DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Simulasi Komputer dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Materi Kesetimbangan Kimia

Leny Fitriah

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriah, Leny. 2014. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Simulasi Komputer dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D.

 

Kata kunci: inkuiri terbimbing, simulasi komputer, kemampuan awal, hasil belajar

 

Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual merupakan dua hal penting yang dibutuhkan dalam memahami materi Kesetimbangan Kimia. Pemahaman konseptual mencakup kemampuan untuk merepresentasikan fenomena kimia menggunakan representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik. Pemahaman konseptual yang tinggi cenderung dapat diwujudkan apabila pembelajaran menekankan pada representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dengan memperhatikan kemampuan awal mahasiswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Kesetimbangan Kimia cenderung hanya menekankan pada pemahaman algoritmik, representasi makroskopik dan representasi simbolik saja. Representasi mikroskopik cenderung diabaikan. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman konseptual mahasiswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya. Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual yang seimbang diharapkan dapat diwujudkan apabila pembelajaran materi Kesetimbangan Kimia dilakukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing memberikan kesempatan pada mahasiswa mengkonstruk konsep melalui percobaan. Data yang diperoleh dari percobaan merupakan representasi makroskopik dari fenomena yang diamati. Fenomena yang diamati dijelaskan pada tigkat molekuler atau partikulat menggunakan representasi mikroskopik. Persoalannya adalah penjelasan tersebut menyangkut objek yang abstrak sehingga tidak mudah dipahami oleh mahasiswa. Hal ini tampaknya dapat diatasi apabila digunakan simulasi komputer sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh menjadi lebih tinggi. Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi. Hasil belajar tingkat rendah merupakan hasil belajar dengan tingkat kognitif C1-C3, sedangkan hasil belajar tingkat tinggi merupakan hasil belajar dengan tingkat kognitif C4-C6. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh kemampuan awal mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan simulasi komputer; (2) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa dengan kemampuan awal berbeda; (3) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing tanpa berbantuan simulasi komputer; (4) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa dengan berkemampuan awal berbeda; (5) interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar pada materi kesetimbangan kimia.

Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Kimia IKIP Mataram yang mengikuti mata kuliah Kimia Dasar 2 pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dengan 2 kelas yang terdistribusi homogen. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Satu kelas terdiri atas 21 mahasiswa yang dibelajarkan Inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dan kelas lain terdiri atas 22 mahasiswa dibelajarkan dengan Inkuiri terbimbing. Data penelitian berupa hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi pada materi kesetimbangan kimia yang diukur dengan menggunakan instrumen tes multipel choice dan tes essay dengan validasi isi masing-masing sebesar 80,6% dan 91,7%. Pengukuran reliabilitas soal diperoleh dari rumus Cronbach’s Alpha dengan nilai 0,73 untuk tes multipel choice dan 0,914 untuk tes essay. Analisis data menggunakan uji ANOVA Two Ways.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar tingkat rendah mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbing tanpa simulasi komputer; (2) Hasil belajar tingkat rendah mahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (3) Hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbing tanpa simulasi komputer; (4) Hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (5) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar.