DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Tumbuhan untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMAN 8 Malang

Fuji Eka Ariyanti

Abstrak


ABSTRAK

Eka A., Fuji. 2013. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Tumbuhan untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMAN 8 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D, (2) Dr. H. Hadi Suwono, M.Si.

 

Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Keterampilan Proses, Hasil Belajar Kognitif, Keanekaragaman Hayati Tumbuhan.

Pada dasarnya pelajaran biologi berupaya untuk membekali siswa dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan cara mengerjakan untuk memahami alam sekitar secara mendalam. Hasil observasi yang dilakukan di SMAN 8 Malang 53% siswa menyatakan bahwa guru masih menggunakan metode dan stategi pembelajaran konvensional atau ceramah serta terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki buku paket biologi. Sehingga, pembelajaran biologi belum maksimal dan belum mengembangkan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan ini merupakan salah satu usaha untuk menyajikan suatu perangkat pembelajaran yang mengakomodasikan siswa mengamati keanekaragaman hayati tumbuhan yang ada disekitar lingkungan untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa.

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan untuk siswa kelas X SMAN 8 Malang yang berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Elektronik (E-Book), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Instrumen Penilaian. Prosedur pengembangan mengadaptasi proses perancangan pengajaran Kemp yang terdiri dari tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) menentukan tujuan umum dan pokok bahasan; (3) analisis karakteristik siswa; (4) menentukan isi materi ajar; (5) menyatakan tujuan pembelajaran; (6) merancang kegiatan belajar-mengajar; (7) memilih sumber pengajaran; (8) merinci pelayanan penunjang; (9) mengevaluasi hasil belajar; (10) memberikan uji awal kepada siswa.

Hasil analisis data skor penilaian validasi ahli materi terhadap Buku Elektronik (E-Book) menunjukkan bahwa secara keseluruhan materi keanekaragaman hayati berkategori sangat baik dan diputuskan tidak revisi. Hasil analisis data skor penilaian ahli pembelajaran menunjukkan nilai

sebesar 92,24% (>85%) untuk silabus, 90,73% (>85%) untuk RPP, 91,67% (>85%) untuk LKS, 95% (>85%) untuk soal tes kognitif dan soal tes keterampilan proses. Penilaian

pada lembar validasi oleh ahli praktisi lapangan menunjukkan nilai sebesar 100% (>85%) untuk silabus, 95,56% (>85%) untuk RPP, 100% (>85%) untuk LKS, 100% (>85%) untuk soal tes kognitif dan soal tes keterampilan proses. Hal tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan oleh ahli pembelajaran dan praktisi lapangan kategori sangat baik sehingga keputusan ujinya tidak revisi.

Implementasi perangkat pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati tumbuhan Kelas X5 menunjukkan bahwa hasil gain rata-rata aktual maksimum sebesar 0,64 untuk keterampilan proses dan 0,56 untuk hasil belajar kognitif siswa. Kelas X4 menunjukkan sebesar 0,67 untuk keterampilan proses dan 0,31 untuk hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dikembangkan memiliki tingkat keefektifan yang medium terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan, beberapa saran pemanfaatan yang dapat disampaikan antara lain: (1) Bagi guru yang ingin mengimplementasikan pembelajaran keanekaragaman hayati tumbuhan, hendaknya memperhatikan dengan cermat langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing, NHT, dan STAD serta memahami topik materi yang dikembangkan; (2) Bagi guru yang ingin menggunakan E-Book, hendaknya memperhatikan dengan cermat petunjuk penggunaan E-Book.

Saran pengembangan lebih lanjut antara lain: (1) tahap uji coba perlu dilakukan pada keseluruhan kompetensi dasar yang telah dikembangkan untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran; (2) tahap uji coba perangkat pembelajaran hanya dilaksanakan secara tatap muka dan offline, untuk pengembangan lebih lanjut perangkat pembelajaran dilaksanakan secara online dengan menggunakan moodle; (3) pengembangan lebih lanjut perlu dikaji dan dikembangkan untuk seluruh materi pada kelas X atau bahkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk semua tingkat pada jenjang SMA.

Saran diseminasi antara lain: (1) perlu dilaksanakan sosialisasi untuk mengenalkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan; (2) perlunya naskah diterbitkan melalui suatu lembaga penerbit; (3) produk hasil pengembangan perlu dimuat pada fasilitas moodle yang dikelola oleh instansi terkait.