen yang turut berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru, karena guru merupakan motor penggerak dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran.Olehsebab itu guru harus profesional dalam menjalankan tugasnya.Guru yang profesional dibentuk melalui pendidikan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Kompetensi yang harus dimiliki guru menurut Peraturan Pemerintah  Nomor 74 Bab II pasal 3 ayat (2) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (PP No.74,2008). Praktik Pengalaman Lapangan merupakan salah satu kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh mahasiswameliputi latihan mengajar, tugas kependidikan di luar mengajar secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi kependidikan. Mengingat kedudukan PPL yang sangat strategis dalam proses pembentukan kemampuan tenaga kependidikan yang profesional, maka PPL perlu dirancang secara sistematis dan terarah. PPL diselenggarakan dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen, yaitu; (1) formulasi strategis, (2) pengorganisasian, (3) implementasi, dan (4)  pengawasan.

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan secara mendalam: (1) formulasi strategis, (2) pengorganisasian (organizing), (3) implementasi, dan (4) pengawasan (controlling) penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi multi-kasus, dilakukan pada dua kasus, yaitu PGSD FKIP Uvaya dan PGMI FTK IAIN Antasari Banjarmasin. Data penelitian ini berbentuk deskriptif dan perolehan data bersifat induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir, ditafsirkan dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus (within case analysis) maupun analisis lintas kasus (cross case analysis), guna penyusunan konsep dan abstraks temuan lapangan. Keabsahan data dilakukan melalui teknik kredibilitas, dependebilitas dan konfirmabilitas data. Teknik kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, pengecekan anggota, diskusi teman sejawat dan pengecekan mengenai kecukupan referensi.

Kesimpulan temuan penelitian, formulasi strategis peyelenggaraan PPL bagi mahasiswapada kedua lembaga pendidikan tinggi yang berbeda, berdasarkan kurikulum yang berlaku di masing-masing Program Studi atau Jurusan, berdasarkan filosofi dan misi formal, yaitu: visi, misi, tujuan dan sasaran, lambang dan  motto serta peraturan yang lebih tinggi. Perbedaan yang mendasar PGSD menghasilkan tenaga pendidik yang bersifat umum, sedangkan PGMI menghasilkan tenaga tenaga pendidik yang bersifat keagamaan (Islam). Pengorganisasian penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa terdapat persamaan dan perbedaan berdasarkan kategori filosofi dan misi yang ingin dicapai lembaga, struktur organisasi dan keterilibatan unsur terkait.Pengorganisasian penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa pada lembaga pendidikan tinggi yang termasuk kategori filosofi lembaga adalah perumusan visi, misi, tujuan, sasaran dan motto; yang termasuk dalam kategori struktur organisasi adalah organisasi pelaksana PPL, pimpinan fakultas, pimpinan Prodi/Jurusan, dan tim PPL/microteaching, Kemenag Provinsi, Dinas Pendidikan Kota, UPT Pendidikan, SD/MI atau sekolah latihan; dan yang termasuk kategori unsur terkait adalah orang-orang yang terlibat/dilibatkan dalam pelaksanaan PPL bagi mahsiswa adalah Dekan, Pembantu/wakil Dekan, Ketua Prodi/Jurusan, tim PPL, dosen pembimbing/supervisor, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala UPT Pendidikan, Kepala SD/MI, dan mahasiswa peserta PPL. Implementasi penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa terdapat persamaan dan perbedaan dalam penerapannya. Perbedaan dapat dikelompokkan dalam kategori waktu pelaksanaan, tempat PPL, dan sebutan yang digunakan. Pengawasan penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa pada kedua lembaga pendidikan tinggi yang berbeda, memiliki persamaan dan perbedaan dalam pengawasannya. Pengawasan yang dilakukan dapat dikelompokkan dalam kategori pelaksanaan fungsi manajemen dan penilaian mahasiswa peserta PPL.

Berdasarkan temuan penelitian, maka disarankan: (1) Bagi Prodi PGSD FKIP Uvaya, hendaknya (a)dibuat unit kerja khusus di bawah Universitas atau fakultas semacam UPPL yang secara operasional  bertugas melaksanakan PPL bagi mahasiswa, untuk semua Prodi di lingkungan FKIP sehingga penyelenggaraan PPL lebih efektif dan efisien, (b) bagi PGSD ditingkatkan frekuensi latihan mengajar (praktik mengajar) pada SD/sekolah latihan, selain itu hendaknya juga diperhatikan kuantitas dan kualitas lama waktu mahasiswa berada di sekolah latihan, (c) hendaknya dilakukan pengawasan secara formal terhadap proses penyelenggaraan PPL, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan pengawasan itu sendiri. (2) Bagi PGMI FTK IAIN hendaknya: (a) PPL I dilaksanakan pada MI/sekolah latihan, (b) meningkatkan koordinasi dengan instansi eksternal, dalam hal ini Kemeneg Kota, Pengawas MI, dan MI/sekolah latihan, (c) hendaknya ditambah bobot mata kuliah PPL, dari  4 sks menjadi minimal 8 sks dalam, (d) perlu dilaksanakan upacara bendera setiap hari Senin bagi mahasiswa PGMI untuk menunjang tugas calon guru saat praktik di MI/sekolah latihan, hal ini terkait Permen nomor 23 tahun 2015 kewajiban tiap sekolah negeri atau swasta melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin, (e) hendaknya dilakukan pengawasan secara formal terhadap proses penyelenggaraan PPL, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan pengawasan itu sendiri. (3) Bagi dosen supervisor hendaknya dapat melaksanakan pembinaan kepada mahasiswa PPL yang menjadi binaannya penuh dedikasi sesuai dengan peran dan fungsinya. (4) Bagi guru pamong hendaknya lebih mengintensifkan penerapan model pengembangan kemampuan mengajar dini  kepada praktikan dengan pendekatan supervisi kilinis atau supervisi pengajaran, agar calon guru benar-benar terbantu dalam peningkatan kompetensi dan profesionalannya. (5) Bagi mahasiswa peserta PPL hendaknya memanfaatkan moment PPL secara maksimal, dalam rangka pembentukan kemampuan pedagogik, personal, sosial, dan profesional yang dituntut bagi seorang guru. (6) Bagi pimpinan universitas atau fakultas, temuan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam manajemenpenyelenggaraan praktik pengalaman lapangan, untuk dikembangkan,  ditingkatkan dan  dijadikan umpan balik (feed back) dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengimplementasikan, dan pengawasan penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa. (7) Kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini DitjenPembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hendaknya dibuat peraturan atau petunjuk teknis penyelenggaran PPL bagi LPTK sebagai rambu-rambu untuk mengintensifkan penyelenggaraan PPL. (8) Kepada peneliti lain, hasil penelitian  formulasi strategis, pengorganisasian, implementasi, dan pengawasan manajemen penyelenggaraan PPL bagi mahasiswa sebagai salah satu referensiyang masih bisa dikembangkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan, subyek, tempat, dan variabel lain.