DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Chunk Technique to Improve the Ability of the Eleventh Graders in Producing Hortatory Exposition Text. (Thesis)

Maya Rizki Amalyasari

Abstrak


ABSTRACT

Amalyasari, Maya Rizki. 2012. Using Chunk Technique to Improve the Ability of the Eleventh Graders in Producing Hortatory Exposition Text. Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D. (2) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A.

Keywords: writing, Chunk technique, hortatory exposition, classroom action research.

Writing is a thinking process of putting ideas down on papers to transform thoughts into words, to sharpen main ideas, to give them structure and coherent organization (Brown, 2001:336). Writing is placed as an essential part together with the other three skills in the Teaching English as a Foreign Language (TEFL) Curriculum. Writing becomes the most difficult and complicated aspect in learning English. According to the questionnaires given to the students in the preliminary study, it was found that most of them have difficulties in remembering the generic structure of hortatory exposition text due to the many text types they learned and remembered including their social function and generic structure. In addition, they also found difficulties in remembering some conjunctions which take important roles in connecting and organizing arguments supporting the issue discussed, and also giving recommendations dealing with the issue discussed in hortatory exposition text.

The use of chunk technique through Genre Based Approach is proposed to be applied in the teaching of writing in the classroom In order to solve students' problems in writing activity. The strategy is chosen under the consideration since chunk is the technique of taking smaller objects and grouping them into larger objects so they can be more easily remembered. Chunk refers to a strategy for making more efficient use of short-term memory by recoding information.

The research design implemented in this study is Classroom Action Research (CAR), because it deals with the classroom setting and is intended to develop a strategy to solve problems found by the teacher and students in the classroom. This study consists of four stages namely planning the action, implementing the action, observing the implementation of the action and reflection. The subjects of this study are the students of XI D1 students of SMAN 2 Malang in 2011-2012 academic year. The instruments used in collecting the data are questionnaire and the interview guide through the classroom teacher, the observation checklist, field notes, and the writing test at the ICoT stage.

The main activities during the teaching and learning process based on process-genre based approach are Building Knowledge of Field (BKoF), Modelling of Text (MoT), Joint Construction of Text (JCoT) and Independent Construction of Text (ICoT).

After practicing how to use chunk technique in producing hortatory exposition text collaboratively, the students wrote hortatory exposition text independently in ICoT stage. Their final writing is then assessed using scoring rubric and as their final products.

This study was conducted through 1 cycle since based on the findings of the study, 96.96% of the students could achieve the score at least 70 as the minimum passing grade in their final products. It meant that the criteria of success obtained have been achieved. Thus, the researcher did not need to continue the action to the next cycle.

In addition, from the findings of the study, it was found that (1) the students were actively and enthusiastically involved in the teaching and learning activities through the implementation of chunk technique in writing hortatory exposition text, the students percentage in the involvement of the teaching and learning process gained 92.5% point, (2) the number of the students who achieved the score below the minimum passing grade decreased from 27 students (81.82%) in the preliminary study to 1 student (3.03%) in Cycle 1. Meanwhile, the number of the students who could obtain the score at least 70 as required by the minimum passing grade greatly increased from 6 students (18.18 %) in the preliminary study to 32 students (96.96%) in Cycle 1, (3) all the students had positive responses towards the implementation of the use of Chunk technique features to help them write hortatory exposition text in terms of its practicality in helping them in understanding and remembering conjunctions and also in organizing ideas.

Based on the findings of the study, it is suggested that it can be used as one of the references to conduct the teaching of writing more meaningfully by giving students chance to experience writing process to produce a piece of writing. For other English teachers, the findings of this study can be used as one of the alternatives to solve the same problems they have related to the teaching of hortatory exposition text. In addition, they can use this study as a reference to vary the activities in teaching writing so that the students will be more motivated and excited. Furthermore, English teachers can also integrate the use of Chunk technique in any part of the process of teaching and learning English (reading, writing, and listening) as the media to make learning and teaching English more interesting.


ABSTRAK

Amalyasari, Maya Rizki. 2012. Using Chunk Technique to Improve the Ability of the Eleventh Graders in Producing Hortatory Exposition Text. Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D. (2) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A.

Kata kunci: menulis, Chunk teknik, hortatori eksposisi, penelitian tindakan kelas.

Menulis merupakan proses berpikir dengan menyalurkan ide ke dalam bentuk tulisan, menyalurkan pikiran dalam bentuk kata-kata, kemudian didukung oleh proses meruncingkan ide pokok, memberikan struktur pada kalimat-kalimat dan frasa yang mendukung ide pokok kemudian menyusunnya sehingga terciptalah ketersusunan kalimat yang runtut yang indah dalam suatu paragraph dan teks. Menulis diprioritaskan sebagai bagian yang penting setara dengan tiga kemampuan lain dalam kurikulum. Menulis menjadi bagian yang paling sulit dan rumit dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada para siswa pada tahap preliminary, ditemukan bahwa mayoritas dari siswa mengalami kesulitan dalam mengingat struktur dari teks hortatori eksposisi karena banyak sekali jenis teks yang harus mereka ingat, termasuk juga tujuan dan struktur dari masing-masing jenis teks tersebut.

Untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran menulis di kelas, Chunk teknik melalui Genre based Approach dianjurkan untuk diaplikasikan. Strategi ini dipilih dengan alasan karena Chunk teknik merupakan strategi yang menyatukan beberapa kata atau objek menjadi satu kesatuan yang lebih singkat sehingga mudah untuk diingat atau dihafalkan. Chunk mengacu pada strategi untuk membuat mengaktifkan ingatan jangka pendek secara lebih efektif dengan cara mengubah informasi menjadi sandi.

Desain dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berkaitan dengan situasi kelas dan bertujuan untuk mengembangkan sebuah strategi yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi guru dan siswa di salam kelas yang berkaitan dengan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini mencakup empat tahap, diantaranya perencanaan, pengaplikasian, pengamatan dan refleksi. Subjek dari penelitian adalah siswa-siswa kelas IX D1 di SMAN 2 Malang, tahun ajaran 2011-2012. Instrument yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan pedoman interview terhadap guru kelas, ceklist pengamatan, catatan kegiatan dan tes menulis pada tahap ICoT.

Setelah mempraktikkan pemakaian chunk teknik dalam menulis teks hortatori eksposisi secara berpasangan dengan teman sekelasnya, siswa kemudian menulis teks hortatori eksposisi secara individu pada tahap ICoT. Hasil tulisan akhir para siswa kemudian diukur dengan memakai rubrik nilai sebagai nilai akhir mereka.

Penelitian ini dilakukan melalui 1 tahap karena berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sekitar 96.96% siswa mampu meraih nilai minimal 70 berdasarkan KKM pada tahap akhir menulis. Ini berarti bahwa kriteria kesuksesan telah tercapai sehingga peneliti tidak perlu untuk melanjutkan penelitian ke tahap selanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa (1) hampir semua siswa berperan serta secara aktif dalam proses belajar dan mengajar menulis melalui pengaplikasian Chunk teknik dalam menulis teks hortatori eksposisi, prosentase keaktifan siswa mencapai poin 92.5% (2) jumlah siswa yang meraih nilai di bawah KKM menurun dari 27 siswa (81.82%) pada tahap preliminari, menjadi 1 siswa (3.03%) pada tahap 1. Di samping itu, jumlah siswa yang meraih nilai minimal 70 berdasarkan KKM meningkat dari hanya 6 siswa (18.18%) pada tahap preliminari menjadi 32 siswa (96.96%) pada tahap 1 (3) seluruh siswa memberikan tanggapan positif terhadap pengaplikasian Chunk teknik unutk membantu mereka dalam menulis teks hortatori eksposisi, khususnya dalam membantu mereka memahami dan mengingat beberapa conjunction dan menyusun ide secara runtut.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam pembelajaran menulis yang lebih bermakna, karena siswa diberikan kesempatan untuk belajar menulis melalui banyak proses. Untuk guru Bahasa Inggris, hasil dari penelitian dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengajaran menulis teks hortatori eksposisi. Selain itu, siswa dapat menggunakan hasil dari penelitian ini sebagai referensi untuk membuat pembelajaran menulis lebih bervariasi sehingga siswa dapat lebih termotivasi dan lebih tertarik dalam proses belajar. Guru Bahasa Inggris pun data mengaplikasikan Chunk teknik di seluruh aspek Bahasa Inggris (membaca, berbicara, mendengarkan) sebagai media agar proses belajar dan mengajar jauh lebih menarik.