DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Pendidikan Agama Islam pada Madrasah (Studi Multi Kasus di Mi Mambaul Ulum Sepanjang Gondanglegi dan di MTs N III Kab Malang). (Tesis)

Kholifah Kholifah

Abstrak


Kholifah. 2010. Manajemen Pendidikan Agama Islam pada Madrasah (Studi Multi Kasus di Mi Mambaul Ulum Sepanjang Gondanglegi dan di MTs N III Kab Malang). Tesis. Program Magister Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Prof. Sonhadji.K.H.,M. A., Ph.D. (II) Dr. H. Imron Arifin, M. Pd.

Kata kunci : manajemen pendidikan agama Islam, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah.

Manajemen sebagai suatu proses kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam lingkup organisasi sekolah kegiatan pokoknya adalah mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengerahan dan pengawasan. Substansi dari manajemen pendidikan secara umum meliputi manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen pembelajaran, manajemen keuangan, manajemen personalia, manajemen sarana prasarana dan manajemen hubungan masyarakat serta manajemen layanan khusus.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah penurunan moral generasi muda serta kejadian-kejadian dimasyarakat yang berbau SARA. Akhir-akhir ini keberhasilan pendidikan sering dinilai kurang berhasil membentuk kepribadian anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang menyangkut, manajemen perencanaan kurikulum pendidikan agama Islam, manajemen pelaksanaan Kurikulum pendidikan agamaIslam, manajemen kesiswaan pendidikan agama Islam, manajemen ketenagaan dan manajemen hubungan masyarakatserta manajemen sarana prasarana di MI Mambaul Ulum Sepanjang dan MTs N III Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berupa paparan proses perencanaan kurikulum pendidikan agama islam beserta struktur mata pelajarannya, data proses pelaksanaan kurikulum pendidikan agama Islam, data tentang kesiswaan, ketenagaan dan hubungan masyarakat serta data tentang sarana dan prasarana pendidikan agama Islam. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti sendiri. Untuk menghindari bias maka diadakan kegiatan triangulasi sumber data dan bersifat emik. Kegiatan analisa data di lakukan saat pengumpulan data, pengelompokan data dan tahap evaluasi data. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) perencanaan kurikulum pendidikan agama Islam di kedua Madratsah dilakukan oleh tim yang beranggotakan guru-guru rumpun mata pelajaran agama yaitu, Fiqih, aqidah akhlak, Qur'an hadits, Sejarah Kebudayaan Islam dan bahasa Arab; (2) pelaksanaan kurikulum pendidikan agama Islam yang dilaksanakan dikedua madrasah menggunakan KTSP/M yang muatan lokalnya ditambahkan kedalam kelompok mata pelajaran agama Islam dimana sudah memperhatikan jumlah maksimal siswa, rombel pengaturan tempat duduk serta menggunakan metode yang menyenangkan ,(3) masalah kesiswaan, anak diberi kesempatan memperoleh materi pendidikan agama sesuai dengan usia, kemampuan, minat dan bakat masing-masing; (4) untuk dapat memberikan layanan terbaik maka dalam hal tenaga sudah diadakan seleksi penerimaan PTT, dengan kualifikasi minimal S1, serta diperhatikan juga kepribadiannya; (5) dan yang terakhir masalah hubungan masyarakat karena kedua Madrasah berada di lingkungan pedesaan yang masih sarat kegotongroyongannya, maka masyarakat mendukung sepenuhnya program-program madrasah baik dukungan materiil berupa dana maupun moril dengan membantu apapun yang dibutuhkan oleh madrasah.

Dari penelitian ini ditemukan adanya 11 persamaan yaitu; lokasi, adanya tim penyususan kurikulum PAI, adanya KTSM, perangkat pembelajaran yang lengkap, sarana prasarana yang lengkap, adanya dukungan dari tenaga pendidik dan masyarakat sekitar, adanya pembagian tugas sesuai kompetensi dan adanya pelayanan kebutuhan siswa. Sedangkan perbedaannya adalah ;terutama pada jumlah Jam Pelajaran, bentuk keterlibatan orangtua, proses penerimaan siswa baru, proses penerimaan personil dan status kepegawaian, serta peran serta masyarakat dalam proses perancanaan kurikulum.

Dengan kedudukan Pendidikan agama Islam yang strategis dalam pencapain tujuan pendidikan nasional maka perlu partisipasi dari berbagai pihak yang berkopeten dan berwenang membuat kebijakan untuk memberi izin mengadakan kajian keagamaan di luar jam tatap muka di sekolah umum. Hal ini kaitannya dengan pembentukan insan yang beriman dan bertaqwa seperti amanat dalam Undang-undang pendidikan. Dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak diharapkan tujuan pendidikan nasional akan segera tercapai.

Saran-saran penelitian ini ditujuan untuk pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pendidikan utamanya pendidikan agama Islam demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malang khususnya.

Untuk guru agar memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mempunyai kemampuan khusus dan berkebutuhan khusus. Untuk kepala sekolah MIMU supaya membuka akses yang lebih luas kepada sekolah-sekolah disekitarnya. Untuk pengawas agar mensosialisasikan manajemen pendidikan agama Islam yang sudah baik kepada sekolah-sekolah yang menjadi binaannya. Untuk kemendepag dan dinas pendidikan kabupaten Malang kiranya dapat mensosialisasikan manajemen pendidikan agamaIslam yang sudah baik di kedua lembaga. Dan bagi kemendiknas yang berwenang membuat kebijakan pendidikan untuk memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah umum untuk menambah jam diluar tatap muka untuk kajian- kajian keagamaan.

 

ABSTRACT

Kholifah. 2010. Islamic Religion Educational Management in the Islamic School (Multi-Case Study In Islamic elementary School Mambaul Ulum Sepanjang Gondanglegi And in Islamic Midler School IIIMalang). Thesis. Magister Program in Educational Management, University of Malang. Advisor, (I) Prof. Dr. Sonhadji. KH, MA, Ph.. D., (II) Dr. H. Imron Arifin, M. Pd.

Key words: management of religion educational, islamic elementary school, islamic yunior school.

 

Management is a process of cooperation to achieve organizational goals. At school organization, it includes planning, organizing, actuating, and controlling. In general, the substances of educational management are curriculum management, student management, learning management, financial management, personnel management, infrastructure management, public relation management, and special service management.

The background of this research comes from the youth degradation moral in public especially about SARA (social, religion, tribes). Nowadays many people say that education gets fail to build the students' personalities. The purpose of this research is to describe some things, they are management of Islamic educational curriculum planning, management of Islamic educational curriculum implementation, students management, personnel management, and public relation management at Mambaul Ulum Sepanjang Islamic Elementary School and Malang Islamic Junior High School III.

This study used qualitative research design. The data is all about explanation of Islamic educational curriculum planning process and the structure of this subject, implementation of Islamic educational curriculum students, personnel, public relation. The data is collected through in depth interview and observation. The instrument of this study is the researcher, herself, and questioner. To avoid the bias on this research, the data resource triangulation is done. Data analysis is done when the data collected, grouped, and evaluated. Based on the data analysis result, researcher gets some conclusions, they are (1) the Islamic educational curriculum planning at both of the Islamic schools is done by the teachers team who teach the similar subject of Islamic education: Fiqih, aqidah akhlak, Qur'an hadits, Sejarah Kebudayaan Islam dan Arabian; (2) both of the Islamic schools use School Based Curriculum for implementing the Islamic education; (3) every student has a chance to get Islamic education based on his or her own age, capability, and interest; (4) both of the shools use seclection process in recruting school personnels, (5) the public relation system at both of tha Islamic shools runs well in which the public support the schools materially and morally.

Based on this study, researcher found eleven similarities upon Mambaul Ulum Sepanjang Islamic Elementary School and Islamic Junior High School III Malang, they are location, teachers team who design the Islamic educational curriculum, completed learning device, completed infrastructure, the support of educators and the surrounding community, the division of tasks based on competence, and students needs service. The differentiation of both Islamic schools includes the number of lesson hours, parental involvement forms, the process of new admissions, the admissions process personnel and employment status, and community participation in curriculum planning process.

For the role of Islamic education is important, those who are responsible making the educational policy, need to add the leaning hours especially for Islamic lesson at public school. This is important to build the good personality and the good character of students as included in the national educational law. With a good cooperation among the educational stakeholders, may the national educational goal be achieved as soon as possible.

This study's suggestion is given to those who have interest in Islamic education generally in Indonesia and especially in Malang district. The suggestion also is given to teachers so that they give attention to the students who have special capability and special needs. Suggestion for the headmasters of MIMU is please make a wider access to educational stakeholders around your schools. Suggestion for supervisors is please deliver good management of Islamic education to every school you help. Suggestion for the educational ministry is please socialize the good management of Islamic education to both schools. Suggestion for the educational officers who have right for making educational policy, please make a new policy that gives chance for public schools to add their extracurricular hours for learning he religious studies more.