DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Tipe Visualisasi—pada Strategi Presentasi Multimedia Pembelajaran Berbantuan Komputer—dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Penerapan Konsep dan Prosedur Pemodelan Berorientasi-objek. (Disertasi)

Muhammad Rusli, I Wayan Ardhana, I Nyoman Sudana Degeng, Waras Kamdi

Abstrak


Keefektifan sebuah pembelajaran tergantung pada empat unsur utama yaitu konten, hasil belajar yang diinginkan, metode pembelajaran, dan media penyampaian. Integrasi keempat unsur tersebut dapat diwujudkan dalam sebuah modul pembelajaran yang disebut multimedia pembelajaran atau pembelajaran dengan multimedia. Dalam konteks pembelajaran dengan multimedia berbantuan komputer, terdapat dua hal utama yang perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan efektif: bagaimana konten/informasi dipresentasikan, dan apa preferensi cara pebelajar dalam menerima dan memproses informasi menjadi pengetahuan yang bermakna. Yang pertama berhubungan dengan tipe visualisasi konten/informasi (statis atau animasi) dan bagaimana manusia belajar. Pilihan tipe visualisasi konten/informasi tersebut dapat mempengaruhi proses kognitif pebelajar dan selanjutnya dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Pengaruh tersebut bisa terjadi karena terbatasnya kapasitas memori sensori (berhubungan dengan saluran informasi masuk secara visual/audio melalui penglihatan/ pendengaran) dan memori kerja pebelajar dalam memproses informasi menjadi pengetahuan yang bermakna. Yang kedua berhubungan dengan gaya belajar pebelajar. Keefektifan pembelajaran dengan multimedia tergantung pada sejauh mana gaya belajar pebelajar diakomodasi dalam strategi pembelajarannya.

Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh tipe visualisasi—pada  strategi presentasi multimedia pembelajaran berbantuan komputer—dan gaya belajar terhadap kemampuan mahasiswa dalam penerapan konsep dan prosedur pemodelan berorientasi-objek. Tipe visualisasi pada strategi presentasi multimedianya bertindak sebagai variabel independen dengan dua perlakuan yaitu visualisasi statis dan visualisasi animasi.  Gaya belajar mahasiswa (visual  vs verbal) bertindak  sebagai variabel moderator.  Strategi pembelajarannya mengikuti  Merril (Component Display Theory) dan format presentasi multimedianya mengikuti Mayer dan Moreno (Seven Principles of Multimedia Learning). Pembelajaran dengan multimedia berbantuan komputer dilakukan di kelas dengan subjek penelitiannya adalah mahasiswa STMIK STIKOM Bali semester empat tahun akademik 2011-2012. Desain eksperimennya menggunakan rancangan faktorial multivariat Manova 2x2 dengan besar sampel 164 mahasiswa tersebar kedalam 6 kelas.

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar (kemampuan penerapan konsep dan prosedur pemodelan berorientasi-objek) mahasiswa yang  menerima multimedia pembelajaran dengan presentasi visualisasi animasi lebih unggul dibanding  dengan mahasiswa yang menerima multimedia pembelajaran dengan presentasi visualisasi statis, apa pun gaya belajar yang dimiliki mahasiswa (visual/verbal).

Berkenaan dengan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan, yaitu: (1) pada pembelajaran dengan multimedia interaktif (kendali pebelajar), presentasi konten/informasi yang bertipe prosedur (termasuk konsep-konsep subordinatnya) sebaiknya divisualisasikan secara animasi agar pebelajar dapat mengelola beban kognitifnya saat melakukan proses belajar. Adapun presentasi konten/informasi yang bertipe fakta/konsep, guna efisiensi, sebaiknya cukup divisualisasikan secara statis; dan (2) dalam pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, untuk  informasi yang bersifat konseptual/prosedural, presentasi simbol/gambar/tabel/diagram/animasi (tipe informasi yang disukai pebelajar yang memiliki gaya belajar visual) sebaiknya disertakan secara ekstensif selain teks/narasi/sound (tipe informasi yang disukai pebelajar yang memiliki gaya belajar verbal).

 

Kata-kata kunci: Multimedia pembelajaran, strategi presentasi, visualisasi statis, visualisasi animasi, gaya belajar, penerapan konsep, penerapan prosedur, pemodelan berorientasi-objek.