DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dalam Mencapai Standar Kompetensi di Propinsi Sulawesi Selatan. (Tesis)

Islamahadani Islamahadani

Abstrak


ABSTRAK

Islamahadani. 2012. Upaya Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dalam Mencapai Standar Kompetensi di Propinsi Sulawesi Selatan. Tesis, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Djauzi Moedzakir, M.A, (II) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S.

Kata kunci : pamong belajar, sanggar kegiatan belajar, standar kompetensi

Pamong belajar SKB merupakan tenaga pendidik UPT Dinas Pendidikan sebagai tenaga fungsional yang berada di SKB, Pamong Belajar selain wajib memiliki kemampuan sebagai tenaga pendidik juga memiliki tugas membimbing, mengajar dan/atau melatih peserta didik. Keadaan ini diharapkan dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif, berlangsung secara optimal dan hasilnya berdampak langsung terhadap peningkatan harkat dan martabat kehidupan para peserta didik.

Mencermati kondisi objektif terhadap beragamnya program pendidikan nonformal memerlukan penanganan lebih serius, hendaknya tidak diselenggarakan setengah hati dan bukan hanya berorientasi pada proyek sesaat, tetapi menjadi basis berkembangnya kegiatan pembelajaran yang menuntut pamong belajar memiliki kompetensi dalam mengemban tugasnya.

Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik survey. Pertanyaan pokok penelitian yaitu bagaimana upaya yang dilakukan pamong belajar dalam mencapai standar kompetensi sangsgar kegiatan belajar (SKB) di Propinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan kepada pamong belajar dari SKB di Propinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah responden sebanyak 297 responden. Variabel penelitian ini adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dengan skala likert yang dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan formulasi/rumus persentase.

Hasil penelitian diperoleh data dari 297 angket yang disebarkan, 160 angket yang kembali, ini dianggap sudah mewakili dari total populasi dan dijadikan sebagai data hasil penelitian, kompetensi pedagogic berada dalam kategori Cukup Baik dengan persentase sebesar 72.26%, kompetensi kepribadian berada dalam kategori Baik dengan persentase sebesar 75.11%, kompetensi profesional berada dalam kategori Cukup Baik dengan persentase sebesar 71%, dan kompetensi social berada dalam kategori Baik dengan persentase sebesar 80.08%. Upaya pamong belajar sanggar kegiatan belajar (SKB) dalam mencapai standar kompetensi di Propinsi Sulawesi Selatan tergolong dalam kategori cukup baik dengan persentase sebesar 74.79%. Dengan latar belakang pendidikan sebanyak 29 responden yang berpendidikan S2 atau 18.12 %, 117 responden berpendidikan S1 atau mencapai 73.12%, 8 responden berpendidikan DIII atau 5.00% dan 6 responden berpendidikan SLTA atau 3.75%. Masa kerja berada pada 20-30 tahun sebanyak 110 responden atau 68.75% kemudian 37 responden dengan masa kerja lebih dari 30 tahun atau 23.12% dan 13 responden dengan masa kerja kurang dari 30 tahun atau 10.5% dari seluruh jumlah responden dan kegiatan ilmiah yang pernah diikuti selama 3 tahun terakhir oleh responden untuk seminar pendidikan sebanyak 82 responden, pelatihan 160 responden, penyuluhan 56 responden dan penelitian (KTI) sebanyak 134 responden.

Bertolak dari temuan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) Pamong belajar hendaknya meningkatkan kepekaan dan kepedulian kepada sasaran yang seharusnya dilayani sehingga pamong belajar termotivasi mengikuti kegiatan ilmiah yang mendukung pelaksanaan tugasnya melalui seminar pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan penelitian (KTI) yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa pendidikan dan pelatihan dalam jabatan pegawai negeri sipil yang bertujuan untuk pengabdian, mutu, keahlian, kemampuan dan keterampilan sehingga diperlukan pegawai negeri sipil yang berkompeten. (2) Pengangkatan calon pamong belajar sebaiknya melalui seleksi yang ketat, kalau perlu harus ada syarat-syarat khusus, antara lain memiliki latar belakang pendidikan S1 Jurusan PLS, telah mengikuti pelatihan tenaga pamong belajar minimal 1 tahun yang diselenggarakan oleh lembaga yang benar-benar diakui kredibilitasnya sebagai agensi PNFI. Sedangkan yang sudah menjadi pamong belajar perlu ditingkatkan pengetahuannya, antara lain mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. (3) Jabatan pamong belajar sebagai tenaga pendidik PNFI perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga cukup memberikan kepuasan kepada para pamong belajar untuk tetap berada pada jabatannya sebagai pamong belajar karena daya tarik jabatan pamong belajar sama dengan menjadi pejabat struktural atau berkarir di lingkungan birokrasi. (4) Konsekuensi peningkatan kompetensi pamong belajar berdampak pada bagaimana pamong belajar bersikap dinamis dan proaktif dalam melakukan penerapan inovasi maka dari itu pamong belajar diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam segala aspek kehidupannya, sesuai karakteristik masyarakat sasaran PNFI.

ABSTRACT

Islamahadani. 2012. Effort of Pamong Learn Gallery Activity Learn (SKB) Reaching Standard competency in Province Sulawesi South. Thesis, Department of Education School of Graduate Program, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Djauzi Moedzakir, M.A, (II) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S.

Keyword : pamong learn, activity gallery learn, competency standard

Pamong learn SKB represent energy educator of UPT On duty Education as functional energy which reside in SKB, Pamong Learn besides obliged to have ability as educator energy also have duty guide, teaching and/or train educative participant. This situation is expected can create the condition of study which is condusif, taking place in an optimal fashion and its result affect direct to make-up of life prestige and standing all educative participant.

Careful of objective condition to agam education program of nonformal need handling more serious, should not be carried out halfheartedly and not merely orienting at momentary project, but becoming bases expand it activity of study claiming pamong learn to have competency in its duty.

This research executed with quantitative approach and technique of survey. Question of research fundamental that is how conducted effort pamong learn in reaching competency standard of gallery activity learn (SKB) in Province South Sulawesi. This Research is conducted to pamong learn from SKB in Province South Sulawesi with amount of responder counted 297 responder. this Research variable is competency of pedagogik, personality competency, professional competency and of social with data collecting technique the used enquette technique with scale of likert analysed by using tables of and frequency of formulasi / percentage formula.

Result of research obtained by data from 297 propagated enquette, 160 enquette which return, assumed have deputized from totalizeing population and made as data result of research, competency of pedagogic stay in Good Enough category with percentage equal to 72.26%, personality competency stay in category Whether with percentage equal to 75.11%, professional competency stay in Good Enough category with percentage equal to 71%, and competency of social stay in category Whether with percentage equal to 80.08%. Effort of Pamong Learn Gallery Activity Learn (SKB) Reaching Standard competency in Province South Sulawesi included in good enough category with percentage equal to 74.79%. With education background counted 29 responder which education of S2 or 18.12 %, 117 responder education of S1 or reach 73.12%, 8 responder education of DIII or 5.00% and 6 responder education of SLTA or 3.75%. Year of service reside in 20-30 year counted 110 responder or 68.75% later;then 37 responder with year of service more than 30 year or 23.12% and 13 responder with year of service less than 30 year or 10.5% from all amount of erudite activity and responder which have been followed by during 3 the last year by responder for the seminar of to education counted 82 responder, training 160 responder, counselling 56 research and responder (KTI) counted 134 responder.

Starting from finding result of this research can be suggested (1) Pamong learn shall improve caring and sensitivity to target which ought to serve so that pamong learn to motivat to follow erudite activity which support execution of duty through education seminar, training, research and counselling (KTI) matching with Law Number 43 Year 1999 expressing that training and education in service public servant of civil with aim to for devotion, quality of, membership, skill and ability so that needed public servant of civil which have competence. (2) Lifting of candidate of pamong learn better through tight selection, where necessary conditions there must be be special, for example owning background education of S1 Majors of PLS, have followed training of energy of pamong learn to minimize 1 year carried out by really institute confessed its credibility as PNFI agensi. While which have become pamong learn require to be improved its knowledge, for example pushing them to continue to education to ladder education of superordinate as according to each membership area. (3) Position of pamong learn as energy educator of PNFI require to be created in such a manner so that enough give satisfaction to pamong learn to constantly within its as pamong learn because position fascination of pamong learn is equal to becoming structural functionary or have career in bureaucracy environment. (4) Consequence of competency of pamong learn to affect how pamong learn to behave dynamic and proaktif in conducting applying of innovation hence from that pamong learn to be expected can improve prosperity of society in all its life aspect, according to target society characteristic of PNFI.