DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Guided Inquiry untuk Mengembangkan Kecakapan Hidup, Hasil Belajar dan Partisipasi melalui Pelajaran Biolo-gi di SMP Surakarta. (Disertasi)

Sri Widoretno, Yusuf Abdurrajak, Herawati Susilo, Mohamad Amin

Abstrak


Kecakapan hidup adalah serangkaian keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Kecakapan hidup dapat diperoleh dari lingkungan, sekolah formal dan non formal. Keterampilan yang termasuk dalam kecakapan hidup ada-lah: (1) personal, (2) berpikir rasional yang meliputi: menggali, menemukan, mengolah informasi dan mengambil keputusan serta memecahkan masalah, (3) sosial meliputi: keterampilan lisan, tulisan, kerjasama dan mengelola konflik/me-ngendalikan emosi, (4) akademik meliputi: keterampilan mengobservasi, meran-cang kegiatan, menyusun hipotesis, mengkoleksi data, (5) keterampilan vokasi-onal meliputi: keterampilan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan pengeta-huan yang dipelajari dan keterampilan membuat produk. Hasil belajar terdiri dari tes kognitif dan metakognitif, sedangkan partisipasi terdiri dari partisipasi sebe-lum, saat dan paska kegiatan. Proses pembelajaran guided inquiry teridentifikasi melatihkan sejumlah keterampilan serta meningkatkan hasil belajar dan partisipasi di setiap fasenya. Pembelajaran guided inquiry merupakan jembatan antara kete-rampilan yang diperlukan di era pengetahuan dengan hasil pendidikkan yang di-butuhkan, khususnya keterampilan yang diharapkan oleh masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan eksperimen yang mem-punyai tujuan: (1) menghasilkan perangkat pembelajaran guided inquiry sebagai usaha mengembangkan keterampilan dalam kecakapan hidup, hasil belajar dan partisipasi. (2) Mengkaji pengaruh pembelajaran guided inquiry pada pebelajaran Biologi terhadap kecakapan hidup, hasil belajar dan partisipasi. (3) mengkaji pengaruh kemampuan akademik terhadap kecakapan hidup, hasil belajar dan par-tisipasi. (4)  Mengkaji pengaruh interaksi antara kemampuan akademik dengan pembelajaran guided inquiry terhadap kecakapan hidup, hasil belajar dan parti-sipasi. Pengembangan perangkat menggunakan model analisis Kemp, Morrison & Ross, yang dilakukan dengan menggunakan Lesson Study (LS) yang melibatkan 35 guru Biologi SMPN Surakarta. Rancangan eksperimen menggunakan kuasi eksperimen pretes-postes non equivalent control group design. Variabel bebas adalah kemampuan akademik dan pembelajaran. Variabel terikat adalah keca-kapan hidup, hasil belajar dan partisipasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN di Surakarta. Penentuan sampel menggunakan acak random sampling untuk menetapkan 2 sampel sekolah. Setiap sekolah diambil 2 kelas se-cara acak. Sampel penelitian sebanyak 120 yang terdiri dari 60 pebelajar ber-kemampuan akademik atas dan 60 berkemampuan akademik bawah. Kecakapan hidup dan partisipasi diukur menggunakan assesment performance, hasil belajar kognitif diukur dengan tes pilihan ganda, metakognitif diukur dengan merefleksi pengetahuan yang telah dipelajari. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Anakova yang dilanjutkan uji LSD. Uji prasyarat normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji homogenitas menggunakan uji Levene’s, yang teknis pelaksanaannya menggunakan program SPSS versi 16,0 pada taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Hasil pengembangan perangkat menunjukkan perangkat pembelajaran guided inquiry dapat dipergunakan untuk meningkatkan kecakapan hidup, hasil belajar dan partisipasi. Hasil penelitian eksperimen adalah: (1) Pembelajaran guided inquiry pada pelajaran Biologi berpengaruh signifikan terhadap kecakapan hidup dan partisipasi, namun tidak berpengaruh signifikan pada hasil belajar tes kognitif. (2) Kemampuan akademik berpengaruh terhadap kecakapan hidup, hasil belajar dan partisipasi. Skor terkoreksi terbesar pada semua variabel terikat di-temukan pada kelompok yang mempunyai kemampuan akademik atas, namun persentase peningkatan skor lebih banyak ditemukan pada kelompok kemampuan akademik bawah. (3) Interaksi antara kemampuan akademik dengan pembelajaran guided inquiry berpengaruh terhadap kecakapan hidup dan partisipasi. (4) Inter-aksi antara kemampuan akademik dengan pembelajaran guided inquiry berpeng-aruh tidak signifikan pada tes kognitif dan metakognitif. Secara umum pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan potensi keterampilan yang dimiliki individu yang belajar, khususnya pada kelompok yang mempunyai kemampuan akademik bawah. Keuntungan pengelompokan akademik homogen dapat menjadi dasar pemetaan untuk prioritas pengembangan keprofe-sionalan guru dalam pembelajaran yang dapat mempengaruhi berkembangnya potensi keterampilan dalam kecakapan hidup pada pebelajar. Dasar untuk mem-perbaiki pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kecakapan hidup, hasil belajar dan partisipasi  pada mata pelajaran Biologi dapat dilakukan dengan cara: (1) Membangun komitmen antara kepala sekolah dan semua guru serta adminis-trasinya, untuk secara bersama menyusun perangkat pembelajaran guided inquiry. (2) Kerjasama antara guru di lingkungan sekolah dan guru sebidang melalui MGMP untuk mengembangkan pembelajaran guided iquiry. (3) Guru memahami setiap langkah yang mendasari tujuan yang akan dicapai dari setiap keterampilan yang ditunjukkan melalui RPP.  (4) Mengusahakan kontekstual pada setiap topik yang dipelajari. (5) Memahami setiap fase dan tahapan pembelajaran guided inquiry. (6) Kerjasama dengan LPTK sebagai penghasil guru dilakukan lebih re-alitis dan operasional yang bermanfaat untuk memperbaiki masa depan pendidik-an khususnya dalam hal pembelajaran. 

 

Kata kunci: Kecakapan hidup, guided inquiry, kemampuan akademik,