DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kurikulum Terintegrasi pada madrasah dilingkungan Pesantren (studi multikasus Pada MA Al-Mawaddah Coper-Jetis Ponorogo, MA Unggulan Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, dan MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo). (Disertasi)

Mohammad Zaini

Abstrak


ABSTRAK

Zaini, Mohammad. 2012. Manajemen Kurikulum Terintegrasi pada madrasah dilingkungan Pesantren (studi multikasus Pada MA Al-Mawaddah Coper-Jetis Ponorogo, MA Unggulan Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, dan MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M. Pd, (2) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph. D, (3) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M. Pd

Kata kunci: manajemen kurikulum, madrasah aliyah dan pesantren

Manajemen kurikulum yang baik berdampak terhadap pelaksanaan kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren yakni membawa dampak yang positif. Dampak tersebut memiliki nuansa positif bagi pengembangan manajemen kurikulum di madrasah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan: bagaimana manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren dalam peningkatan mutu kurikulum yang ada meliputi: (1) perencanaan kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren, (2) implementasi kurikulum terintegrasi, (3) evaluasi kurikulum terintegrasi, dan (4) implikasi kurikulum terintegrasi.

Pengumpulan data menggunakan: (1) wawancara mendalam, (2) observasi peran serta, dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan 2 (dua) tahap, yang mencakup: (1) analisis data kasus tunggal, (2) analisis data lintas kasus. Pengecekan keabsahan data melalui: (1) kredibilitas, (2) dependabilitas, dan (3) konfirmabilitas.

Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilungkungan pesantren disusun melalui: perencanaan kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren dalam pendidikan tingkat menengah atas, kepala madrasah perlu melakukan koordinasi dengan waka kurikulum agar kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan di tiga lokasi penelitian; jadwal kegiatan kurikulum yang ada terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren memerlukan kegiatan guru diatur secara periodik dan berkesinambungan sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru yang ada di tiga lokasi yang dibahas sesuai dengan jadwal, (2) mekanisme pelaksanaan kepala sekolah diatur melalui; pola kegiatan kepala sekolah/guru dalam lembaga pendidikan digunakan oleh koordinator pelaksana harian memberi informasi bagi guru yang ada di tiga lokasi; strategi kegiatan kepala madrasah dalam manajemen kurikulum untuk menyampaikan materi kegiatan peserta didik bagi kepala madrasah/guru dengan menggunakan berbagai macam metode, dan (3) keterlibatan kepala sekolah dalam perencanaan kurikulum dalam lembaga pondok pesantren ditunjukkan oleh peran kepala sekolah pada kegiatan perencanaan kurikulum yang dapat memaksimalkan potensinya agar eksis dan mempunyai peranan penting untuk membantu peserta didik di tiga lokasi, yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Arab dan keterlibatan kepala madrasah/guru pada kegiatan perencanaan kurikulum akan berpengaruh pada faktor hasil belajar yang menjadi tanggung jawab serta berperan sebagai penasihat atau guru yang berkualitas.

Kesimpulan penelitian ini dapat dikemukakan, sebagai berikut: (1) manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren adalah untuk meningkatkan profesional guru dan peserta didik dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan berdasarkan kurikulum terintegrasi baru. Dengan program manajemen kurikulum terintegrasi kebutuhan peserta didik harus direncanakan akan lebih baik dan efektif, (2) implementasi kurikulum pada madrasah dilungkungan pesantren dapat meningkatkan profesionalisme guru dan peserta didik dengan berpedoman pada kurikulum baru, (3) evaluasi kegiatan kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren sesuai dengan pola yang ditetapkan oleh yayasan yang ada di tiga lokasi. (4) implikasi manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren sudah sesuai dengan kebutuhan di tiga lokasi.

Saran penelitian tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak, yaitu: (1) bagi Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur, selaku pembina pada madrasah dilingkungan diharapkan dapat melakukan peninjauan kembali beberapa butir aturan yang ada dalam manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang ada; (2) bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama khususnya Kota yang ada wilayah pada tiga Kabupaten yang berbeda, diharapkan agar temuan penelitian ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu masukan dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap manajemen kurikulum terintegrasi terintegrasi pada madrasah dilingkungan pesantren. Dengan demikian kedepan dapat dilakukan kebijakan-kebijakan perbaikan dan pengembangan kearah yang lebih efektif guna mencapai tujuan sesuai dengan harapan masyarakat sebagai pengguna. (3) bagi peneliti lain temuan ini hendaknya dapat menambah khasanah dan wawasan keilmuan dalam pengembangan kurikulum terintegrasi, sehingga nantinya dapat dihasilkan lagi kurikulum yang lebih berkualitas di masa depan yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik yang juga sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat dimasa depan; (4) bagi pengembangan ilmun manajemen pendidikan khususnya yang berkenaan dengan perencanaan manajemen kurikulum terintegrasi pada madrasah dilungkungan pesantren dapat lebih ditingkatkan pelayanannya kepada masing-masing madrasah dan pesantren; dan (5) bagi peneliti yang lain berkaitan dengan menejemen kurikulum terintegrasi ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam hal pelaksanaan kurikulum terintegrasi di madrasah".


ABSTRACT

Zaini Mohammad, 2012. Management of the Integrated Curriculum environment Madrasah toPesantren (multicasus studi at MA Al-Mawaddah Coper-Jetis Ponorogo, MA Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, dan MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo). Disertation, Education Management Study Program, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M. Pd, (2) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph. D, (3) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M. Pd

Keywords: curriculum management, Islamic high school and pesantren

The good curriculum management that affects the implementation of the integrated madrasah (Islam-based school) and pesantren (Islamic boarding school) will bring about positive impact. The study aimed to: how is the impact of the integrated curiculum management environment Madrasah to pesantren toward the quality improvement of the existing curriculum, which included: (1) the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren, (2) the implementation of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren, (3) the evaluation of the integrated curriculum, (4) the implication of the integrated curriculum to the three settings under study.

The data collection consisted of: (1) in-depth interview, (2) participatory observation, (3) document study. The data analysis was undergone through two steps, i.e. (1) data analysis of each individual case, and (2) data analysis across cases. The data validity checking used four criteria: (1) credibility, (2) dependability, (3) confimatorability, (4) discussion with peers, and (5) advisors' advisory.

The results of the study showed that: (1) planning of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren on tree location is: (a) in planning the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren at higher education levels, the principals coordinate with vice principals in such a way that the curriculum meets the needs of tree location, (b) the schedules of the curriculum-related activities at madrasah and pesantren requiring scheduling of the teachers' activities periodically and sustainably as a means of teacher professionalism improvement at tree location, have been discusses in accordance to the assigned schedules; (2) the mechanism of the implementation by the principals is arranged as follows: (a) the patterns of the principals and teachers' activities in each of the institution are used by the daily task-force coordinator to provide information to the teachers at tree location, (b) strategies used by the principals in planning the curriculum associated with delivering students learning activities-related materials for the principals and/or teachers at tree location, used many kinds of methods; and (3) the involvement of the principals in the curriculum planning revealed that: (a) involvement in activities as principals or teachers in pesantren as principals in planning the curriculum can maximasize the potential of the principals in order to exist and maintain their important roles to help students having learning difficulties in Arabic course at tree location, and (b) the involvement of principals or teachers in the curriculum planning activities will affect the students' learning outcome which becomes their responsibility and functions as advisors or quality teachers.

The conclusions of the study are as follows: (1) the implementation of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren is to improve the professionalism of the teachers and students in improving their quality based on the new curriculum. By the integrated curriculum management program, the needs of the students that must be planned will be better and effective, (2) the implementation of the integrated curriculum between madrasah and pesantren can improve the professionalism of the teachers and students, (3) the evaluation of the activities related to the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren is suitable with the patterns planned by the board in each of the tree location, (4) the implication of the planning of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren .

Results, some suggestions are as follows: (1) to the local Provinsi East Java, review of some of the points in the regulation of the planning of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren is needed to suit the the needs of evaluation standards, (2) to the local religion ministry departments at the regency and municipal levels, the results of the study can be used as foundation and input in the implementation of monitoring toward the management of the planning of the integrated curriculum environment Madrasah to pesantren, so more effective future improvement and development can be attempted in order to achieve the goals as expected by, community as users, and the local governments in Surabaya, and East Java in general, (3) to other researchers, the study results could enrich the theories of curriculum development, so that evaluation and quality curriculum improvement for the students' point of view will be suitable with the needs and hopes of the future, (4) for the education management science developers related to the management of the planning of the integrated curriculum environment Madrasah topesantren, services related to the curriculum in question can be increased, and (5) for further research managements of the other madrasahs and pesantrens, the study results can be used as a reference.