DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Supervisi Pengajaran Berpendekatan Artistik pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Bumigora (Studi Multisitus pada MIN Unggul 1, MIN Unggul 2 , MIN Unggul 3). (Disertasi)

Wahab Wahab, Ahmad Sonhadji K.H, Ibrahim Bafadal, Willem Mantja

Abstrak


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) program supervisi pengajaran berpendekatan artistik yang disusun oleh kepala madrasah pada tiga situs di kabupaten Bumigora, (2) pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik pada tiga situs di kabupaten Bumigora, (3) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik pada tiga situs di kabupaten Bumigora, (4) kinerja guru sebagai dampak dari pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik di kabupaten Bumigora.

Penelitian ini menggunakan rancangan studi multisitus dengan metode induksi analisis termodifikasi. Lokasi penelitian di MIN Unggul 1, MIN Unggul 2, dan MIN Unggul 3. Informan dalam penelitian ini adalah pengawas pendidikan agama Islam, kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan: (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan peran serta, dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu: (1) analisis data situs tunggal, (2) analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data melalui: (1) triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data, (2) pengecekan anggota (member check), (3) diskusi dengan teman sejawat serta arahan dosen pembimbing.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) program supervisi yang disusun kepala madrasah dilakukan pada awal tahun ajaran dengan berkonsultasi dengan pengawas pendidikan agama Islam dalam rapat koordinasi kelompok kerja kepala madrasah dan disosialisasikan kepada semua guru pada rapat dewan guru di awal tahun ajaran baru serta dijabarkan dalam rencana pelaksanaan supervisi, (2) pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik berdasarkan pada: (a) ketekunan, ketelitian, kecermatan, ketelatenan dalam mengamati, merasakan dan mengapresiasi pengajaran, (b) kemampuan komunikasi, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara efektif, empati, dan menyenangkan (santun, sopan, halus, sejuk, lembut, puitis, mudah dimengerti oleh orang lain), kemampuan mendengarkan keluhan, masukan, dan pertanyaan dari guru, (c) kesantunan berperilaku, yaitu mengedepankan akhlak mulia, (d) keterampilan interpersonal, yaitu keterampilan mengelola hubungan baik dan kerjasama dengan guru, (e) sensitivitas (kepekaan), yaitu: berempati atau memahami apa yang dirasakan orang lain, cepat tanggap terhadap perubahan yang dialami guru, sikap saling pengertian dan saling memahami, sikap peduli terhadap orang lain; (3) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik dibangun dengan persepsi positif, yaitu: (a) supervisi pengajaran yang sangat tepat, membangkitkan semangat belajar, mempertingi gairah dan keseriusan dalam mengajar, mempertinggi kreativitas dan motivasi berprestasi, mempertinggi rasa tanggung jawab terhadap tugas, (b) supervisi pengajaran yang sangat baik dan menyenangkan, menumbuhkan dan membangkitkan semangat dan gairah kerja guru, menumbuhkan komitmen terhadap tugas, (c) supervisi pengajaran yang sangat sesuai, dapat memperbaiki etos kerja dan kejujuran, memperkuat loyalitas dan disiplin, (d) supervisi pengajaran yang mampu membuat suasana dan hubungan kerja yang baik dan kondusif, respek dalam memahami diri, mampu mengontrol emosi, (e) supervisi pengajaran yang mampu membangkitkan inisiatif, prakarsa, kemauan bekerja dan jiwa pengabdian, memotivasi semangat dan gairah kerja guru; (4) kinerja guru meningkat sebagai dampak dari pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik, yaitu: (a) kinerja guru meningkat dalam perencanaan pembelajaran, (b) kinerja guru meningkat dalam pelaksanaan pembelajaran, (c) kinerja guru meningkat dalam disiplin tugas.

Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas disarankan: (1) guru hendaknya aktif dalam menyikapi pelaksanaan supervisi pengajaran berpendekatan artistik yang dilaksanakan oleh kepala madrasah dan guru hendaknya menonjolkan nuansa artistik dalam melaksanakan tugasnya selaku pendidik, (2) kepala madrasah hendaknya memanfaatkan prinsip supervisi artistik, dalam menyusun program supervisi, melaksanakan supervisi, dan menilai keberhasilan supervisi. Dalam pertemuan supervisi, kepala madrasah hendaknya tidak mendominasi pembicaraan, tetapi kepala madrasah memberi keleluasaan kepada para guru untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, maupun komentar tentang supervisi yang telah dilaksanakan, (3) pengawas pendidikan agama Islam hendaknya menanamkan pemahaman akan konsep dasar supervisi pengajaran berpendekatan artistik terhadap semua kepala madrasah. Fokus supervisi hendaknya tidak hanya ditekankan pada masalah administrasi, namun lebih ditekankan pada kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar, (4) kementerian agama kabupaten Bumigora hendaknya merekomendasikan kepada para kepala madrasah agar memanfaatkan pendekatan artistik dalam supervisi pengajaran, dan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kepala madrasah dan pengawas pendidikan agama Islam terkait dengan supervisi pengajaran berpendekatan artistik, (5) para peneliti lain hendaknya melakukan penelitian lanjutan di situs lain yang sejenis yang berkaitan dengan topik ini untuk mengembangkan dan mengkaji lebih mendalam tentang supervisi pengajaran berpendekatan artistik.

 

Kata kunci: Supervisi pengajaran, pendekatan artistik, Madrasah Ibtidaiyah Negeri.