DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

peneran pembelajaran used of models dalam membangun pemahaman pecahan siswa kelas 3 SD

nur cholis, nur cholis, nur cholis

Abstrak


ABSTRAK

 

Cholis, Nur. 2012. Penerapan Pembelajaran Used of Models Untuk Membangun Pemahaman Konsep Pecahan Pada Siswa Kelas III SDI Al Asror Tulugagung. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika SD, Program Pasca SarjanaUniversitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Edi Bambang Irawan, M.Pd. , (II) Dr. H. Shohibul Kahfi, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pembelajaran Used of Models, Pemahaman, Pecahan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pembelajaran Used of Models yang dapat membangun pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas 3 SDI Al Asror Tulungagung. Untuk menjawab masalah ini, penelitian ini dirancang dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa sekolah dasar.

Pemahaman pecahan siswa kelas III masih tergolong rendah, pemahaman siswa yang rendah tersebut diakibatkan setidaknya oleh 2 hal berikut, yaitu: (1)Tahap berfikir siswa sekolah dasar yang masih pada tataran berfikir kongkret tidak di antisipasi guru dengan mengajarkan materi pecahan menggunakan bantuan bahan manipulatif, sehingga pembelajaran  terkesan tekstual; (2) Dalam penyampaian materi guru lebih mendahulukan ketuntasan penyampaian kurikulum dari pada membangun pemahaman siswa, sehingga pemahaman siswa terhadap materi pecahan yang diajarkan kurang diperhatikan. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan sendiri konsep pecahan berdasarkan pengalaman yang dimiliki siswa.

Penelitian ini menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, hasil tes belajar siswa sebagai instrumen pengumpul­an data. Data penelitian diperoleh dari hasil angket pra-penelitian, tes akhir tiap siklus, hasil pengamatan kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajar siswa, serta hasil wawancara dengan siswa. Materi yang disampaikan dalam penelitian ini adalah materi tentang pecahan sederhana dan materi pecahan ekivalen/senilai. Prosedur pelaksanaan penelitian berupa suatu langkah siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan (plan), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (refleksion).

Penelitian ini dilaksanakan dua siklus: pelaksaan siklus I terdiri dari tiga pertemuan, pertemuan pertama membahas tentang pecahan sederhana, pertemuan kedua membahas pecahan ekivalen dan di pertemuan ketiga pelaksanan tes siklus pertama; pelaksanaan siklua II terdiri dari tiga pertemuan, pertemuan pertama membahas pecahan ekivalen, pertemuan kedua memantapkan materi dan pertemuan ketiga melaksanakan tes siklus II.

Berdasarkan uji lapangan ditemukan bahwa penerapan pembelajaran Used of Models  berbantuan bahan manipulatif dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa memahami materi pecahan dan pecahan ekivalen. Hal ini dapat dilihat pada (1) hasil kerja siswa kelompok, diketahui bahwa semua anggota kelompok sudah dapat menentukan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan bahan manipulatif, (2) melalui wawancara peneliti dengan subyek penelitian, diperoleh bahwa siswa sudah dapat memenentukan bentuk pecahan dan notasi pecahan yang ada dalam LKS, walaupun masih ada diantara siswa yang menjawab salah pada saat tes akhir siklus, tetapi setelah diwawancarai subyek tersebut dapat memahami dengan baik, (3) rata-rata skor tes untuk seluruh siswa setiap tindakan mengalami kemajuan, seperti pada siklus I dan siklus II rerata masing-masing adalah 73,6 dan 76. Adanya peningkatan skor tes ini dapat diinterpretasikan bahwa siswa sudah mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi pecahan sederhana dan pecahan senilai yang disajikan dengan pembelajaran Used of Modes berbantuan bahan manipulatif.

Berdasarkan temuan penelitian, diajukan saran sebagai berikut. Pertama, guru dapat menerapkan model pembelajaran Used of models sebagai alternatif untuk membangun pemahaman siswa konsep pecahan dengan spesifikasi pada pecahan sederhan dan pecahan ekivalen. Kedua,  dalam pelaksanaan Used of Models, seharusnya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengarahkan siswa untuk melakukan koneksi dengan pengetahuan atau materi yang sudah dia pelajari sebelumnya baik dari pelajaran sebelumya ataupun dari hasil pengalaman yang dialami. Ketiga, guru disarankan untuk dapat mengembangkan kemampuan koneksi materi dengan bahan manipulatif selama proses pembelajaran untuk memahamkan siswa pada konsep pecahan. Keempat, guru disarankan untuk merancang LKS yang memberi ruang bagi siswa untuk menggunakan representasi atau melakukan koneksi dengan tepat berkaitan dengan konsep dasar pecahan. Kelima, disarankan kepada pihak sekolah dan pihak terkait untuk memberikan fasilitas bagi kemudahan guru dan siswa dalam menggunakan dan memperoleh alat-alat peraga yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Keenam, untuk pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah dan jajaran guru, disarankan agar hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam rangka mengefektifkan pembinaan strategi pembelajaran terlebih pada materi pecahan, sekaligus juga sebagai masukan untuk memotivasi guru dalam menciptakan model – model pembelajara yang lebih baik dan efisien.