DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kepemimpinan Partisipatif, Transparansi Penge­lola­an, Akuntabilitas Kinerja, dan Partisipasi Masyarakat dengan Keefektifan Sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng. (Disertasi)

I Putu Suarnaya

Abstrak


ABSTRAK

Suarnaya, I Putu. 2012. Hubungan Kepemimpinan Partisipatif, Transparansi Penge­lola­an, Akuntabilitas Kinerja, dan Partisipasi Masyarakat dengan Keefektifan Sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd.,­ dan (III) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd.

Kata kunci: kepemimpinan partisipatif, transparansi penge­lola­an, akunta­bilitas kinerja, partisipasi masyarakat, keefektifan sekolah

Era globalisasi menuntut adanya reformasi disegala bidang aspek kehidupan termasuk reformasi dalam bidang pendidikan dalam bentuk otonomi pendidikan dengan prinsif good governance atau pengelolaan yang baik. Pengelolaan pendidikan sesuai dengan Sisdiknas adalah manajemen berbasis sekolah. Dalam hal ini karakteristik manajemen berbasis sekolah adalah mutu, kepemimpinan, kemandirian, partisipasi masyarakat, transparansi, dan akun­tabilitas. Pilar-pilar tersebut diimplentasikan di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidi­kan atau mewujudkan sekolah yang efektif.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan mengenai ke­pemimpinan partisipatif, transparansi penge­lola­an, akunta­bilitas kinerja, partisipasi masyarakat, keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng. Disamping itu penelitian ini juga untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung.

Populasi penelitian ini adalah 1.404 orang guru Sekolah Menengah Pertama Negeri di kabupaten Buleleng. Dengan menggunakan formula Krejcie & Morgan dan formula Warwick dan Lininger diperoleh jumlah sampel 302 orang. Penetapan besaran sampel tiap sub populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan pengambilan individu menjadi anggota sampel digunakan teknik undian. Pengumpulan data digunakan kuisioner model skala Likert lima pilihan. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik multivariat SEM-AMOS dengan bantuan program Software SEM-AMOS4.01.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kondisi kepemimpinan partisipatif berada dalam kategori baik; transparansi pengelolaan berada pada kategori sangat baik; akuntabilitas kinerja berada pada kategori baik; partisipasi masyarakat berada pada kategori baik; keefektifan sekolah berada pada kategori sangat baik; (2) ada hubungan langsung yang signifikan antara kepemimpinan partisipatif dengan transparansi pengelolaan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (3) ada hubungan langsung yang signifikan antara kepemimpinan partisipatif dengan partisipasi masyarakat pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (4) ada hubungan langsung yang signifikan antara kepemimpinan partisipatif dengan akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (5) ada hubungan langsung yang signifikan antara kepemimpinan partisipatif dengan keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (6) ada hubungan langsung yang signifikan antara transparansi pengelolaan dengan akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (7) ada hubungan langsung yang signifikan antara transparansi pengelolaan dengan keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (8) ada hubungan langsung yang signifikan antara partisipasi masyarakat dengan transparansi pengelolaan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (9) tidak ada hubungan yang signifikan secara langsung antara partisipasi masyarakat dengan akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (10) tidak ada hubungan langsung yang signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (11) ada hubungan langsung yang signifikan antara akuntabilitas kinerja dengan keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (12) tidak ada hubungan yang signifikan secara tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dengan keefektifan sekolah melalui transparansi pengelolaan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (13) tidak ada hubungan yang signifikan secara tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dengan keefektifan sekolah melalui partisipasi masyarakat pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (14) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara kepemimpinan partisipatif dengan keefektifan sekolah melalui akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (15) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara transparansi pengelolaan dengan keefektifan sekolah melalui akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; (16) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keefektifan sekolah melalui transparansi pengelolaan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng; dan (17) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keefektifan sekolah melalui akuntabilitas kinerja pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan penelitian serta manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut. (1) disarankan kepala sekolah pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Buleleng dapat dijadikan masukan sebagai acuan untuk menetukan strategi manajemen sekolah dalam meningkatkan keefektifan sekolah dengan cara lebih meningkatkan gaya kepemimpinan partisipatif dengan penekanan pada konsep pendelegasian dan desentralisasi yang sesuai dengan kapasitas lingkungan sekolah; (2) disarankan kepada guru di kabupaten Buleleng, agar hasil penelitian ini juga dapat menambah salah satu segmen penting dari kepemimpinan partisipatif adalah konsultasi dari kepala sekolah pada para guru.; (3) disarankan kepada Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Buleleng, agar temuan hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan paling tepat dalam membina dan mengembangkan sekolah efektif melalui pembinaan kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan partisipatif; (4) disarankan kepada peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan yang ingin mengungkapkan masalah kepemimpinan partisipatif, transparansi pengelolaan, partisipasi masyarakat, akuntabilitas kinerja serta keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Buleleng sehingga temuan hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam mencari dan atau menelusuri variabel-variabel lain di luar variabel kepemimpinan partisipatif, transparansi pengelolaan, partisipasi masyarakat, akuntabilitas kinerja serta keefektifan sekolah. Dengan demikian peneliti lain agar melakukan kajian teoretis dan empirik lebih memadai sebelum melakukan penelitian, sehingga temuan penelitiannya diharapkan dapat menyempurnakan temuan penelitian ini.

ABSTRACT

Suarnaya, I Putu. 2012. Relationship between Participative Leadership, Manage­­ment Transparency, Performance Accountability, and Community Participation, and School Effectiveness at Public Junior High Schools in Buleleng Regency. Dissertation, Education Management Study Program, Graduate School, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd., and (III) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd.

Keywords: participative leadership, management transparency, performance accountability, community participation, school effectiveness.

Globalization era demands reformation in all sectors of life, including that in education sector in the form of education autonomy manifested in terms of good governance principle. What is meant by education management based on Sisdiknas (Acts on National Education System of the Republic of Indonesia) is school-based management, the characteristics of which are quality, leadership, autonomy, community participation, transparency, and accountability.

The current research was aimed at describing participative leadership, management transparency, performance accountability, community participation, and school effectiveness at public junior high schools in Buleleng regency. Besides, it also sought to find out the interrelationship among the variables, be it the direct and indirect relationship.

The research employed a qualitative approach with a descriptive correlational research design. Population of the study included 1,404 public junior high schools in Buleleng regency. Using Krejcie and Morgan's formulae and that of Warwich and Lininger, a sample of 302 teachers was derived. Sample size in each sub-population identified was done using proportionate random sampling, while drawing technique was employed in the determination of individual participants to become members of the sample. Data collection was conducted using questionnaires constructed based on Likert-scale model with five alternative answers. For data analysis, descriptive statistics and multivariate statistics of SEM-AMOS performed using SEM-AMOS 4.01 software for Windows were utilized.

Study results showed that (1) participative leadership belonged to good category; management transparency belonged to very good category; performance accountability belonged to good category; community participation belonged to good category; and school effectiveness belonged to very good category; (2) there was a significant, direct relationship between participative leadership and management transparency at public junior high schools in Buleleng regency; (3) there was a significant, direct relationship between participative leadership and community participation at public junior high schools in Buleleng regency; (4) there was a significant, direct relationship between participative leadership and performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency; (5) there was a significant, direct relationship between participative leadership and school effectiveness at public junior high schools in Buleleng regency; (6) there was a significant, direct relationship between management transparency and performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency; (7) there was a significant, direct relationship between management transparency and school effectiveness at public junior high schools in Buleleng regency; (8) there was a significant, direct relationship between community participation and management transparency at public junior high schools in Buleleng regency; (9) there was a non-significant, direct relationship between community participation and performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency; (10) there was not a direct, significant relationship between community participation and school effectiveness at public junior high schools in Buleleng regency; (11) there was a significant, direct relationship between performance acountability and school effectiveness at public junior high schools in Buleleng regency; (12) there was not a significant, indirect relationship between participative leadership and school effectiveness through management transparency at public junior high schools in Buleleng regency; (13) there was not a significant, indirect relationship between participative leadership and school effectiveness through community participation at public junior high schools in Buleleng regency; (14) there was a significant, indirect relationship between participative leadership and school effectiveness through performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency; (15) there was a significant, indirect relationship between management transparency and school effectiveness through performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency; (16) there was a significant, indirect relationship between community participation and school effectiveness through management transparency at public junior high schools in Buleleng regency; (17) there was a significant, indirect relationship between community participation and school effectiveness through performance accountability at public junior high schools in Buleleng regency.

Based on the data analysis, conclusions, and the significance of the research, four suggestions are put forward, i.e. (1) principals of junior high schools in Buleleng regency are suggested on planning school management strategies to improve school effectiveness by fostering more participative leadership with an amphasis on delegation and decentralization concepts which are suitable with the capacity of school environment; (2) principals of junior high schools in Buleleng regency are suggested on enhancing one aspect of participative leadership, that is, consultation of the principals with fellow teachers; (3) it is suggested that the Head of Education, Youth, and Sport Department of Buleleng regency refer to the results of the study in taking the most appropriate policy decisions to supervise and develop school effectiveness through the supervision of principals in implementing participative leadership; (4) it is suggested that other researchers refer to the results of the study which investigated participative leadership, management transparency, community participation, performance accountability, and school effectiveness at junior high schools in Buleleng regency in examining other variables other than those accounted in the current study. The other researchers are expected to do much deeper theoretical and empirical literature review in the hope that the results of the present study can be more comprehensive.