DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Mahasiswa Matematika IKIP Mataram Dalam Pembuktian Keterbagian Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. (TESIS)

Eliska Juliangkary, Ipung Yuwono, I Made Sulandra

Abstrak


Erick J Knuth, 2002, Lulu Healey & Celia Hoyles, 2000 have studied on teachers and students’ concept on proofing. However, those studies have not yet discover on case “how does student’s thinking process on fragmentation proofing?.”One of the theories that focus on one’s thinking process is Information Processing Theory. It is one of the members of cognitive learning type theory which digs detail and deep on the relationship between subdivisions of information since it has been received from its surrounding until it permanently saved in someone’s mind. This research was on the students of Mathematics Education Program of IKIP Mataram who were currently taking numeral course. The reason for engaging the research to those students is because fragmentationis among the first theme in numeralcourse that they should take. Hence, the students are assumed to have a good understanding upon fragmentation matter. Data collection used is Think-Out-Loud (TOL) Method or widely known as Think Aloud Method. Within this method, students are required to express what they think out loud.

From the result, it is discovered that IKIP MataramMathematic Students’ thinking process in proofing started from the existence of environment information through questions. Students were given a stimulus through questions shown in Table 3.1 (page 35). The information eventually is entered to the sensory register using sight sensory.Next, Filter process was done toward which information are necessarily noted or not. Attention which taken place focused on complete questions of stimuli referring the information noted, i.e. solving the questions using fragmentation process. In short term memory, proofing using fragmentation begins to be processed by carrying retrieval out toward fragmentation concept. The retrieval process on the top group subjects went well. Where as in the group subject of long term memory, saved some knowledge inquired by short term memory. The result yielded from both S1 and S2 are good, means, encoding taken place on the concepts inquired from previous long term memory. This condition is believed because S1 and S2 are able to save previously denounce information in long term memory well. For the medium group subject, the result acquired by S3 and S4 are quite good, however, some faults and forgotten lost happened. It is because S3 and S4 are able to save the previous accepted information well, yet the encoding toward concept inquired from previous long term memory has not taken place. Meanwhile the result yielded from the bottom group subject of S5 and S6 is not fine because of error and forgotten lost. It is because S5 and S6 are not able to save the previous accepted information well. Furthermore, the encoding toward concept inquired from previous long term memory has not taken place.

 

Erick J Knuth, 2002, Lulu Healey & Celia Hoyles, 2000, telah mengkaji konsepsi guru dan siswa tentang bukti. Akan tetapi kajian-kajian tersebut belum mengkaji ‟bagaimana proses berpikir mahasiswa dalam pembuktian keterbagian”. Dan salah satu teori yang mengkaji tentang proses berpikir seseorang adalah teori pemrosesan informasi. Teori pemrosesan informasi merupakan salah satu tipe teori belajar kognitif, yang mengkaji secara detail dan mendalam tentang hubungan antara bagian-bagian informasi sejak diterimanya informasi dari lingkungan sampai tersimpannya informasi tersebut secara permanen dalam pikiran seseorang. Penelitian ini mengkaji proses berpikir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Mataram yang sedang menempuh matakuliah Teori Bilangan. Karena mahasiswa sudah memahami konsep keterbagian. Pengambilan data dilakukan dengan metode Think-Out-Loud (TOL) atau sering disebut Think Aloud. Dalam metode TOL mahasiswa diminta untuk mengungkapkan secara keras apa yang sedang dipikirkan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses berpikir mahasiswa Matematika IKIP Mataram dalam pembuktian berawal dari adanya informasi dari lingkungan berupa soal. Mahasiswa diberikan stimulus berupa soal disajikan pada Tabel 3.1, (halaman 35). Informasi selanjutnya dimasukkan ke dalam sensory register melalui indra penglihatan. Kemudian terjadi pengolahan dan penyaringan informasi. Attention yang terjadi, terfokus pada soal secara lengkap tentang rangsangan yang sesuai dengan informasi yang telah diberikan perhatian yaitu penyelesaian soal dilakukan dengan keterbagian.

Di dalam short term memory, pembuktian dengan menggunakan keterbagian mulai diproses dengan melakukan retrieval terhadap konsep keterbagian. Proses retrieval pada subjek kelompok atas (S1 dan S2) berjalan dengan baik. Dalam long term memory subjek kelompok ini tesimpan pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan oleh short term memory. Hasil yang diperoleh S1 dan S2 baik, encoding terjadi terhadap konsep-konsep yang telah dipanggil dari long term memory sebelumnya. Karena S1 dan S2 mampu menyimpan informasi yang telah diterima sebelumnya di long term memory dengan baik. Pada subjek kelompok sedang (S3 dan S4), hasil yang diperoleh cukup baik, walaupun terjadi beberapa kekeliruan dan forgotten lost (lupa).  Hal ini terjadi karena S3 dan S4 mampu menyimpan informasi yang telah diterima sebelumnya di long term memory dengan cukup baik, tetapi tidak terjadi encoding terhadap konsep-konsep yang telah dipanggil dari long term memory sebelumnya. Sedangkan pada subjek kelompok bawah (S5 dan S6), hasil yang diperoleh tidak baik,karena terjadi kekeliruan dan forgotten lost (lupa).  Hal ini terjadi karena S5 dan S6 tidak mampu menyimpan informasi yang telah diterima sebelumnya di long term memory dengan baik, dan encoding tidak terjadi terhadap konsep-konsep yang telah dipanggil dari long term memory sebelumnya.

 

Keywords: thinking process, proofing, Information Processing Theory