DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penilaian Diri Sendiri terhadap Kompetensi Profesional yang Dimiliki Guru Bahasa Inggris Tersertifikasi di Sulawesi Tengah. (Disertasi)

Anshari Syafar, Moh. Adnan Latief, Nur Mukminatien, A. Effendi Kadarisman

Abstrak


Program sertifikasi guru telah mempopulerkan standar kompetensi guru dan guru tersertifikasi. Tujuan utama sertifikasi guru adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan kinerja mereka dalam mengajar, termasuk kemampuan guru bahasa Inggris yang sudah disertifikasi dalam mengajar bahasa Inggris. Standar kompetensi guru mengharuskan guru mengajar bahasa Inggris berdasarkan komponen kompetensi yang direkomendasikan dalam standar kompetensi guru mengacu pada empat rana kompetensi yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Standar kompetensi tersebut dimaknai sebagai keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap guru bahasa Inggris yang sudah disertifikasi untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kemampuan menerapkan keterampilan mengajar bahasa Inggris inilah yang dievaluasi oleh mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menelaah tingkat kompetensi hasil penilaian diri sendiri oleh responden penelitian terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang telah mereka lakukan dan (2) menjelaskan penilaian dan persepsi responden penelitian terhadap program sertifikasi guru yang terkait dengan kehidupan sosial dan ekonomi mereka, masalah terhadap pengelolaan sertifikasi menurut responden, dan saran-saran mereka terhadap pengelolaan sertifikasi guru. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian survei dengan pengambilan sampel penelitian secara terencana. Angket dan pertanyaan digunakan untuk menjaring informasi/data yang diperlukan dalam penelitian ini, angket untuk data kuantitatif dan pertanyaan untuk data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan deskriftif statistik yaitu frekuensi, persentase, minimum, maksimun, nilai rata-rata dan standar deviasi. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan cara mengetik kembali jawaban, kemudian dibaca beberapa kali, dikode, dibandingkan dan dihubungkan sub-sub kategori yang sama untuk menetapkan kategori utama yang kemudian dikuantitaskan dalam bentuk jumlah jawaban pada setiap kategori yang sudah ditetapkan kemudian dipersentase. Hasil penilaian diri sendiri terhadap tingkat kompetensi mereka dalam mengajar bahasa Inggris beradap pada tingkat ‘cukup mampu’, ‘mampu’, dan ‘sangat mampu’. Untuk kemapuan pedagogik, hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menilai diri sendiri pada tingkat ‘mampu’ dalam mengajar bahasa Inggris pada tuju macam ketrampilan yang disarankan, dua keterampilan pada tingkat ‘sangat mampu’ dan satu ketrampilan pada tingkat ‘cukup mampu’. Untuk kompetensi kepribadian, hasilnya menunjukkan enam ketrampilan dinilai pada tingkat ‘sangat mampu’ dan satu ketrampilan pada tingkat ‘mampu’. Untuk kompetensi sosial, empat ketrampilan mereka nilai pada tingkat ‘mampu’ dan tiga ketrampilan dinilai pada tingkat ‘sangat mampu’. Sedangkan tingkat kompetensi profesional menunjukkan bahwa mereka menilai diri sendiri ‘mampu’ melakukan pembelajaran bahasa Inggris pada dua puluh empat ketrampilan, lima pada tingkat ‘sangat mampu’, dan dua pada tingkat “cukup mampu’. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden menanggapi positif program sertifikasi karena (1) dapat meningkatkan taraf kesejahteraan kehidupan sosial-ekonomi bahkan status sosial, (2) meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, (3) memotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke program master, dan (4) bertambah ilmu melalui pelatihan (PLPG). Namun, temuan juga menunjukkan bahwa pengelolaan program sertifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten menimbulkan ketidaksenangan karena (1) pembayaran kompensasi selalu tertunda-tunda/tidak tepat waktu, (2) pengelola selalu meminta prasyarat yang sama dan berulang setiap tiba waktu pembayaran, dan (3) pengelola tidak pernah transparan dalam menyalurkan dana yang diterima oleh setiap guru, kemudian banyak potongan tidak jelas, selain pajak. Oleh karena itu, mereka mengajukan tiga usulan: (1) pengelola sertifikasi guru seharusnya menerapkan birokrasi yang tidak berbelit-belit dan dapat dipertanggung-jawabkan, (2) pembayaran kompensasi seharusnya tepat waktu, kalau bisa dibayar bersamaan dengan gaji setiap bulan, dan (3) pengelola proaktif mensuvervisi kinerja guru tersertifikasi dan mengambil kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru dalam proces pembelajaran bahasa Inggris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen responden diperkirakan telah berlebihan dalam menilai diri sendiri terhadap kemapuan mengajar bahasa Inggris mereka. Oleh karena itu, bagi peneliti yang ingin meneliti topik yang sama disarankan untuk memperluas cakupan penelitian pada kinerja guru dalam kelas dengan menggunakan lebih banyak instrumen penelitian dan melibatkan responden yang bervariasi seperti siswa, teman sejawat, kepala sekolah, orang tua siswa dan pengawas untuk menilai kinerja guru bahasa Inggris yang sudah disertifikasi.

 

Kata kunci: penilaian diri sendiri, sertifikasi guru, standar kompetensi guru, guru bahasa Inggris tersertifikasi, praktek pengajaran bahasa Inggris