DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Tipe Problem Posing untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Operasi Bentuk Aljabar. (TESIS)

Muriadi Muriadi, I Nengah Parta, Makbul Muksar

Abstrak


Teacher-centered model of teaching has become a problem in the teaching and learning process which leads to inactive behavior of the students and their low understanding on mathematical concepts, particularly algebraic operations. Dealing with such a problem, learning materials of mathematics which are based on the problem-posing model need to be developed in order to create active and creative students during the class. From that attempt, it is predicted that their understanding on the mathematical concept will increase. This study was aimed at “developing valid, practical, and effective problem-posing learning materials of mathematics to increase the students’ understanding on the algebraic operational concepts.”

The model employed in developing the materials was that based on Plomp. It consisted of five phases, that is, (1) early investigation, (2) the development, (3) the construction, (4) testing, evaluation, and revising, and (5) the implementation.

The learning materials produced comprised lesson plans and workbooks (Lembar Kerja Siswa-LKS) and certain instruments. These materials, then, underwent certain trial steps as follows: (1) validation carried out by experts in education, and (2) field-testing. The data obtained from the validation process, in the forms of comments, suggestions, and scores, were used as inputs in the revision step and in polishing the materials into their best. From the validation carried out by three experts towards the lesson plans, workbooks, the observation sheets on the implementation of the materials and the teachers’ activities during the class, the observation sheets on the implementation of the materials and the students’ activities during the class, and the test on the materials, it was found out that the average percentage of the validation reached 91.41%. With regard to the validity criteria predetermined, the products could be said “fulfilled” the criteria without revision. Meanwhile, from the results of the observation on the implementation of the materials and on the teachers’ activities during the class, as well as on the implementation of he materials and on the students’ activities during the class, an average percentage of 93.96% was achieved. Based on the criteria, it could be said that the products belonged to “very good”, making them fulfill the practicality criteria. The effectiveness of the learning materials were obtained from the students’ scores in doing the problem-posing process during the class and the students’ scores in accomplishing a test on the topic. From the first instrument, it was revealed that the students’ scores were in the average of 92%, while from the second instrument it was revealed that the students’ scores were in the average of 92%. Thus, using the formula (3NP+2NU)/5, the students’ final score was 92. According to the criteria, these learning materials belonged to “highly effective”. It was concluded that the development of the learning materials move towards other topics, in particular those taught at both the first and second semester, which made it complete for the whole year of the second grade of junior high school.

 

Pembelajaran terpusat pada guru, akibatnya siswa cenderung pasif dan penguasaan konsep matematika khususnya materi Operasi Bentuk aljabar masih rendah atau kurang dari KKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dikembangkan suatu  perangkat pembelajaran matematika tipe Problem Posing yang dapat membuat siswa menjadi aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Sehingga penguasaan konsep matematikanya menjadi meningkat. Tujuan penelitian ini adalah: “Menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika tipe Problem Posing untuk meningkatkan penguasaan  konsep Operasi Bentuk Aljabar”, yang valid, praktis dan efektif.  Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah model pengembangan Plomp. Model pengembangan ini terdiri dari lima fase yaitu (1) investigasi awal, (2) perancangan, (3) konstruksi, (4) tes, evaluasi dan revisi, dan (5) implementasi. Produk pengembangan perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) serta Instrumen. Selanjutnya diuji cobakan melalui beberapa tahap, yakni : (1) validasi oleh validator ahli pembelajaran, dan (2) uji coba lapangan. Data hasil validasi tersebut yang berupa saran, tanggapan dan penilaian dari subyek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan perangkat pembelajaran. Hasil uji  validitas oleh ketiga validator terhadap produk pengembangan perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran dan observasi aktivitas guru dalam pembelajaran, Lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran dan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan tes penguasaan bahan ajar, diperoleh rata-rata persentase hasil validasi yaitu 91,41%.  Berdasarkan kriteria kevalidan yang telah ditetapkan, maka produk pengembangan memenuhi kriteria valid tanpa revisi. Hasil uji observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran dan observasi aktivitas guru dalam pembelajaran, serta  keterlaksanaan perangkat pembelajaran dan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran, diperoleh rata-rata persentase 93,96%.  Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka produk pengembangan memenuhi kriteria sangat baik. Sehingga produk pengembangan memenuhi kriteria praktis. Hasil uji coba tentang keefektifan perangkat pembelajaran diperoleh dari data nilai siswa melakukan proses Problem Posing dalam pembelajaran dan data nilai siswa dalam menyelesaikan soal tes penguasaan bahan ajar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa persentase  nilai rata-rata siswa melakukan Problem Posing adalah 92%. Dan hasil uji coba tentang nilai yang diperoleh siswa dalam menyelesaikan tes penguasaan bahan ajar menunjukkan persentase rata-rata 92%. Sehingga nilai akhir yang diperoleh siswa berdasarkan rumus (3NP + 2NU)/5 adalah 92. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka perangkat pembelajaran termasuk sangat efektif. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah sebaiknya dikembangkan lebih lanjut dengan materi-materi lain terutama materi yang ada di kelas VIII semester satu dan dua sehingga pengembangan perangkat pembelajaran matematika tipe Problem Posing ini akan lengkap meliputi seluruh materi yang ada di kelas VIII.

 

Keywords: developing learning materials, problem-posing, students’ understanding on algebraic operational concepts.