DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Supervisi Akademik, dan Keefektifan Komunikasi dengan Penerapan Total Quality Management Pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar.

ANDI WAHED

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahed, Andi. 2014. Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Supervisi Akademik, dan Keefektifan Komunikasi dengan Penerapan Total Quality Management Pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Ahmad Sonhadji KH. M.A., Ph.D (2) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd

 

Kata kunci:kepemimpinan kepala sekolah, supervisi akademik, keefektifan komunikasi, Total Quality Management.

Penerapan TQM mensyaratkan adanya kepemimpinan, perbaikan secara kontinyudan komunikasi yang efektif, dalam suatu institusi. Kepala sekolah selaku pimpinan perlu mengembangkan strategi peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah, supervisi Akademik, keefektifan komunikasi,dan penerapan TQM pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung antar variabel.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif analisis jalur.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel eksogen (bebas) yaitu kepemimpinan kepala sekolah (X1), supervisi akademik (X2), dan keefektifan komunikasi (X3) yang juga sekaligus berfungsi sebagai variabel perantara,denganpenerapan TQMadalah variabel endogen/terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar yang berstatus PNS sebanyak 280 orang. Dengan menggunakan formula Slovin diperoleh jumlah sampel 165 orang. Penentuan besaran sampel tiap sub-populasi menggunakan teknik proposional random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner skala Likert lima pilihan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1)penerapan TQM pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar tergolong baik, (2) Supervisi Akademik pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar tergolong baik, (3) keefektifan komunikasi pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar tergolong baik,   (4) kepemimpinan kepala sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar tergolong baik, (5) terdapat hubungan langsung yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan penerapan TQM pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (6) tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan antara supervisi akademik dengan penerapan TQMpada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (7) terdapat hubungan yang signifikan antara keefektifan komunikasi dengan penerapan TQM pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (8) terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan keefektifan komunikasi pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (9) terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi akademik dengan keefektifan komunikasipada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (10) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan penerapan TQMmelalui keefektifan komunikasi pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar, (11) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara supervisi akademik dengan penerapan TQMmelaluikeefektifan komunikasi pada SMA Negeri di Kabupaten Polewali Mandar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka di sarankan; (1) kepada semua kepala SMA Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Polewali Mandar untuk senantiasa meningkatkan kepemimpinannya, serta senantiasa melakukan komunikasi yang efektif agar penerapan TQM semakin baik, (2) Oleh karena tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan antara supervisi akademik dengan TQM maka dalam rangka upaya peningkatan mutu melalui penerapan TQM,maka staf, guru dan kepala sekolah sebagai supervisor harus senantiasa menggunakan komunikasi yang efektif ketika supervisi akademik sedang berlangsung, dan (3) oleh karena terdapat nilai determinasi yang cukup besar pada penelitian ini, maka disarankan bagi peneliti lain yang juga meneliti tentang penerapan TQM untuk melihat variabel lain dari perspektif penerapan TQM yang tidak menjadi variabel dalam penelitian ini.