DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Lembar Kerja Siswa Bercirikan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman fungsi Eksponen pada Siswa Kelas XI ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura) SMKN 1 Purwosari. (Tesis)

Dwi Mei, I Nengah Parta, Hery Susanto

Abstrak


Penelitian awal di SMK Negeri 1 Purwosari menunjukkan bahwa suasana pembelajaran matematika masih didominasi guru dan siswa tidak dilibatkan secara aktif untuk menemukan konsep. Akibatnya siswa cenderung meniru apa yang dilakukan guru selanjutnya menghafal tanpa memahami makna yang sebenarnya. Selain itu bahan ajar berupa LKS yang digunakan kebanyakan memuat ringkasan materi, contoh soal, dan latihan soal sehingga siswa hanya mendapatkan ketrampilan prosedural dan jauh dari aktivitas pemecahan masalah. Berdasarkan wawancara dengan guru dan pengalaman peneliti, siswa juga memiliki kesulitan dalam memahami materi fungsi eksponen. Oleh karena itu perlu dikembangkan bahan ajar yang melibatkan siswa dalam membangun pemahaman konsep dan membiasakan dengan kegiatan pemecahan masalah. Bahan ajar yang dikembangkan adalah LKS yang bercirikan pembelajaran berbasis masalah pada materi fungsi eksponen.

Tujuan penelitian ini adalah  menghasilkan LKS Bercirikan Pembelajaran Berbasis Masalah pada materi fungsi eksponen yang valid, praktis dan efektif. Penentuan kriteria tersebut melalui proses validasi dan ujicoba. Kriteria valid didasarkan pada penilaian validator terhadap LKS, RPP, dan instrument penelitian. Kriteria praktis didasarkan pada hasil pengamatan keterlaksanaan LKS dan aktivitas guru. Kriteria efektif didasarkan pada hasil pengamatan aktivitas siswa, ketuntasan belajar, dan respon siswa setelah menggunakan LKS yang dikembangkan.

LKS ini dikembangkan berdasarkanfour-D model sebagai acuan.  Model ini disarankan oleh Thiagarajan, Semmel & Semmel. Model ini mempunyai empat tahap pengembangan, yaitu Define, Design, Develop,dan Disseminate. Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi, yakni penelitian dilakukan hanya sampai tahap Develop. Tahap Disseminate tidak dilakukan karena penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan membutuhkan kajian yang lebih mendalam sehingga tahap ini dapat dilaksanakan pada penelitian selanjutnya.

Berdasarkan hasil validasi tiga validator, diperoleh skor rata-rata seluruh aspek LKS adalah 3,44 sehingga menurut kriteria LKS dikatakan valid. Hasil pengamatan keterlaksanaan LKS seluruh pertemuan diperoleh skor 3,45 dan aktivitas guru seluruh pertemuan diperoleh skor 3,54 sehingga menurut kriteria LKS dikatakan praktis. Hasil pengamatan aktivitas siswa diperolehskor 3,52, ketuntasan belajar siswa setelah menggunakan LKS yang dikembangkan mencapai 84,41 %, dan siswa memberikan respon positif terhadap penggunakan LKS yang ditunjukkan dari hasil angket respon siswa diperoleh skor 3,24 sehingga menurut kriteria LKS dikatakan efektif.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan LKS yang dikembangkan perlu diperhatikan beberapa hal yaitu (1) Peran guru sebagai fasilitator sangatlah penting, oleh karena itu guru harus mendampingi siswa dalam mengerjakan LKS sehingga aktivitas yang diminta dalam LKS dapat terlaksana secara keseluruhan, (2) Guru yang akan menggunakan LKS ini pada pembelajaran seharusnya memahami isinya dan mempelajari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dikembangkan secara cermat sehingga guru dapat menguasai dan melaksanakannya dengan baik dan tepat waktu, dan (3) Pembentukan kelompok seharusnya heterogen sehingga siswa dengan kemampuan rendah dapat mempercepat proses belajarnya.

 

Kata Kunci : Pengembangan, LKS, PembelajaranBerbasisMasalah, Fungsi Eksponen.