DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Aplikasi Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah dalam Mengelola Sekolah Menengah Kejuruan. (Disertasi)

Muljo Rahardjo, Ahmad Sonhadji K.H, Hendyat Soetopo, Willem Mantja

Abstrak


Globalisasi sebagai tantangan nyata pertumbuhan, dapat berdampak positif jika disikapi secara positif. Tantangan utama dalam globalisasi adalah penyediaan sumberdaya manusia, sehingga pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam mengantisipasi globalisasi. Kepala sekolah merupakan sosok sentral di sekolah, karena memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan sekolah. Permendiknas.No.13 Tahun 2007, memuat kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh kepala sekolah, satu diantaranya adalah kompetensi kewirausahaan. Karena itu kajian tentang kompetensi kewirausahaan kepala sekolah sangat diperlukan untuk memberikan bantuan kepada para kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya.

Berdasarkan konteks penelitian di atas, maka dirumuskan fokus penelitian sebagai berikut: (1) dorongan aplikasi kompetensi kewirausahaan, (2) prosedur aplikasi kompetensi kewirausahaan, (3) strategi menjalin kerjasama, (4) model pengontrolan aplikasi kompetensi kewirausahaan, (5) manfaat aplikasi kompetensi kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) hal-hal yang terkait dengan dorongan aplikasi kompetensi kewirausahaan, (2) langkah-langkah dalam prosedur aplikasi kompetensi kewirausahaan, (3) strategi menjalin kerjasama, (4) model pengontrolan aplikasi kompetensi kewirausahaan, (5) manfaat aplikasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam mengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan rancangan studi multikasus. Penelitian dilakukan di empat lokasi yaitu: (1) SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SKMN 2 Batu. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan dan memadukan temuan-temuan kasus untuk dikonstruksi dan disusun secara sistematis. Untuk mencegah pembiasan penafsiran data saat pelaksanaan, dilakukan pengujian kredibilitas, dependabiitas, dan konfirmabilitas.

Hasil penelitian meliputi: Pertama, dorongan aplikasi yang terdiri atas: (1) komitmen tinggi, (2) keinginan untuk berprestasi, (3) pencapaian keberhasilan, (4) IPTEK, (5) sumberdaya, (6) meningkatkan kinerja, (7) membentuk citra positif, (8) budaya kerja yang baik, (9) kepuasan batin, (10) pengalaman, (11) tantangan, dan (12) tuntutan tugas. Kedua, prosedur aplikasi dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) analisis, (2) penyusunan program (3) pembekalan, (4) pelaksanaan, dan (5) evaluasi, Ketiga, strategi menjalin kerjasama yang terdiri atas pendekatan: (1) unjuk kerja, (2) komunikasi efektif, (3) saling menguntungkan. Keempat, model pengontrolan aplikasi yang terdiri atas: (1) menggunakan format, (2) durasi waktu: harian, bulanan, dan semesteran, (3) pelaku pengontrolan dan (4) laporan digunakan sebagai sarana pengontrolan. Kelima, manfaat aplikasi yaitu: (1) bagi siswa, (2) bagi guru dan karyawan, (3) bagi sekolah, dan (4) bagi masyarakat dan dunia usaha/industri.

Berdasarkan temuan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa, aplikasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah terdiri atas empat proses: (1) dorongan aplikasi, (2) prosedur aplikasi, (3) strategi menjalin kerjasama, dan (4) model pengontrolan. Aplikasi tersebut dapat memberikan empat manfaat: (1) bagi siswa, (2) bagi sekolah, (3) bagi guru dan karyawan, dan (4) bagi masyarakat. Implikasi teoritis hasil penelitian, mendukung teori motivasi McClelan, teori pengembangan produk Longenecker, teori organisasi unggul Sallis, teori sistem kontrol Holland, teori kepala sekolah efektif Dubbin dan Roche. Untuk implikasi praktis, hasil dari penelitian ini mendukung amanat Permendiknas no 13 th 2007 butir B3 tentang kompetensi kewirausahaan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah. Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian, maka disarankan kepada: (1) Kepala SMK yang belum melakukan aplikasi kompetensi kewirausahaan, disarankan mengadakan studi banding ke SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 2 Batu, untuk mengidentifikasi beberapa keunggulan yang dimiliki oleh keempat sekolah tersebut. Sehingga dapat digunakan sebagai acuan pengembangan SMK yang efektif, (2) Pengawas Sekolah, disarankan untuk melakukan kunjungan ke SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 2 Batu,agar memperoleh gambaran terperinci tentang pengelolaan program prakerin yang efektif (3) Dinas Pendidikan Propinsi, Kota, dan Kabupaten, disarankan untuk melakukan identifikasi terhadap keunggulan SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 2 Batu. Kemudian dianalisis, dan hasilnya digunakan sebagai acuan pembuatan kebijakan untuk pengelolaan SMK yang efektif, (4) Direktorat Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK) disarankan berkunjung ke SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 2 Batu., guna melakukan verifikasi terhadap keunggulan-keunggulan yang terdapat pada keempat sekolah tersebut. Kemudian menuangkan keunggulan yang dimiliki oleh keempat sekolah tersebut ke dalam buku ”best practice” kepala sekolah menengah kejuruan, (5) P4TK (Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), disarankan menganalis langkah-langah strategis yang telah dilakukan oleh keempat sekolah tersebut untuk digunakan sebagai acuan pemantapan program diklat manajemen sekolah yang dikembangkan selama ini, (6) Peneliti, disarankan mencermati hasil penelitian ini, untuk ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian lanjutan fokus-fokus lain yang lebih bervariasi, dan (7) Masyarakat dan dunia usaha/industri, disarankan melakukan pengamatan dan mencermati keberhasilan yang telah dilakukan oleh SMKN 1 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 2 Batu melalui studi banding atau dialog. Agar dapat digunakan sebagai landasan pengambilan kebijakan ketika melakukan kerjasama dengan sekolah. Sehingga kualitas kerjasama yang dibangun lebih harmonis, dan hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal.

 

Kata kunci: kompetensi kewirausahaan, kepala sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)