DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah: Studi Kasus di SDN Turen II Kec. Turen Kab. Malang. (Tesis)

Selvy Krisnasari

Abstrak


Pada era reformasi  dan era otonomi pendidikan ini, belum semua Kepala Sekolah memahami tentang pentingnya mengelola sekolah secara mandiri dan optimal. Hal ini terbukti banyaknya pandangan negatif dari kalangan masyarakat terhadap kinerja Kepala Sekolah. Untuk itu perlu diadakan sebuah penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan mananjemen berbasis sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan umumnya dan mutu sekolah pada khususnya.

Fokus penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan rincian fokus (1) bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan MBS, PSM, PAKEM dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan SDN Turen 2 dan (2) bagaimana sebenarnya konsep mutu menurut kepala sekolah, guru dan siswa itu sendiri. Kedua fokus ini merupakan bagian/karakteristik dari manajemen berbasis sekolah untuk peningkatan mutu sekolah.

Lokasi penelitian ini di SDN Turen II Kec. Turen Kab. Malang yang merupakan sekolah binaan MBE USAID dan menjadi sekolah percontohan di Kabupaten Malang yang mengalami perkembangan pesat dengan melaksanakan MBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara yakni: (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan partisipatif, dan (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria: (1) kredibilitas, (2) transferrabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas.

Dari hasil analisis data dapat diperoleh temuan- temuan hipotesis sabagai berikut (a) kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan MBS,PSM, PAKEM dalam meningkatkan mutu sekolah dan memberdayakan sumberdaya sekolah, (b) konsep mutu itu sendiri menurut kepala sekolah, guru dan siswa sehingga meningkatkan mutu sekolah.

Berdasarkan temuan-temuan dari penelitian ini agar dapat mengelola sekolah berdasarkan MBS dengan baik maka disarankan kepada Kepala sekolah untuk memiliki sikap: (1) transparan, dalam hal menerapkan pola kepemimpinan dengan pendekatan sikap saling menghargai, sikap demokratis dan kritis, sikap terbuka, sikap kekeluargaan dan menjaga hubungan kemanusiaan dengan lebih baik, salah satu contohnya yaitu memajangkan RAPBS dan Program Sekolah (2) demokratis, seorang kepala sekolah harus menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis dalam pengambilan keputusan    dan (3) partisipatoris, kepala sekolah selalu melibatkan masyarakat (komite sekolah ) juga guru dalam merencanakan , melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah dan yang paling penting sekolah menjadi tempat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.

Kepemimpinan Kepala sekolah dalam mendukung dan memotivasi pembelajaran PAKEM terbukti dengan adanya (1) pendampingan pembelajaran dalam program KKG Mini, (2) Diadakannya pelatihan pelatihan bagi guru sebagai penunjang peningkatan mutu guru dalam pembelajaran, (3) Memberikan bimbingan, arahan dan jalan keluar apabila guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam memberdayakan masyarakat yaitu dengan sikap. Antara sekolah dan masyarakat melalui komite sekolah terjalin sebuah kemitraan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam meletakkan pundi-pundi kerja sama antara sekolah dan masyarakat, baik berupa kerja sama secara fisik (dana, materi) maupun akademik (jasa, moral). Peran aktif masyarakat khususnya orang tua siswa bagi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di SDN Turen 2 diwujudkan dalam bentuk paguyuban orang tua, kepanitiaan dalam sebuah acara kegiatan atau pembangunan sarana, maupun partisipasi berupa sumbangan fisik yang dilaksanakan secara spontanitas.

Kemudian tentang peningkatan mutu sekolah itu sendiri kepala sekolah juga harus mampu untuk memberdayakan guru, karyawan, siswa dan masyarakat agar terbentuk jiwa rasa memiliki dan dedikasi yang tinggi terhadap sekolah sehingga berdampak pada keberhasilan pendidikan yang akhirnya meningkatkan mutu sekolah itu sendiri.