DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Desain Pembelajaran Matematika Berdasarkan Whole Brain Teaching di Kelas VIII SMP Negeri 3 Jember. (TESIS)

Ismi Saadah, Edy Bambang Irawan, Sisworo Sisworo

Abstrak


The learning with the Whole Brain Teaching (WBT) is characterized by the ability of teachers to make a creative and innovative learning in order to create a conducive and fun learning. The Learning is based on the principle of recognizing of student learning consists of three parts, namely the visual, verbal and kinesthetic. The instructional design that is based on Whole Brain Teaching allows teachers and students to integrate an effective classroom management system with a learning approach that uses the brain as a whole. This design can improve students’ information retention systems of basic concepts of learning

materials to the high-level thinking skills. The step of learning by Whole Brain Teaching were  1) class-yes, 2) gesture, 3) teach-ok, 4) mirror, 5) switch-ok, 6) scoreboard, and 7 ) comprehension check that was developed based on the technique of using Whole Brain Teaching. This research aimed to obtain a valid, practical and effective Mathematics Learning Design Based on The Whole Brain Teaching.This development was based on the Plomp’s General Problem Solving Model of Education. To find out the achievement of the established criteria, the validation and field trial were carried out. To develop a design, learning devices and instruments were developed. The learning devices consisted of  lesson Plan (RPP) and Student Worksheet (LKS)were used to implement the design in class. The instruments consisted of 1) observation of teacher activity sheet, 2) observation of student activity sheets, 3) mastery test materials (TPBA), and 4) students interview guidelines. The prototype of RPP and worksheets validated by three validators. The tests showed that, the prototype lesson plans and worksheets had gained eligible validity. The validity also shown on the results of  the observation sheet of teacher activity and observation sheet of student activity. The prototype of TPBA validated by three validators. The tests showed that the developed test qualify the validity of the content, but still needed an editorial revision. The subject of the try-out was the students of class VIII B of SMP Negeri 3 Jember, 2012/2013 academic year. The validated lesson devices was tested through the field trial. The test aimed to measure the achievement of two criterias: (1) the practicality and (2) effectiveness. In this trial design, the practicality was shown by the average of the percentage of achievement of the observation of teacher activity (implemented design) that was 94.00%. The result of these observations indicated that the developed learning device met the requirements of the practicality. The effectiveness of the design is measured based on two indicators, namely: (a) subject matter comprehension, and (b) the average percentage of achievement for the observation of student activity. The subject matter comprehension involve two aspects, these were: (1) the value of WBT, and (2) the result of comprehension of subject master test (TPBA). Based on the results of the try-out, it showed that 93.33% of the students had met the criteria established of minimum passing grade. This showed that the students classical mastery was considered very good. Besides measured through the subject matter comprehension, the effectiveness of the design was indicated the average percentage of the student activity observation. The students activities  achievement was 90.83%. The overall students activity  has a very good criteria. The result indicate that the developed learning device met the requirements of effectiveness. Based on the finding, it can be concluded that the development of mathematics learning design based on Whole Brain Teaching in grades VIII of SMP Negeri 3 Jember 2012/2013 academic year is valid, practical and effective. Therefore, it is suggested that the mathematics teachers use this design in teaching mathematics. Furthermore future researchers are suggested to conduct further of research with the same design in different topics and different level students.

 

Pembelajaran dengan Whole Brain Teaching (WBT) dicirikan oleh kemampuan guru dalam membuat pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga tercipta pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Pembelajaran ini didasarkan kepada prinsip mengenali cara belajar siswa yang terdiri dari tiga bagian yaitu visual, verbal dan kinestetik. Desain pembelajaran yang disusun berdasarkan Whole Brain Teaching memungkinkan guru dan siswa untuk mengintegrasikan sistem manajemen kelas yang efektif dengan pendekatan belajar yang memanfaatkan  otak secara keseluruhan.  Desain ini dapat meningkatkan sistem penyimpanan  informasi siswa terhadap konsep-konsep dasar materi pembelajaran sampai dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching memiliki langkah-langkah 1) seruan sapa class-yes, 2) gesture, 3) teach-ok, 4) mirror, 5) switch-ok, 6) scoreboard, dan 7) comprehension check yang dikembangkan berdasarkan teknik menggunakan Whole Brain Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Pembelajaran Matematika berdasarkan Whole Brain Teaching yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan ini bersandar pada Model Umum Pemecahan Masalah Pendidikan, Plomp sampai dengan fase implementasi secara terbatas. Untuk mengetahui keterlaksanaan kriteria yang ditetapkan, maka dilakukan validasi dan uji coba lapangan. Untuk mengembangkan desain, dikembangkan perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan digunakan untuk melaksanakan desain di kelas. Instrumen terdiri dari (1) lembar observasi aktivitas guru, (2) lembar observasi aktivitas siswa, (3) tes penguasaan bahan ajar (TPBA), dan (4) pedoman wawancara siswa. Prototipe RPP dan LKS yang telah disusun divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa, prototipe RPP dan LKS memenuhi syarat kevalidan. Hasil validasi yang valid juga ditunjukkan pada hasil validasi Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Validasi TPBA dilakukan oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan memenuhi syarat validitas isi, tetapi dari segi redaksi masih ada revisi. Subyek uji coba pengembangan Desain Pembelajaran ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013. Prototipe perangkat pembelajaran yang telah divalidasi diuji melalui uji coba lapangan. Uji coba bertujuan untuk mengukur ketercapaian dua kriteria, yaitu; (1) kepraktisan dan (2) keefektifan. Pada uji coba ini kepraktisan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata ketercapaian dari hasil observasi aktivitas guru (keterlasanaan desain) yaitu 94.00%. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat kepraktisan. Keefektifan desain diukur berdasar pada dua indikator, yaitu; (a) penguasaan bahan ajar, dan (b) persentase rata-rata ketercapaian observasi aktivitas siswa. Penguasaan bahan ajar mencakup dua aspek, yaitu; (1) nilai WBT, dan (2) hasil tes penguasaan bahan ajar (TPBA). Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan diperoleh data bahwa 93.33% siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan siswa secara klasikal tercapai dengan sangat baik. Disamping diukur melalui penguasaan bahan ajar, keefektifan desain ditunjukkan oleh  persentase rata-rata observasi aktivitas siswa. Aktivitas siswa mempunyai rata-rata ketercapaian 90.83%. Aktivitas siswa secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat keefektivan. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan desain pembelajaran matematika berdasarkan Whole Brain Teaching di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2012/2013 valid, praktis dan efektif. Oleh karena itu disarankan kepada para guru matematika untuk menggunakan desain ini dalam pembelajaran. Bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan menggunakan desain yang sama pada materi dan kelas yang berbeda.

 

Keywords: Mathematics Learning Desain Based on Whole Brain Teaching