DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Perempuan pada MAN Mojosari.

vevio salam jayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Vevio Salam Jayanti. 2013. Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Perempuan pada MAN Mojosari. Tesis. Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Ahmad Sonhadji K. H., M. A., Ph. D., (II) Prof. Dr. Ali Imron, M. Pd.

Kata kunci: kepemimpinan, kepala Sekolah, proses pembelajaran, kepala sekolah perempuanEfektivitas tugas utama kepala sekolah dalam bidang pengembangan akademik yang diperlukan adalah kapasitas dan kapabelitas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah perempuan memiliki gaya kepemimpinan dan karakteristik tersendiri untuk memperbaiki mutu sekolah dan meningkatkan hubungan kerjasama antar pegawai. Fokus penelitian ini diantaranya, 1) wujud perilaku kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri Mojosari dalam memperbaiki pengajaran guru, pembelajaran murid, dan kurikulum; 2) faktor eksternal dan internal  yang mempengaruhi pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah perempuan dan upaya-upaya meminimalisirkan permasalahan yang timbulTujuan penelitian ini digunakan untuk menjawab daripada fokus penelitian yang diantaranya, adalah 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri Mojosari dalam memperbaiki pengajaran guru, pembelajaran murid, dan kurikulum; 2) mengetahui Faktor Eksternal dan Internal  yang mempengaruhi pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah perempuan dan upaya-upaya meminimalisirkan permasalahan yang timbul.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk mencari dan menjawab fokus penelitian. Dalam hal ini peneliti adalah instrumen utama dan kepala sekolah sebagai informan utama untuk memperoleh data-data dalam penelitian ini. Data penelitian ini berupa ujaran-ujaran hasil dari wawancara dengan kepala sekolah, para wakasek, guru-guru, murid dan staff sekolah yang dilakukan oleh peneliti selama melakukan obseravasi lapangan. Dalam mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan handycamera dan handphone, pedoman wawancara, lembar pengamatan, catatan lapangan dan untuk studi dokumentasi, peneliti memperoleh surat keputusan pengangkatan jabatan, lembar NEM siswa, dokumen kepegawaian dan susunan kepanitian kerja. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber data, member check, data, teori ahli, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah di MAN Mojosari cukup terbuka dan sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah perempuan dalam praktik pembelajarannya dapat meningkatkan kualitas pengajaran guru yang secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik dalam bidang intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kepala sekolah perempuan menerapkan sistem disiplin dan manajemen kerja yang jelas dalam proses kepemimpinan pembelajarannya.  Proses tersebut meliputi 1) kepala sekolah perempuan mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam kepemimpinannya 2) pengunaan berbagai strategi untuk dapat mengontrol dan memanajemen proses pembelajaran, dan 3) memfokuskan dan menekankan pada pembelajaran yang komponen-komponennya meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, asessmen,  penilaian, pengembangan guru, layanan khusus dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. Dengan menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang berfokus pada mengembangkan kualitas guru dan pembawaan yang halus dalam menerapkan sistematika baru dapat memberikan hubungan kepercayaan yang baik dan etos kerja yang meningkat. Sementara itu, kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah juga dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal, yang meliputi: 1) nilai-nilai dan harapan masyarakat dan 2) kelembagaan. Dan faktor internal, yang meliputi: 1) penerapkan prinsip-prinsip pengelolaan dalam merumuskan struktur-struktur kerja guru dan siswa yang khas dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, 2) penetapan visi dan misi sekolah dengan komunikasi, merealisasikannya dan menjadikannya sebagai pedoman, 3) penataan pembelajaran baik program intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, 4) peningkatan kualitas pembelajaran untuk meningkatkan profesionalitas guru dengan melakukan supervisi, MGMP, seminar dan lokakarya, dan 5) membentuk iklim yang positif disekolah supaya terbentuk persaingan yang kompetitif dan produktif.Disamping itu, adanya saran-saran yang dapat dijadikan sebagai masukan, antara lain: 1) adanya peningkatan kemampuan kepemimpinan perempuan agar dapat mempunyai posisi tawar yang setara serta memiliki akses dan peluang untuk terlibat dalam pembangunan; dan 2) diharapakan adanya pemberdayaan kepala sekolah perempuan kearah yang lebih baik tanpa adanya diskriminasi jabatan.