DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembinaan Anggota, Modernitas Kyai, Kinerja Pengurus dan Partisipasi Anggota terhadap Kinerja Koperasi Pondok Pesantren di Kabupaten Tulungagung. (Disertasi)

Agus Eko Sujianto

Abstrak


Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) merupakan salah satu unit bisnis di lingkungan Pondok Pesantren (Pontren), yang dalam perkembangannya dihadapkan pada berbagai hambatan. Hambatan tersebut sebenarnya telah diupayakan oleh Pemerintah Daerah dengan melakukan pembinaan organisasional, tetapi pembinaan yang dilaksanakan masih belum menyentuh pada permasalahan substansial sehingga kinerja Koppontren sulit ditingkatkan. Permasalahan substansial yang dimaksud adalah rendahnya kualitas partisipasi anggota, rendah frekuensi pembinaan anggota, rendahnya tingkat modernitas Kyai dan rendahnya kinerja pengurus dalam mengelola oragnisasi.

Berangkat dari fenomena di atas, tujuan studi ini adalah untuk menjelaskan pengaruh: (1) pembinaan anggota terhadap partisipasi anggota; (2) modernitas Kyai terhadap partisipasi anggota; (3) kinerja pengurus terhadap partisipasi anggota; (4) pembinaan anggota terhadap kinerja Koppontren; (5) modernitas Kyai terhadap kinerja Koppontren; (6) kinerja pengurus terhadap kinerja Koppontren dan (7) partisipasi anggota terhadap kinerja Koppontren di Kabupaten Tulungagung.

Responden penelitian ini sebanyak 320 anggota Koppontren. Teknik penarikan sampel yang dipakai untuk menjamin tingkat representasi dalam penelitian ini menggunakan acak bertingkat (Multistage Random Sampling) dengan tahapan: (1) menentukan jumlah Pontren yang akan diamati; (2) memilih Pontren yang memiliki Koppontren (baik yang berbadan hukum maupun yang belum) dan (3) memilih secara acak (random) "responden anggota Koppontren" sampel. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, angket dan pengamatan. Oleh karena variabel-variabel penelitian tidak bisa diukur secara langsung dan memerlukan indikator, maka analisis data yang relevan adalah menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Modelling/SEM) dengan Linear Structural RELationships (LISREL).

Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari tujuh jalur yang dihipotesiskan terdapat satu jalur yang tidak signifikan yaitu: pembinaan anggota dalam bentuk pendidikan, pelatihan dan penyuluhan berpengaruh tidak signifikan terhadap partisipasi anggota sebagai pemilik, pengendali dan pengguna. Sedangkan secara rinci dapat disimpulkan bahwa: (1) pembinaan anggota belum mampu mambangun partisipasi anggota Koppontren. Kesimpulan ini disebabkan oleh tiga aspek yaitu: pertama, program pembinaan anggota belum dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan; kedua, kualitas program pembinaan belum mampu dalam: menanamkan informasi kognitif, memberikan keterampilan maksimum, serta memaksimumkan sikap tertarik dan sadar akan pentingnya berkoperasi; ketiga, aspek implementasi; (2) modernitas Kyai memberikan kontribusi terhadap tingkat partisipasi anggota. Jika Kyai memiliki sikap sesuai dengan ciri-ciri modenitas, ketauladanannya diharapkan dapat membangun partisipasi anggota Koppontren; (3) kinerja pengurus dapat memotivasi anggota untuk berpartisipasi aktif dalam Koppontren. Pengurus yang memiliki kecakapan dan dapat dipercaya dapat meningkatkan loyalitas anggota yang ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi anggota; (4) tingkat kuantitas dan kualitas pembinaan anggota mampu meningkatkan kinerja Koppontren. Jadi untuk meningkatkan kinerjanya, Koppontren perlu melakukan pembinaan kepada anggota baik yang diselenggarakan secara internal yaitu pembinaan oleh pengurus maupun secara eksternal yang bekerja sama dengan fihak di luar Koppontren; (5) sikap Kyai yang memiliki ciri-ciri modernitas individu, mampu meningkatkan kinerja Koppontren. Yaitu jika Kyai memiliki sikap dan melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kemajuan baik dirinya maupun orang lain termasuk juga Koppontren, maka keberadaan Koppontren bisa dinikmati oleh anggota; (6) prestasi pengurus dalam mengelola Koppontren berpengaruh terhadap kinerja Koppontren. Oleh karenanya, kualitas pengurus tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan Koppontren dan (7) kualitas partisipasi anggota berpengaruh terhadap kinerja Koppontren. Jika anggota mampu mewujudkan trifungsi (yaitu anggota sebagai pemilik, pengendali dan pengguna), maka partisipasi anggota dapat ditingkatkan yang pada akhirnya kinerja Koppontren juga mengalami peningkatan.

Berdasar hasil penelitian tersebut disarankan: (1) untuk melakukan pembinaan anggota diperlukan kurikulum Pontren yang mengakomodasi terbentuknya wirausaha baru yang handal dan menjunjung tinggi etika untuk mewujudkan kinerja Koppontren; (2) dibutuhkan Kyai yang kredibel dan berwibawa dalam bentuk ketauladanan untuk meningkatkan partisipasi anggota; (3) pengurus harus menyadari sepenuhnya bahwa Koppontren dimiliki, dikendalikan dan digunakan oleh anggota. Jadi partisipasi anggota dapat ditingkatkan jika pengurus benar-benar bisa menunjukkan kinerjanya dalam mengelola Koppontren; (4) Kyai aktif memberikan ketauladanan dan pemikiran-pemikiran konstruktif supaya pendidikan di lembaga Pontren bisa dirasakan oleh santri melalui pembangunan Koppontren yang berkinerja tinggi; (5) pengurus Koppontren supaya secara sungguh-sungguh mengelola organsasi, manajemen, permodalan dan bisnis Koppontren untuk mewujudkan Koppontren yang mandiri, yaitu memiliki kinerja unggul untuk memenuhi kebutuhan anggota dan lain sebagainya serta (6) anggota melaksanakan trifungsinya, karena partisipasi aktif anggota menjadi pilar utama untuk membangun kinerja Koppontren.