DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Konseling Eksistensial untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama. (Tesis)

Tamrin Berutu

Abstrak


Berutu, Tamrin. 2012. Pengembangan Panduan Konseling Eksistensial untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tesis. Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd (2) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A

Kata kunci: pengembangan, panduan, konseling eksistensial, penerimaan diri, sekolah menengah pertama.

Penelitian pengembangan ini terinspirasi oleh maraknya tindakan-tindakan remaja yang mencerminkan rendah penerimaan dirinya, seperti; perkelahian antar pelajar, bunuh diri, penyalahgunaan obat-obatan, minuman keras (alkohol), seks bebas prestasi belajar di bawah kemampuan, dan sebagainya. Hal ini diduga terjadi karena pembelajaran di sekolah lebih mengedepankan aspek kognitif dalam pendidikan. Karena itu, siswa-siswi yang mengalami penerimaan diri rendah perlu mendapat layanan bimbingan untuk mengembangkan dirinya. Penerimaan diri sebagai kondisi yang mampu memahami dan mengevaluasi diri perlu dikembangkan sejak dini sehingga mereka dapat menyadari, memahami dan mengevaluasi diri secara fisik, sosial maupun mental-emosional. Oleh karena itu, dalam meningkatkan penerimaan diri di bangku sekolah, dibutuhkan kolaborasi konselor dan pihak-pihak sekolah.

Rancangan penelitian ini menggunakan Research & Development yang bertujuan untuk menghasilkan panduan konseling eksistensial yang teruji tepat dilakukan di SMP. Produk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pada lingkup sekolah sebagai salah satu sarana dalam membantu siswa SMP. Penelitian ini dilakukan selama 5 kali pertemuan sesuai dengan tahap-tahap yang terdapat dalam panduan dengan metode konseling eksistensial secara individual. Selama penelitian, peneliti berkolaborasi dengan guru pengajar, wali kelas dan konselor untuk menjadi observer pada setiap tahapan konseling. Penelitian ini dilaksanakan di SMPK St.Yusuf 2 Malang, dalam tahun pelajaran 2010/2011 mulai dari awal Februari 2011 sampai dengan Mei 2011.

Dari hasil penilaian uji ahli, uji kelompok kecil (konselor) disimpulkan bahwa panduan konseling eksistensial untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMP tepat dilakukan di SMP, baik dari segi kelayakan, kegunaan maupun ketepatannya. Sedangkan hasil uji panduan konseling eksistensial secara empirik melalui uji kelompok terbatas untuk membuktikan efektifitas konseling eksistensial menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan penerimaan diri rata-rata sebesar 24%. Efektifitas itu juga dibuktikan dari observasi yang menunjukkan telah terjadi peningkatan penerimaan diri siswa setelah menerima perlakuan berupa konseling eksistensial yang ditunjukkan dalam grafik. Sedangkan dengan menggunakan uji hipotesa menggunakan analisis percakapan dapat disimpulkan bahwa pernyataan atau tuturan konseli dari yang bersifat rendah penerimaan dirinya berubah menjadi tinggi penerimaan dirinya. Artinya, pengembangan panduan konseling eksistensial efektif atau bermanfaat bagi siswa SMP untuk meningkatkan penerimaan diri.

 

ABSTRACT

Berutu, Tamrin. 2012. Developing Existential Counseling Guidance to Increase Self Acceptance for Junior High School Students. Thesis. Guidance and Counseling Department. Post Graduate Program. State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Triyono, M.Pd (2) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A

Key words: developing, guidace, existential counseling, self acceptence, junior high school.

This developmental research was inspired by the evidence of activities of students which showed their low self acceptance. Such activities include inter-student fights, suicides, drug and alcohol abuse, free sex, under academic achievement, etc. Those behaviors are closely related to self acceptance. Self acceptance as a condition in which a teenager can understand and evaluate him/herself should be developed as early as possible so that teenagers can understand and evaluate themselves physically, socially and mental-emotionally. Therefore, in order to improve teenager's self acceptance, collaboration between counselor and other parties in school is needed. That need of collaboration and the fact that there had not been any developmental research in existential counseling guidance for improving teenager's self acceptance had inspired the researcher to conduct this research.

This research was done with a research & development design which aimed at producing an existential counseling guidance that can be implemented accuratelly in junior high schools. The trial of the product of the existential counselling guidance was conducted in five sessions with the stages in method of individual existential counseling. During the research period, the researcher collaborated with the teachers, class teacher and counselors and had them as the observers in every stage of the counseling. This research was conducted in St. Joseph Junior High School 2, Malang, school year 2010/2011, starting from the beginning of February until May 2011.

From the result of expert judgement and small group test (counselor), it can be concluded that existential counseling guidance for improving junior high school student's self acceptance can be properly implemented in junior high schools, whether it be in feasibility, utility or accuracy. While the result of test of existential counseling guidance empirically through limited sample size to prove the efficacy of the existential counseling showed that there had been a 24% improvement in self-acceptance. The efficacy was also proven by the observation that showed improvement which appeared on the graphic which showed scores that tend to increase. In addition to that, the result of conversation analysis showed improvement in the statement of the counselee, from statement that reflected low self acceptance to statement that showed high self acceptance. That meant that the development of existential counseling guidance was effective or had an impact for junior high school students in improving their self acceptance.