DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Asesmen Kebutuhan Pengembangan Profesionalisme Guru SMK RSBI (Studi Kasus di SMKN 3 Malang). (TESIS)

Canni loren Sianturi, Ahmad Sonhadji, Nurul Ulfatin

Abstrak


The nowadays world life situation forces that every product must be equal with international standard. Teachers who have relevant professionalism with the situation are those who are really needed to overcome the problem. Therefore, the teachers’ professionalism must be developed continuously so that they can solve every global life force well. Before the teachers’ professionalism development plan made, needs assessment is the one important process must be done so that the planner can make a certain program objectively and efficiently in order to present the teachers’ needs. This research was done at SMKN 3 Malang and the focus was RSBI Vocational School teachers’ professionalism development needs assessment. The primary focus was divided into three sub-focus, they are (1) the condition of SMKN 3 Malang teachers’ professionalism; (2) the condition of SMKN 3 Malang teachers’ professionalism development done; and (3) the professionalism development needed by SMKN 3 Malang teachers. Based on the three research sub-focuses, researcher determined three purposes. They are (1) to describe the condition of SMKN 3 Malang teachers’ professionalism; (2) to describe the condition of SMKN 3 Malang teachers’ professionalism development held; and (3) to describe the professionalism development needed by SMKN 3 Malang teachers. In order to be able to find out the purpose, researcher used qualitative research approach and case study design because this research is phenomenal. Researcher was the primary instrument upon this research and the respondents were teachers, students, and parents of SMKN 3 Malang. The research data was collected through deep interview, field observation, and documentation study techniques. The data was analyzed by using focused observation and interactive analysis techniques. Triangulation, member check, and expert judgement were techniques used to check for the accuracy and credibility of this research data. There are three main points found through this research. The first is that SMKN 3 Malang teachers’ professionalism has reached the standard wanted by the teacher and lecturer law, UURI No. 14, 2005. But it has not been equal yet with the RSBI standard, especially in applying bilingual teaching system and classroom action research. The second is that the development of SMKN 3 Malang teachers’ pedagogical competency focused only on cognitive aspect and it’s not been equal yet to the teachers’ hope; their personality competency development focused on affective and behavioral aspect and it’s been equal to the teachers’ hope; their social competency development focused on affective and behavioral aspect and it’s been equal to their hope; and their professional competency development focused only on cognitive aspect and it’s not been equal yet to their hope. This research result also shows that the SMKN 3 Malang teachers have a great enthusiasm to develop their professionalism. Based on the location where the SMKN 3 Malang teachers’ professionalism development held, it is found that the activity was done in internal and external school environment. The activities done internally are weekly teachers meeting, additional work, workshop, course, workmates discussion, teaching team, supervision, continuing study, while the ones done externally are training, certain subject teachers’ discussion, observation to industries and schools, seminar, workshop, and attending show. It is understood that model of teachers’ professionalism development applied at SMKN 3 Malang is the Standards-Based Professional Development model. The third is that the primary needs of SMKN 3 Malang teachers in order to develop their nowadays professionalism are the development in applying classroom action research, teaching methods for the postmodern students, and based bilingual and ICT teaching system, while their minor needs are the professionalism development that help teachers to improve their performance; communication and cooperation skill with external people especially the industrialists. There are five important things that must be done to provide the SMKN 3 Malang teachers’ needs. The first is that SMKN 3 Malang needs to hold a training about the basic concept and application of character building, bilingual, and ICT teaching system in order to provide the teachers’ pedagogical competency development needs. The second is that in order to provide the teachers’ personality competency development needs, SMKN 3 Malang needs to invite different public figure every month to share problems they see in the field that need to be faced through education. It will inspire teachers to work harder for their country and nation. The third is that in order to provide the teachers’ social competency development needs, SMKN 3 Malang needs to ask teachers from the same skill to make a new creation every year that shows they have good cooperation and interaction one another. It will encourage teachers to keep good cooperation and interaction among them so that they can produce a new creation every year. The forth is that in order to provide the teachers’ professional competency development needs, SMKN 3 Malang needs to hold a training about the basic concept and application of classroom action research. The last is that in order to provide the teachers’ professionalism development needs based on the form, location, and time of the teachers’ professionalism development activity, those who are responsible with the SMKN 3 Malang’ personnel human resources, need to design the teachers’ professionalism effectively based on the teachers’ needs: the activity must be theoretical and practical learning, easy to search, and frequent.

 

Kondisi kehidupan global saat ini menuntut supaya semua produk dalam bentuk apa pun, harus memenuhi standar internasional. Guru yang profesionalismenya relevan dengan kondisi itu adalah sosok utama yang dibutuhkan untuk dapat menghadapinya. Oleh karena itu, profesionalisme guru harus dikembangkan secara terus menerus. Asesmen kebutuhan merupakan langkah awal yang mutlak harus dilakukan sebelum perencanaan pengembangan profesionalisme guru dibuat sehingga program yang ditetapkan untuk memenuhinya, objektif dan efektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 3 Malang dan berfokus pada asesmen kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMK RSBI. Fokus utama tersebut dibagi menjadi tiga subfokus, yaitu (1) kondisi profesionalisme guru SMKN 3 Malang; (2) kondisi pelaksanaan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang; dan (3) kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang. Mengacu pada ketiga subfokus itu, tujuan utama penelitian ini ada tiga, yaitu (1) untuk mendeskripsikan kondisi profesionalisme guru SMKN 3 Malang; (2) untuk mendeskripsikan kondisi pelaksanaan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang; dan (3) untuk mencari tahu kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dan rancangan studi kasus karena penelitian ini bersifat fenomenologis. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dan informannya adalah guru, siswa, dan orangtua siswa SMKN 3 Malang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ini adalah teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Semua data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik observasi terfokus dan teknik analisis interaktif. Untuk menguji keabsahan data penelitian ini, digunakan teknik triangulasi, member check, dan expert judgement. Ada tiga temuan yang diperoleh melalui penelitian ini. Pertama, profesionalisme guru SMKN 3 Malang sudah sesuai dengan standar yang diharapkan UURI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, namun belum mencapai standar minimal RSBI, khususnya dalam hal penerapan pembelajaran dengan sistem bilingual dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kedua, berdasarkan karakteristik kompetensi dasar guru, pelaksanaan pengembangan kompetensi pedagogik guru SMKN 3 Malang selama ini berfokus pada aspek kognitif & psikomotorik dan belum sesuai dengan harapan; pengembangan kompetensi kepribadiannya berfokus pada aspek afektif & psikomotorik dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan harapan; pengembangan kompetensi sosialnya berfokus pada aspek afektif & psikomotorik dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan harapan; pengembangan kompetensi profesionalnya berfokus pada aspek kognitif dan pelaksanaannya belum sesuai harapan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa guru SMKN 3 Malang sangat antusias dalam mengembangkan profesionalismenya. Berdasarkan lokasi pelaksanaannya, kegiatan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang ada dua, yaitu kegiatan di lingkungan internal dan eksternal sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan internal adalah musyawarah guru mingguan, tugas tambahan, workshop, kursus, diskusi dengan teman sejawat, team teaching, supervisi, dan studi lanjut; sedangkan yang dilaksanakan di lingkungan eksternal adalah diklat, MGMP, observasi ke DUDI & sekolah lain, seminar, workshop, dan pameran. Singkatnya, pelaksanaan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 selama ini menerapkan model Standards-Based Professional Development. Temuan ketiga adalah tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang. Untuk kompetensi pedagogiknya, guru SMKN 3 Malang membutuhkan pengembangan profesionalisme tentang strategi pembelajaran yang berbasis character building bagi remaja postmodern, bahasa Inggris dan ICT, dan kebutuhan tersebut sangat mendesak saat ini. Untuk kompetensi kepribadiannya, guru SMKN 3 Malang membutuhkan pengembangan profesionalisme tentang strategi meningkatkan motivasi kerja dan kebutuhan tersebut belum mendesak saat ini. Untuk kompetensi sosialnya, guru SMKN 3 Malang membutuhkan pengembangan profesionalisme tentang keterampilan berkomunikasi dan berelasi namun kebutuhan tersebut belum mendesak saat ini. Untuk kompetensi profesionalnya, guru SMKN 3 Malang membutuhkan pengembangan profesionalisme tentang PTK dan kebutuhan tersebut sangat mendesak saat ini. Berdasarkan bentuk pelaksanaannya, guru SMKN 3 Malang ingin supaya pelaksanaan kegiatan pengembangan profesionalisme guru memuat sesi belajar teoritis dan sesi praktek. Berdasakan lokasi dan waktu pelaksanaannya, guru SMKN 3 Malang mengharapkan kegiatan pengembangan profesionalisme guru dilaksanakan di daerah yang dekat dengan wilayah kerja mereka sehingga tidak perlu meninggalkan tugas sekolah dan keluarganya demi mengikuti kegiatan itu dan mereka juga mengharapkan supaya intensitas pelaksanaannya ditingkatkan di masa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMKN 3 Malang, ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan berdasarkan temuan penelitian ini. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi pedagogik gurunya, SMKN 3 Malang perlu sekolah perlu mengadakan diklat tentang konsep dasar dan penerapan pembelajaran berbasis character building, bilingual, dan ICT. Kedua, untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi kepribadian gurunya, SMKN 3 Malang perlu mengadakan sharing dengan tokoh masyarakat tiap bulan, sehingga guru semakin terinspirasi untuk bekerja lebih keras bagi bangsa dan negaranya. Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi sosial gurunya, SMKN 3 Malang mewajibkan guru-guru dari bidang keahlian yang sama menampilkan karya baru mereka di setiap akhir tahun ajaran sebagai wujud kerja sama dan komunikasi yang baik yang selalu mereka jalin. Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi profesional gurunya, SMKN 3 Malang perlu menyelenggarakan diklat tentang konsep dasar PTK dan penerapannya. Untuk memenuhi kebutuhan guru SMKN 3 Malang berdasarkan bentuk, lokasi, dan waktu pelaksanaannya, pihak penangungjawab pengelolaan SDM SMKN 3 Malang hendaknya mendesain pelaksanaan kegiatan pengembangan profesionalisme gurunya sedemikian rupa supaya tidak hanya menggunakan metode ceramah saja namun metode praktek juga, supaya lokasi pelaksanaannya dilakukan di lokasi yang mudah dijangkau, dan supaya intensitas pelaksanaanya ditingkatkan dari yang sebelumnya.

 

Keywords: needs assessment, professionalism development, teachers’ professionalism, vocational school.