DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Communication Strategies Employed By Speaking Class Students at the English Department of STKIP PGRI Blitar. (Thesis)

Susi Damaiyanti

Abstrak


ABSTRACT

Damaiyanti, Susi. 2012. The Communication Strategies Employed By Speaking Class Students at the English Department of STKIP PGRI Blitar. Thesis. Graduate Program in English Language Teaching State University of Malang. Advisors (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd, M.A, PhD, (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed

Key words: communication apprehension, communication strategies, communication task, oral presentation.

This study was conducted to find out the communication strategies used by students with high and low communication apprehension levels. The investigation is based on Dornyei's (1995) classification of communication strategies. It focuses on knowing the types of communication strategies used by both groups of the students; finding out whether it is true that students with high communication apprehension level used more number of communication strategies than the low communication apprehension students; and revealing the reasons why they used the strategies.

The study employed a qualitative research design. The subjects were the Speaking III and V students of the English Department of STKIP PGRI Blitar (College of Teacher Training and Education "PGRI" at Blitar). The data were collected through communication tasks (oral presentations), observations, interviews and video recordings. Initially, Using Personal Report of Communication Apprehension (PRCA-24), the students were categorized into high and low communication apprehension level. Then, the students were asked to do two communication tasks (two oral presentations) in front of the class. Their performances were video-recorded as the source of data, and then transcribed to be analyzed. Afterwards, a focus group interview was conducted to disclose the reasons for using the communication strategies.

The findings show that the students with high and low communication apprehension used Avoidance Strategy category which includes Topic Avoidance and Message Abandonment strategies. Both groups of students also employed Compensatory Strategy category with five similar strategies, namely Approximation, Using of Non Linguistic Means, Literal Translation, Code Switching, and Appealing for Help. However, the students with low communication apprehension level used one different Compensatory Strategy, namely Using of All-purposed words. Furthermore, in Stalling/Time-gaining devices category both group of the students used Using of Fillers or Hesitation Devices. Lastly, both students with high and low communication apprehension used three Other Strategies beyond Dornyei's (1995), namely Repetition, Self Correction, and Combination of Other Strategies.

The findings also prove that the subjects with high communication apprehension level used more number of communication strategies than the subjects with low communication apprehension level; the communication apprehension level subjects employed 443 times (54.16%) and subjects with low communication apprehension level used 382 times (48.84%).

The findings also revealed that the reason why the students with high communication apprehension used communication strategies was to deliver the messages more smoothly and clearly. Meanwhile, the subjects with low communication apprehension stated that communication strategies would make their communication more fluent so that they would not get stuck in the middle of their communication.

These findings then lead to the suggestions that teachers should consider introducing the appropriate communication strategies to students and incorporating them in the teaching and learning through the classroom activities. This is to teach the students to communicate effectively and to avoid the communication breakdown. It is also suggested to the students who might be affected by communication apprehension, and having communication difficulties to make use of appropriate communication strategies to solve their communication problems. Then the suggestion, accordingly, goes to the further researchers to investigate the appropriate communication strategies and their teachability to students, in consideration that many factors can affect the use of communication strategies such as the students' first language, language proficiency level, gender, task, and also the cultural background.

ABSTRAK

Damaiyanti, Susi. 2012. The Communication Strategies Employed By Speaking Class Students at the English Department of STKIP PGRI Blitar. Tesis. Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof Bambang Yudi Cahyono, M. Pd, MA, PhD, (II) Dr Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed

Kata kunci: kecemasan komunikasi, strategi komunikasi, tugas komunikasi, presentasi lisan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh siswa yang memiliki tingkat kecemasan komunikasi tinggi dan rendah. Penelitian ini berdasarkan klasifikasi strategi komunikasi oleh Dornyei (1995). Fokus penelitian adalah pada jenis-jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh kedua kelompok siswa; juga pada apakah benar bahwa siswa dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi menggunakan lebih banyak strategi komunikasi daripada siswa dengan tingkat kecemasan komunikasi yang lebih rendah; dan pada pengungkapan alasan mengapa mereka menggunakan strategi-strategi tersebut.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Speaking III dan V di jurusan bahasa Inggris di STKIP PGRI Blitar. Data dikumpulkan melalui tugas komunikasi (presentasi lisan), observasi, wawancara dan rekaman video. Awalnya, Dengan Personal Report of Communication Apprehension (PRCA-24), siswa dikelompokkan menjadi subjek dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi dan rendah. Kemudian, para subjek diminta untuk melakukan dua tugas komunikasi (dua presentasi lisan) Penampilan mereka direkam sebagai sumber data, dan kemudian ditranskripsi untuk dianalisis. Setelah itu, wawancara kelompok dilakukan untuk mengungkapkan alasan penggunaan strategi komunikasi dalam presentasi lisan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kecemasan komunikasi tinggi dan rendah menggunakan Strategi Penghindaran yaitu Penghindaran Topik dan Pengabaian Pesan. Kedua kelompok tersebut juga menggunakan lima Strategi Kompensatori yang sama, yaitu Aproksimasi, Menggunakan Sinyal Non Linguistik, Penerjemahan Harfiah, Alih Kode, dan Meminta Bantuan. Akan tetapi, siswa dengan tingkat kecemasan komunikasi rendah menggunakan satu Strategi Kompensatori berbeda, yaitu Menggunakan Kata Serba Guna. Selanjutnya, dalam Strategi Mengulur/ Memperoleh waktu, kedua kelompok siswa menggunakan Penggunaan Pengisi atau Perangkat Keraguan. Terakhir, baik siswa dengan kecemasan komunikasi tinggi maupun rendah menggunakan tiga strategi yang lain diluar klasifikasi Dornyei (1995), yaitu Pengulangan, Koreksi Diri, dan Strategi Kombinasi.

Temuan ini juga membuktikan bahwa subjek dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi menggunakn jumlah strategi komunikasi lebih banyak dibandingkan dengan subjek dengan tingkat kecemasan komunikasi rendah; subjek dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi menggunakannya sebanyak 443 kali (54,16%), dan subjek dengan kecemasan komunikasi tingkat rendah menggunakannya sebanyak 382 kali (48,84%).

Temuan penelitian ini juga mengungkapkan bahwa alasan mengapa siswa dengan kecemasan komunikasi tinggi menggunakan stategi komunikasi adalah untuk menyampaikan pesan dengan lebih lancer dan jelas. Sementara itu, siswa dengan kecemasan komunikasi rendah meyakini bahwa strategi komunikasi dapat membuat komunikasi mereka lebih lancer sehingga mereka tidak terjebak di tengah-tengah pembicaraan.

Temuan ini kemudian mengarah pada saran-saran bahwa guru harus memperkenalkan strategi komunikasi yang tepat untuk siswa dan memasukkannya dalam kegiatan belajar dan mengajar melalui kegiatan-kegiatan kelas. Hal ini untuk mengajarkan para siswa untuk berkomunikasi secara efektif dan menghindari kegagalan komunikasi. Kemudian, disarankan juga kepada para siswa yang mungkin terpengaruh oleh Kecemasan Berkomunikasi, dan memiliki kesulitan komunikasi untuk menggunakan strategi komunikasi yang tepat untuk mengatasi kesulitan komunikasi mereka. Saran juga akhirnya, ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti strategi komunikasi yang tepat yang dapat diajarkan kepada para siswa, dengan pertimbangan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan strategi komunikasi seperti bahasa pertama siswa, tingkat kemampuan berbahasa, jenis kelamin, tugas, dan juga latar belakang budaya.