DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Kontekstual untuk SMA Kelas X Semester I Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). (Tesis)

Ifa Mawaddah

Abstrak


ABSTRAK

Mawaddah, Ifa. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Kontekstual untuk SMA Kelas X Semester I Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si.

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, pendekatan kontekstual, program RSBI

Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di SMA berdasarkan Standar Isi Tahun 2006. SMA Negeri 2 Lumajang termasuk salah satu RSBI di Jawa Timur yang menerapkan KTSP sebagai kurikulum minimal dan kurikulum pengayaan diadopsi atau diadaptasi dari kurikulum Cambridge (Inggris). Dalam penyelenggaraan pendidikan, mengalami beberapa kesulitan dalam menerapkan karakteristik implementasi RSBI. Salah satunya mengenai penggunaan buku ajar biologi yang belum disusun sesuai kurikulum yang diterapkan. Umumnya peserta didik masih menggunakan buku dari penerbit yang materinya disusun hanya berdasarkan KTSP, padahal seharusnya materi yang dipelajari juga termasuk adopsi/adaptasi dari negara anggota OECD atau negara maju lainnya. Oleh karena itu penulis mengembangkan bahan ajar Biologi dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran biologi.

Pengembangan model Kemp dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar. Model pengembangan ini terdiri dari sepuluh langkah, namun dalam pengembangan bahan ajar penulis memodifikasi dari sepuluh langkah tersebut yang meliputi: (1) menetapkan mata pelajaran, (2) mengidentifikasi kurikulum mata pelajaran, (3) mengidentifikasi Kompetensi Dasar, (4) merumuskan indikator (5) mengembangkan serta memilih materi pembelajaran, (6) penilaian atau validasi bahan ajar, dan (7) revisi bahan ajar dan produk akhir. Produk bahan ajar diuji validitasnya melalui beberapa tahap, yakni: (1) review oleh ahli isi/mata pelajaran, (2) review oleh ahli bahan ajar, (3) review oleh ahli bahasa, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil dan (6) uji coba lapangan. Subyek uji coba dari bahan ajar terdiri dari dosen, guru dan siswa. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan dan saran perbaikan dari dosen, guru dan siswa. Data kuantitatif berupa hasil penilaian subjek uji coba terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan yang diperoleh dari jawaban angket yang berisi standar penilaian buku teks pelajaran dari BNSP, penilaian uji perorangan dan penilaian uji kelompok kecil serta data dari hasil pretes dan postes dalam uji lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif.

Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan berada pada kualifikasi baik dengan rincian: ahli isi/mata pelajaran pertama didapatkan hasil 76,00% dan ahli isi/mata pelajaran kedua mencapai 88,87% yang keduanya berada pada kualifikasi baik dan sangat baik. Ahli bahan ajar didapatkan persentase tingkat pencapaian buku ajar 80,77% menunjukkan pada kategori baik dan ahli bahasa mencapai 85,03% juga berada pada kualifikasi baik. Penilaian ujicoba perorangan dilakukan oleh dua subjek ujicoba yaitu guru, didapatkan pencapaian rata-rata 88,00% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Penilaian ujicoba kelompok kecil dilakukan oleh enam subjek ujicoba, didapatkan tingkat pencapaian rata-rata 84,00% yang menunjukkan kategori baik. Subjek ujicoba lapangan berjumlah 33 orang, didapatkan rerata hasil penilaian mencapai 90,18% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Didukung dari nilai pretest dan posttest pada ujicoba lapangan selanjutnya dianalisis menggunakan indeks gain yaitu mencapai 0,6. Tingkat pencapaian 0,6 setelah dikonversikan dengan indeks gain termasuk dalam kategori sedang, ini menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.


ABSTRACT

Mawaddah, Ifa. 2012. Development of Teaching Material Contextually-Based for High School Biology Class X Semester I International School Pilot Program (RSBI). Thesis, Biology Education Study Program, Postgraduate Program, State University of Malang. Supervisors: (I) Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si.

Keywords: development, teaching material, contextual approach, RSBI program.

Biology is one of the compulsory subjects taught in high school based on the Content Standards in 2006. SMA Negeri 2 Lumajang including one RSBI in East Java that implements educational curriculum unit level as a minimum curriculum and curriculum enrichment curriculum adopted or adapted from Cambridge (UK). In education, experience some difficulty in applying implementation RSBI characteristics. One was the used of biology teaching materials that have not been prepared in accordance curriculum implemented. Generally, students are still using books from the publisher that the material is composed only by implements educational curriculum unit level, when it should be the material being studied also included the adoption/adaptation of OECD member countries or other developed countries. Therefore, the authors developed a biology teaching material by using a contextual approach to overcome problems in learning biology.

Kemp model development used as a reference in developing teaching material. Model development consists of ten steps, but in the development of teaching material the authors modify the ten steps that include: (1) establish the subjects, (2) identify curriculum subjects, (3) identify the basic competency, (4) formulate indicators (5) develop and select learning materials, (6) assessment or validation teaching material, and (7) revised teaching material and the final product. Products in the form of teaching material will be tested its validity through several stages, namely: (1) review by expert content/subject matter, (2) review by teaching materials, (3) review by linguists, (4) individual trial, (5 ) small group testing and (6) the trial court. Subjects test of the teaching material consists of lecturers, teachers and students. The type of data is the data obtained qualitative and quantitative. Qualitative data in the form of comments and suggestions for improvement from lecturers, teachers and students. Quantitative data in the form of subject assessment tests on books that have been developed are derived from answers to a questionnaire containing standardized assessment of BNSP teaching materials, assessment of individuals and assessment testing small groups also data from the pretest and posttest results in field tests. The data analysis technique used is descriptive analysis and descriptive statistics.

Expert validation results show that teaching material are the results of the development of well-qualified with details: content expert/the first subject got the results of 76,00% and a content expert/the second subjects reached 88,87%, which are both located on a good and very good qualification. Expert teaching materials obtained percentage achieving level teaching material 80,77% showed both categories and linguists to 85,03% are also in a good qualification. Assessment of individual trials conducted by two test subjects, the average achievement gained 88,00% that are in very good qualification. Assessment tests conducted by a small group of six test subjects, found an average level of achievement of 84,00% which indicates good qualification. Individual test subjects totaling 33 people, found the average results of the assessment reaches 90.18%, which is in very good qualification. Powered pretest and posttest of the value of the field trials were then analyzed using the index gain, reaching 0,6. Achievement levels 0.6 after conversion to the index gain is included in middle the category, this indicates that the results of the development of teaching material is effective used in the learning process to improve student learning outcomes.