DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN Banggle 02 Kanigoro Blitar dengan Strategi Pemetaan Pikiran. (Tesis)

Tri Murti, Wahyudi Siswanto, Muhana Gipayana

Abstrak


Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi pemetaan pikiran bermula dari studi pendahuluan bahwa kemampuan menulis puisi 50% siswa kelas V SDN Banggle 02 masih di bawah kriteria kemampuan minimal (KKM). Pembelajaran menulis puisi, guru tidak melaksanakan tahap pramenulis. Pada tahap menulis guru memberikan tugas mengamati lingkungan sekolah, kemudian siswa disuruh berimajinasi. Kegiatan pembelajaran tersebut kurang riil dan terlalu luas, sehingga siswa mengalami kesulitan untuk mengeluarkan ide. Guru juga tidak membimbing siswa untuk mengeluarkan ide/gagasan. Selain itu, penilaian yang dilakukan oleh guru kurang sesuai dengan unsur-unsur puisi. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang mengikuti tahap-tahap proses menulis, serta dapat membantu siswa untuk memunculkan ide dalam menulis puisi. Adapun salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan pemetaan pikiran. Strategi pemetaan pikiran adalah suatu teknik grafis untuk memperesentasikan gagasan dengan menggunakan kata-kata, imajinasi, lambang dan warna dalam menulis puisi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan (1) kemampuan siswa menentukan tema, (2) kemampuan menulis kata-kata dengan membuat pemetaan pikiran pada tahap pramenulis, (3) kemampuan mendeskripsikan kata dari kata kunci menjadi frasa kemudian mengubahnya menjadi puisi pada tahap menulis, (4) kemampuan siswa dalam membacakan puisi pada pascamenulis, dan (5) kemampuan menulis puisi yakni pengembangan tema, memilih kata yang tepat, pencitraan, kemampuan menuliskan rima dan irama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas V SDN Banggle 02 Kanigoro Blitar pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Model penelitian kolaboratif, guru sebagai pelaksana tindakan. Peneliti dan guru bersama-sama menyusun rancangan pembelajaran, megumpulkan data, melakukan refleksi, dan memperbaiki rancangan. Peneliti menganalisis data, menafsirkan, dan melaporkan  hasil penelitian. Data diperoleh dari hasil observasi kegiatan guru, observasi kegiatan siswa, dan  analisis hasil belajar siswa. Kegiatan hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi pemetaan pikiran dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada proses dan hasil. Pada proses pembelajaran siswa aktif, antusias, dan senang dalam menulis puisi. Pada pramenulis siklus I siswa mengalami kesulitan dalam memilih tema, ada kecenderungan siswa memilih tema yang sama dengan teman sebangku, dan tema yang ada di papan tulis. Pada siklus II siswa lebih mandiri. Untuk pemetaan pikiran, siklus I siswa masih memerlukan bimbingan yang intensif, sedangkan untuk siklus ke II pembimbingan sudah berkurang. Tema yang terpilih berjumlah 15 buah, sedangkan hasil pemetaan pikiran berjumlah 18 buah. Peningkatan kemampuan dalam memilih tema adalah 9%, dan peningkatan kemampuan dalam membuat pemetaan pikiran sebesar 4%. Pada tahap menulis kemampuan mendeskripsikan kata/mengumpulkan relasi makna dari sebuah kata kunci menjadi sebuah frasa kemudian mengubahnya menjadi larik dan bait puisi, secara umum siswa tidak mengalami kesulitan, tetapi beberapa siswa memerlukan bimbingan pada siklus I, untuk siklus II kelompok lambat masih memerlukan bimbingan. Hasil deskripsi dan puisi masing-masing berjumlah 18 buah. Sedangkan peningkatan kemampuan pada tahap menulis ini adalah 11%. Pada pascamenulis siswa juga aktif membacakan hasil karyanya dan dibacakan di depan kelas dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang baik. Rata-rata peningkatan kemampuan pada pascamenulis adalah 8%. Peningkatan kemampuan menulis puisi sebagai berikut: (1) pengembangan tema rata-rata meningkat 28%, (2) pemilihan kata yang tepat meningkat 22%, (3) membuat pencitraan meningkat 13%, (4) menuliskan rima meningkat 11%, dan (5) menuliskan irama meningkat 9%. Secara kualitatif peningkatan kemampuan menulis puisi pada tahap proses siklus I nilai rata-rata 77, sedangkan siklus II 85. Rata-rata peningkatan 4%. Hasil rata-rata nilai prasiklus 62, siklus I, 72, dan siklus II 80. Rata-rata peningkatan sebesar 17%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) guru Bahasa Indonesia yang memiliki masalah pembelajaran menulis puisi hendaknya melaksanakan peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi pemetaan pikiran, karena dapat meningkatkan proses dan hasil menulis puisi, (2) pelaksanaan strategi pemetaan pikiran hendaknya mengikuti langkah-langkah yang dilakukan peneiti, (3) cara meletakkan gambar hendaknya tidak diacak, (4) gambar yang sudah digunakan pada siklus I hendaknya tidak digunakan pada siklus II, (5) guru hendaknya memberikan bimbingan yang intensif pada saat pembuatan pemetaan pikiran, 6) siswa yang belum tuntas hendaknya diberikan remidi dan (7) peneliti lain yang merujuk penelitian ini hendaknya menggunakan gambar yang lebih bervariasi, dan disarankan untuk menggunakan kertas bergaris dalam proses penulisan puisi.

Kata kunci : pemetaan pikiran, menulis puisi, sekolah dasar.