DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Quality Management System (QMS) ISO 9001:2008 Dalam Proses Pembelajaran Produktif Program Studi Keahlian Teknik Mesin dan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Purwosari. (Tesis)

Mochammad Ariful Ulfi, Dwi Agus Sudjimat, Slamet Wibawanto

Abstrak


Implementasi Quality Management System (QMS) ISO 9001:2008 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu usaha untuk mengatasi kelemahan sistem manajemen pendidikan menengah kejuruan. Dengan penerapan manajemen mutu yang baik, diharapkan lembaga pendidikan khususnya SMK mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah: (1) alasan penerapan ISO 9001:2008 di SMK Negeri 1 Purwosari; (2) implementasi ISO 9001:2008 dalam pelaksanaan pembelajaran produktif program studi keahlian teknik mesin dan teknik otomotif; (3) hambatan yang dihadapi dalam implementasi ISO 9001:2008 dalam pelaksanaan pembelajaran produktif program studi keahlian teknik mesin dan teknik otomotif; (4) upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan ISO 9001:2008 pada pembelajaran produktif program keahlian teknik mesin dan otomotif di SMK Negeri 1 Purwosari.    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara; (2) observasi; (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan cara (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan simpulan. Kredibiltas data dicek dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data, sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing sebagai dependent auditor. Dari  hasil analisis data, diperoleh gambaran sebagai berikut: Pertama, alasan penerapan sistem manajemen mutu adalah: investasi jangka panjang, meningkatkan mutu tamatan, pemuasan harapan customer, dan bagian dari kebijakan Dikmenjur. Kedua, proses pembelajaran produktif program keahlian teknik mesin dan otomotif mengacu pada konsep PDCA ke dalam sistem manajemen mutu ISO. Plan pada pembelajaran produktif program keahlian teknik mesin dan otomotif merupakan kegiatan perencanaan pembelajaran mulai dari tinjauan kurikulum dan silabus dilanjutkan dengan perencanaan perangkat pembelajaran yang meliputi pembagian tugas mengajar, jadual, RPP, jobsheet, modul, absensi, evaluasi, dan agenda pembelajaran dalam rangka mencapai sasaran mutu dan kebijakan mutu. Do pada pembelajaran produktif merupakan kegiatan melaksanakan apa yang telah direncanakan dan melakukan perekaman terhadap proses pembelajaran. Untuk menjamin terlaksananya proses ini dilakukan supervisi kelas dan pemantauan proses. Check pada pembelajaran produktif merupakan kegiatan analisis terhadap nilai hasil belajar dan analisis tanggapan pelanggan. Analisis nilai hasil belajar digunakan untuk menentukan ketercapaian pembelajaran produktif, sedangkan analisis tanggapan pelanggan digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan. Untuk menjamin kesesuaian antara sistem manajemen mutu terhadap proses PDCA pada pembelajaran produktif dilakukan audit mutu internal. Act pada pembelajaran produktif merupakan tindak lanjut dari hasil analisis terhadap evaluasi pembelajaran, tanggapan pelanggan, dan audit mutu internal. Tindak lanjut dapat dilakukan dalam bentuk perbaikan proses maupun peningkatan proses. Ketiga, hambatan implementasi ISO 9001:2008 pada pembelajaran produktif program keahlian teknik mesin dan otomotif meliputi: (1) tingkat kesadaran guru-guru produktif terhadap ISO relatif rendah; (2) sebagian-guru-guru produktif kurang konsisten; dan (3) sebagian guru-guru produktif kurang taat asas. Keempat, upaya mengatasi hambatan dalam implementasi ISO 9001:2008 pada pembelajaran produktif program keahlian teknik mesin dan otomotif meliputi: (1) membangun komitmen bersama; (2) sosialisasi dalam rangka menumbuhkan kesadaran bersama (awareness); (3) supervisi; dan (4) melakukan usaha preventif (preventif action). Dari hasil penelitian di atas dapat disampaikan saran-saran: (1) kepala sekolah sebaiknya lebih mengintensifkan supervisi kelas dengan cara memeriksa dokumen pembelajaran dan mengamati langsung proses pembelajaran agar implementasi ISO pada pembelajaran produktif pada program keahlian teknik mesin dan otomotif sesuai dengan prosedur operasional standar; (2) ketua program keahlian teknik mesin dan otomotif sebaiknya lebih fokus dalam melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran produktif; (3) guru-guru produktif bidak keahlian teknik mesin dan otomotif sebaiknya mau menerima dan melaksanakan sistem manajemen mutu pada pembelajaran produktif yang telah disepakati bersama serta menerima masukan dari pihak lain.

 

Kata Kunci: implementasi, QMS, ISO, SMK, teknik mesin, teknik otomotif.