DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Sistem Pembelajaran SMK Berwawasan Kewirausahaan (Studi Kasus pada SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Propinsi Sulawesi Utara. (Disertasi)

Alsje Theodora M

Abstrak


Sekolah Menengah Kejuruan bidang keahlian Bisnis dan Manajemen sebagai salah satu jenis pendidikan persekolahan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan anak didik yang memiliki keunggulan dalam bidang pengetahuan, wawasan dan ketrampilan serta memiliki mental wirausaha dalam memasuki dunia kerja. Untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK dibutuhkan adanya pelaksanaan sistem pembelajaran sekolah yang berwawasan kewirausahaan berdasarkan rencana dan strategi pengembangan sekolah dalam satu kesatuan sistem yang utuh dan terpadu. Keterpaduan pelaksanaan sistem pembelajaran sekolah dipengaruhi oleh optimalisasi peran masing-masing komponen input, komponen proses dan komponen output.

Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan tentang: (1) perencanaan pembelajaran berdasarkan komponen input baik masukan mentah maupun masukan sarana, serta masukan lingkungan, (2) Komponen proses pembelajaran, dan (3) komponen output pembelajaran siswa dalam suatu sistem pembelajaran sekolah yang berwawasan kewirausahaan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik, yaitu: peneliti  berperan sebagai instrumen penelitian, informannya mereka yang mengetahui dan/atau terlibat langsung dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi dengan bantuan alat perekan atau tape recorder, kamera perekam atau handy camp dan foto. Penelitian ini, menggunakan rancangan studi kasus, yaitu: (1) kasus pertama SMK Kristen 2 Tomohon, (2) kasus kedua SMK Negeri 1 Manado dan (3) kasus ketiga SMK Negeri 1 Bitung.

Prosedur analisis data dilakukan dengan cara: (1) masing-masing kasus dianalisis untuk memperoleh temuan sementara dalam bentuk proposisi masing-masing kasus,(2) temuan sementara kasus pertama, dan kasus kedua dilakukan analisis lintas kasus untuk memperoleh temuan sementara hasil analisis lintas kasus, dan (3) temuan sementara hasil analisis lintas kasus pertama dan kedua dimaksud, dianalisis dengan temuan sementara hasil analisis kasus ketiga sehingga diperoleh temuan akhir analisis lintas kasus yang menghasilkan model teoritis baru dalam bentuk model pelaksanaan sistem pembelajaran sekolah yang berwawasan kewirausahaan.

 Temuan hasil penelitian: (1) dalam hal raw input sebagai perencanaan pembelajaran sekolah ditemukan raw input bahwa masing-masing sekolah melakukan seleksi penerimaan calon siswa baru untuk mengetahui kemampuan akademik, minat dan berbagai potensi siswa, guru memiliki latar belakang akademik S1 yang relevan dengan bidang keahlian, menggunakan kurikulum inti dan didukung dengan modul pembelajaran, serta tersedianya sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang cukup menunjang proses pembelajaran. (2) proses pembelajaran dilakukan dengan cara  menyusun satuan acara pembelajaran (SAP), menentukan dan menetapkan isi atau materi pembelajaran, menetapkan dan menggunakan metode dan media pembelajaran yang relevan, melakukan pengelolaan kelas secara optimal dan melakukan monitoring serta evaluasi pembelajaran dengan menggunakan standar penilaian yang jelas. (3) Hasil pembelajaran ditemukan bahwa prosentasi kenaikan kelas dari kelas X ke kelas XI dan dari kelas XI ke kelas XII terkategori sangat memuaskan. Jumlah lulusan kelas XII juga  sangat memuaskan, sedangkan daya serap lulusan, umumnya diterima pada dunia usaha dan dunia industri, sementara sebagian diterima untuk melanjutkan studi pada Fakultas Ekonomi Unsrat dan Unima. Lulusan SMK sampai penelitian berlangsung sangat terbatas diterima sebagai PNS karena jatahya sangat terbatas.

            Penelitian ini merekomendasikan: (1) pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis pada SMK perlu dipacu melalui sistem pembelajaran sekolah berwawasan kewirausahaan secara menyeluruh dan terpadu. (2) Bagi Dinas pendidikan Nasional Kota Tomohon, Manado dan Bitung kiranya dapat meningkatkan dukungan pengadaan fasilitas pembelajaran di masing-masing sekolah untuk kebutuhan laboratorium, media pembelajaran komputer dan perpustakaan, serta prasarana lainnya di sekolah. (3) Bagi SMK di lokasi penelitian kiranya dapat memperjelas standar rekruitmen calon siswa baru, standar isi dan penilaian pembelajaran, serta standar kemitran praktikum dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra sekolah. (4) perlu dilakukan penelitian lanjut dengan menggunakan pendekatan metode penelitian lain dari aspek lain misalnya dengan metode kuantitatif dari aspek kepemimpinan kepala sekolah, latar belakang pendidikan guru, kemampuan guru mendisain pembelajaran kewirausahaan, dan faktor-faktor pembiayaan pendidikan oleh orang tua terhadap tingkat kelulusan siswa pada sekolah-sekolah menengah kejuruan bidang keahlian bisnis dan manajemen.

Teks Penuh: DOC PDF