DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Efektifitas Balikan Koreksi Kesalahan Tidak Langsung terhadap Kualitas Tulisan Mahasiswa. (Disertasi)

Abdul Muth’im, Mohammad Adnan Latief, Utami Widiati, Gunadi Harry Sulistyo

Abstrak


Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan apakah balikan koreksi kesalahan yang berbeda memberi membuat kualitas tulisan mahasiswa berbeda secara signifikan. Lima puluh empat mahasiswa terlibat dalam penelitian ini. Mereka dipilih secara acak dan ditempatkan pada tiga kelompok yang berbeda: kelompok 1A (19 mahasiswa), kelompok A2 (17 mahasiswa), dan kelompok A3 (18 mahasiswa). Kelompok A1 menerima balikan berupa sampel komentar di akhir tulisan (sample end comment – SEC - feedback), kelompok A2 mendapat balikan berupa kode-kode koreksi (coded correction feedback – CCF), dan kelompok A3 menerima balikan berupa koreksi yang tidak menggunakan kode-kode (non-coded correction feedback, NCCF). Selama sepuluh minggu, mahasiswa terlibat dalam eksperimen. Sebelum balikan diberikan, para mahasiswa diminta menulis esai # 1. Skor yang diperoleh mahasiswa pada esai # 1 dianggap sebagai indikator awal kualitas tulisan. Setelah menerima serangkaian balikan pada esai # 2, esai # 3 dan esai # 4 dan merevisi esai-esai tersebut berdasarkan balikan yang diberikan peneliti, di akhir eksperimen para mahasiswa diminta untuk menulis esai # 5 tanpa diberikan balikan. Skor yang diperoleh dari esai # 5 diangap sebagai indikator efektifitas pemberian balikan terhadap kualitas tulisan mahasiswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan One-Way ANOVA. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai tingkat signifikansi yang diamati yaitu sebesar .480 lebih besar dari .05. Ini menunjukkan bahwa tidak cukup bukti untuk menolak hipotesis nol. Artinya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan efektifitas balikan berupa SEC, CCF, dan NCCF terhadap kualitas tulisan mahasiswa. Informasi temuan penting lainnya adalah (1) kelompok A1 yang mendapatkan balikan berupa SEC feedback membuat kemajuan dalam tiga komponen menulis pada esai # 5 yaitu: isi, organisasi, dan kosa kata; tetapi tidak pada komponen tata bahasa dan mekanis. Skor rata-rata pada komponen isi  yaitu 15.03 pada esai # 1 dan 17.50 pada esai # 5 dari skor tertinggi 25. Skor rata-rata pada komponen organisasi adalah 16.58 pada esai # 1 dan 16.84 pada skor esai # 5 dari skor tertinggi skor 25. Skor rata-rata pada komponen kosa kata adalah 5.74 pada esai # 1 dan 6.42 pada esai # 5 dari skor tertinggi 10. Tetapi, pada komponen tata bahasa, dari skor tertinggi 35, pada esai # 1 skor yang diperoleh adalah 21.18 dan pada esai # 5 skor yang diperoleh adalah 20.63. Pada komponen mekanis, dari skor tertinggi 5, skor yang diperoleh pada esai # 1 adalah 3.37 dan pada esai # 5 skor yang diperoleh adalah 3.21. (2) Kelompok 2A yang menerima CCF membuat kemajuan pada empat komponen menulis: isi, organisasi, kosa kata, dan mekanis; tetapi tidak pada komponen tata bahasa. Pada komponen isi, dari skor maksimal 25, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 15.93 dan pada esai # 5 adalah 18.86. Pada komponen organisasi, dari skor maksimal 25, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 14.54 dan pada esai # 5 adalah 16.72. Pada komponen kosa kata, dari skor maksimal 10, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 6.20 dan pada esai # 5 adalah 6.39. Pada komponen mekanis, dari skor maksimal 5, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 2.57 dan pada esai # 5 adalah 3.08. Tetapi, pada komponen tata bahasa, dari skor maksimal 35, skor rata-rata pada esai # 1 adalah 20.68 dan pada esai # 5 adalah 19.90. (3) Kelompok A3 yang menerima NCCF membuat kemajuan pada empat komponen menulis: isi, organisasi, tata bahasa, dan mekanis; tetapi tidak pada komponen kosa kata. Pada komponen isi, dari skor maksimal 25, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 14.03 dan pada esai # 5 adalah 17.64. Pada komponen organisasi, dari skor maksimal 25, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 14.26 dan pada esai # 5 adalah 17.78. Pada komponen tata bahasa, dari skor maksimal 35, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 19.25 dan pada esai # 5 adalah 21.97. Pada komponen mekanis, dari skor maksimal 5, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 3.03 dan esai # 5 adalah 3.31. Tetapi, pada komponen kosa kata, dari skor maksimal 10, skor rata-rata yang diperoleh pada esai # 1 adalah 6.57 dan pada esai # 5 adalah 6.39. Berdasarkan temuan-temuan di atas, beberapa saran dikemukakan di sini. Pertama, bagi mahasiswa, agar mereka dapat menulis dalam bahasa Inggris dengan baik disarankan agar meningkatkan pengetahuan mereka yang berkaitan dengan komponen-komponen menulis secara umum dan khususnya pengetahuan tentang tata bahasa, kosa kata, dan mekanis. Kedua, bagi para pengajar mata kuliah writing, dengan berkolaborasi dengan para pengajar tata bahasa, kosa kata, dan mekanis, disarankan agar membantu mahasiswa meningkatkan pengetahuan tata bahasa, kosa kata, dan mekanis mahasiswa lebih dari yang telah dilakukan sekarang. Ketiga, bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa, disarankan agar melakukan penelitian dimana kelompok-kelompok mahasiswa yang memiliki penguasaan tata bahasa yang berbeda (high, moderate, low) diberi salah satu atau lebih balikan; atau kelompok-kelompok mahasiswa yang memiliki penguasaan kosa kata yang berbeda (high, moderate, low) diberi salah satu atau lebih balikan.

 

Kata kunci: kesalahan, koreksi, balikan, tulisan