DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Konflik Sosial untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 1di SMA Negeri 2 Lumajang. (Tesis)

Elvyn Bahterawati, Budi Eko Soetjipto, Achmad Amirudin

Abstrak


Penelitian ini didasarkan adanya permasalahan di kelas dimana dalam pandangan siswa ada kecenderungan bahwa sosiologi tidak perlu dipelajari karena semuanya berkaitan dengan

pengalaman sehari-hari. Selain itu, siswa juga beranggapan bahwa belajar sosiologi hanya menekankan pada kemampuan hafalan saja tidak terlalu menuntut kemamuan berpikir logis dan selama ini proses pembelajaran di kelas tidak menarik bagi siswa. Karena itu, perlu dilakukan tindakan yang menekankan pemberian pengalaman belajar secara langsung, dengan kata lain metode pembelajaran dengan teacher-centered harus diubah menjadi student-centered. Tujuannya agar siswa mampu berpikir kritis serta lebih peka menghadapi masalah yang terjadi

dalam kehidupan sehari-hari melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Dalam KTSP ditekankan bahwa pembelajaran sosiologi di sekolah harus mampu mengarahkan siswa untuk berpikir dan diterapkan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Adapun permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa?, (2) bagaimana penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? dan (3) bagaimana

respon siswa terhadap penerapan model PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Lumajang? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pelaksanaann penelitian ini dimulai bulan September sampai dengan Desember 2012. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Lumajang yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang diperoleh melalui (1) tes tulis, (2) observasi, dan (3) kuesioner. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Lumajang pada saat keseluruhan tahapan dalam PBL dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru dan siswa.

Keterlaksanaan PBL pada siklus I adalah 73,33% dan hasil tes essay berpikir kritis siswa dengan level kognitif C2, C3 dan C4 saat pratindakan adalah 73:76:78 dan meningkat di akhir siklus

menjadi 80:76:84. Sementara itu pada siklus II, keterlaksanaan PBL mencapai 93,3%. Dalam penelitian tindakan ini untuk mengukur kemampuan berpikir siswa kelas XI IPS 1 dilakukan melalui tes esai berpikir kritis dan pengamatan. Hasil tes esai menunjukkan peningkatan dari 5 siswa (16,1%) dengan kategori sangat kritis di siklus I menjadi 16 siswa (51,6%) di siklus II. Hasil tes esai berpikir kritis dengan level kognitif C2, C3, C4 dan C5 pada pratindakan adalah 71:79:73:84 meningkat di akhir siklus II menjadi 79:82:84:86. Peningkatan kemampuan berpikir siswa dapat dilihat pada peningkatan nilai tes pada level kognitif C4, karena

berdasarkan taksonomi Bloom, indikator berpikir kritis dapat diukur dengan tes yang mengarah pada level kognitif C4, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan berpikir siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Lumajang mengalami peningkatan. Pada saat observasi, jumlah skor rata-rata pada siklus I adalah 20,5 dengan kategori baik meningkat menjadi 23,4 (sangat baik) pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir siswa selama proses pembelajaran sebesar 2,9. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat diberikan saran, yaitu (1) bagi guru bidang studi sosiologi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang berhubungan langsung dengan lingkungan nyata sehingga

siswa leih mudah menerimanya, (2) Model PBL bisa diterapkan pada beberapa materi yang ada semester 1 kelas XI program IPS misalnya pada level kognitif dasar mendeskripsikan bentukbentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan dan menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial, (3) Pemberian masalah pada penelitian ini menggunakan artikel dan gambar-gambar, siswa diminta untuk membawa artikel sendiri dan membacanya di luar jam pelajaran untuk menghemat waktu sehingga diharapkan peneliti lain yang ingin menggunakan pembelajaran yang sama hendaknya menampilkan masalah dari pengamatan secara langsung,

dengan penugasan di luar jam pelajaran, dan (4) Pembentukan kelompok yang heterogen berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan sebaiknya dilakukan pada tahap awal tindakan.

Pembentukan kelompok oleh guru di awal pembelajaran dapat melibatkan siswa dalam proses pemecahan masalah dari awal sehingga siswa dapat berbagi tugas dengan anggota kelompok lain dalam proses membangun kemampuan berpikir mereka.

 

 

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Berpikir Kritis.