DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Rencana Strategis Pengembangan Sumber Daya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura

Siti Rokhmah

Abstrak


RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN SUMBER DAYA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) AL-FATAH JAYAPURA

Siti Rokhmah, Universitas Negeri Malang
Email : rokhmahsiti_jpr78@yahoo.com.

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana rencana strategis pengembangan sumber daya STAIN Al-Fatah Jayapura diawali dengan mendeskripsikan profil sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya sarana prasarana, sumber daya teknologi informasi, menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tantangan, serta mendeskripsikan strategi pengembangkan sumber daya STAIN Al-Fatah Jayapura. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian setelah dideskripsikan gambaran/profile sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya sarana prasarana, sumber daya teknologi informasi dan dilakukan analisis SWOT dalam pengembangan sumber daya untuk membantu pengalokasian sumber daya anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan lebih efektif, maka rencana strategi pengembangan sumber daya dilakukan dengan (1) meningkatkan kualitas dan kuantitas rekruitmen dosen dan mahasiswa; meningkatkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa; meningkatkan kemampuan dosen dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik. (2) menyusun dan merencanakan perencanaan keuangan yang mantap; menjamin ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan dan masa depan. (3) menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan masa depan; menjamin pemanfaatan sarana prasarana secara efisien dan terpadu; melaksanakan penataan rangkaian bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisiensi hubungan fungsional dan interaksi sosial. (4) mewujudkan perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif; memfungsikan teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, dan administrasi; dan mewujudkan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi.

Kata kunci:  rencana strategis, pengembangan sumber daya, sekolah tinggi
                      agama Islam


Peranan lembaga pendidikan tinggi agama Islam termasuk STAIN Al-Fatah Jayapura pada hakekatnya merupakan lembaga yang berfungsi melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan dan menggali ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu juga berfungsi mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan menghasilkan jasa-jasa dalam lingkup bidang penyiapan tenaga profesional sesuai bidangnya. Selain itu juga berfungsi mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan menghasilkan jasa-jasa dalam lingkup bidang penyiapan tenaga profesional sesuai bidangnya. Raharjo (1994) mengatakan, membangun pendidikan tinggi yang mumpuni, setidak-tidaknya diperlukan beberapa syarat ; (1) ketetapan dan kejelasan arah dan tujuan, (2) pembiayaan yang efisien, (3) profisiensi, tenaga yang dilibatkan berkualifikasi terampil dan berpengalaman tinggi ; (4) perguruan tinggi harus peka dan inovatif terhadap tuntutan lingkungan ; (5) perguruan tinggi harus konsentrasi, mengarah pada usaha ke arah pengembangan profesi yang berorientasi pasar.
Kebutuhan masyarakat Papua, khususnya Jayapura dan sekitarnya terhadap lulusan STAIN masih cukup tinggi. Dengan 2 jurusan unggulan yaitu Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam dan jurusan Syariah program studi al-ahwalusy syahksiyah dan mu’amalah STAIN memiliki posisi strategis di Jayapura. Hal ini bisa dilihat dari besarnya jumlah Sekolah dasar dan menengah yang semuanya membutuhkan guru agama Islam, dibandingkan dengan jumlah lulusan prodi PAI yang masih relatif sedikit. Berdasarkan data yang dihimpum STAIN Al-Fatah Jayapura, di kabupaten dan Kota Jayapura ada 79 sekolah umum (negeri dan swasta yang berbasis Kristen maupun nasionalis) dan 11 sekolah Islam atau madrasah (3 negeri dan sisanya swasta). Sementara di seluruh Papua hanya ada 3 perguruan tinggi yang mempunyai prodi Pendidikan Agama Islam (STAIN Al-Fatah Jayapura, Universitas Yapis Papua, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Falah Merauke). Setiap sekolah umum (kecuali sekolah yang berbasis Kristen) membutuhkan guru Pendidikan Agama Islam, karena disetiap sekolah mempunyai siswa yang beragama Islam. Bahkan ada beberapa sekolah yang membutuhkan lebih dari satu guru PAI karena banyaknya siswa. Beberapa sekolah dasar di Jayapura masih ditemui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diasuh bukan dari guru berlatar pendidikan  agama Islam.
Masyarakat Papua dan sekitarnya separuh lebih atau paling tidak 51% beragama Islam, dan setengahnya terdiri dari penduduk asli Papua. Akan tetapi jumlah penduduk muslim yang cukup banyak ini belum diimbangi dengan jumlah sekolah-sekolah keagamaan yang proporsional, seperti MIS/MIN, MTs/MTsN dan MAS/MAN. Maka tidak aneh jika tenaga-tenaga ahli di bidang keagamaan juga sangat kurang. Di daerah perkotaan, seperti Jayapura, Merauke, Sorong dan Manokwari jumlah masjid cukup. Bahkan di pusat perkotaan, dalam radius dua kilo meter sudah bisa ditemukan masjid, meski intensitas kegiatan keagamaan di masjid-masjid masih sangat kurang, karena kurangnya tenaga ahli bidang keagamaan.
Perumusan tujuan akan keberlanjutan program STAIN Al-Fatah Jayapura sangat penting karena merupakan sumber motivasi yang dapat membantu  para personil perguruan tinggi untuk memahami alasan kehadiran serta rencana yang akan dilaksanakan di masa depan. Selain itu dengan perencanaan perumusan tujuan yang jelas maka perguruan tinggi akan dapat menggunakan segenap sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien. Dalam perencanan perlu dilakukan perumusan atau penilaian terhadap keadaan sekarang yaitu proses analisis untuk mengetahui secara tepat keadaan atau posisi perguruan tinggi pada saat ini hingga dapat dirumuskan rencana kegiatan yang akan ditetapkan. Selanjutnya dalam perencanaan perlu diidentifikasi kekuatan, hambatan yang bersifat internal maupun eksternal. Yang bersifat internal seperti karakteristik mahasiswa, keadaan dosen, fasilitas fisik, keadaan unit-unit penunjang dan lainnya. Sedangkan yang bersifat eksternal yaitu faktor ekonomi, keadaan politik dan pemerintah, standart perguruan tinggi dan lembaga lain di luar perguruan tinggi.
Berdasarkan keunggulan yang dapat diwujudkan seperti telah diuraikan di atas, manajemen strategik di lingkungan organisasi pendidikan termasuk di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura kiranya memberi manfaat yang dapat memperkuat usaha perwujudannya secara efektif dan efisien. Sebagimana disampaikan Hadari Nawawi (2005), dengan menerapkan perencanaan strategik, manfaat yang dapat dipetik adalah manajemen strategik dapat mengurangi ketidakpastian dan kekomplekan dalam menyusun perencanaan sebagai fungsi manajemen, dalam proses pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan semua sumber daya yang secara nyata dimiliki melalui proses terintegrasi dengan fungsi manajemen lainnya dan dapat dinilai hasilnya berdasarkan tujuan organisasi.
Rencana Strategis STAIN Al-Fatah Jayapura merupakan rencana pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura periode 2006-2011. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi tersebut, selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai lima tahun kedepan. Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumuskan skenario untuk mencapainnya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.
Titik berat rencana strategi pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura ini adalah aspek-aspek strategis dalam penyelenggaraan dan pengembangan STAIN Al-Fatah Jayapura. Aspek-aspek strategis yang dimaksud meliputi (1) kinerja penyelenggaraan pendidikan, (2) kinerja penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, (3) kinerja manajemen STAIN Al-Fatah Jayapura yang meliputi bidang manajemen sumberdaya insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan kampus, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, dan teknologi informasi, (4) budaya organisasi dan iklim akademik, dan (5) jaringan kerjasama (networking). Yang perlu mendapatkan penekanan adalah bahwa aspek-aspek tersebut bukanlah sesuatu yang saling terpisah tetapi merupakan suatu kesatuana yang saling terkait.

METODE
Metode kualitatif dalam penelitian ini termasuk kualitatif interaktif, yaitu studi yang mendalam dengan mengunakan teknik pengumpulan data langsung dari lingkungan alaminya. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis studi kasus, merupakan  penelitian yang dilakukan  terhadap suatu kesatuan sistem yang berupa program perencanaan strategik untuk pengembangan sumber daya di STAIN Al-Fatah Jayapura. Dalam penelitian ini kehadiran peneliti memainkan peran sebagai  pengamat partisipatif, pewawancara mendalam dan peneliti partisipatif.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura yang beralamat di Jl. Merah Putih Buper Waena Distrik Heram Kota Jayapura Provinsi Papua 99538. STAIN AL-Fatah Jayapura merupakan sekolah tinggi yang baru dinegerikan sesuai Keputusan Presiden RI Nomor : 92 tanggal 18 Oktober 2004, tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al Fatah Jayapura yang ditindak lanjuti oleh Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 1 tanggal 3 Januari 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja (ORTEKER) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al Fatah Jayapura dengan 2 Jurusan dengan 3 Program Studi, yaitu: Jurusan Syariah dengan Prodi Al-Ahwalus Syakhsyiyah (AS-S1) Jurusan Tarbiyah dengan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI-S1) dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI-DII). Dalam perjalanannya di tahun ke-5 ini STAIN terus berbenah untuk mewujudkan perannya dengan berpedoman pada Rencana Strategis yang sudah ditetapkannya.
Jenis data yang dikaji terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini secara umum dilakukan dengan wawancara/interviuw mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi yang juga memodifikasikan sejumlah teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Analisa data dilakukan dengan (tiga) langkah yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Dalam penelitian ini digambarkan profil sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya sarana prasarana, sumber daya teknologi informasi, kemudian menganalisa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tantangan, selanjutnya mendeskripsikan strategi pengembangkan sumber daya STAIN Al-Fatah Jayapura.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Sumber Daya Manusia STAIN Al-Fatah Jayapura
Sumber daya manusia dalam institusi pendidikan tinggi termasuk mahasiswa, dosen (tenaga pendidik), tenaga kependidikan lainnya. Profil kompetensi dosen secara umum mengajar sesuai kompetensinya (sesuai dengan spesialisasi pendidikan). Saat ini jumlah tenaga dosen tetap 29 orang, sementara jumlah mahasiswa aktif sebanyak 525 orang di 3 (tiga) program studi. Rasio dosen-mahasiswa adalah 1:18. Rasio ini memang belum ideal, tetapi masih bisa mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Selain itu setiap dosen mengajar rata-rata 3-4 mata kuliah, sehingga beban mengajar dosen tidak terlalu banyak. Profil tenaga kependidikan lainnya secara umum bisa mencukupi, walaupun masih terbatasnya tenaga ahli seperti pustakawan, pengelola database, juga untuk tenaga pendidik belum adanya profesor di lembaga ini.
Pengembangan kualitas dosen dan tenaga kependidikan dilakukan dengan memberikan bantuan studi (melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi) dan mengikutkan dalam beberapa kegiatan workshop, diklat, seminar baik intern maupun ektern serta pembinaan karier dan profesi. Pengembangan SDM ini menghadapi kendala internal dan eksternal. Secara internal adalah tidak banyak calon tenaga yang tertarik/berminat untuk bertugas di Jayapura, karena tiga hal, pertama, letak geografis kampus yang berada pada propinsi terluar di Indonesia, kedua adalah aspek ekonomi, yakni mahalnya harga barang dan jasa di wilayah ini dibandingkan dengan tempat lain (terutama Pulau Jawa), ketiga, suasana politik daerah yang relatif tidak stabil sehingga dari sisi keamanan mengkhawatirkan. Secara eksternal karena terbatasnya formasi dari pusat. Kondisi ini berakibat pada rekruitmen dosen yang kurang optimal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melobi beberapa perguruan tinggi Islam di luar Jayapura untuk merekomendasikan alumni yang berprestasi untuk ditawarkan sebagai dosen di STAIN Al-Fatah Jayapura dengan jaminan kesejahteraan yang lebih baik. Begitupun dengan tenaga ahli lainnya seperti prosesor bisa dengan cara mengontrak dengan kompensasi kesejahteraan yang lebih baik.
Karakteristik mahasiswa antara lain: (1) secara kuantitas belum memadai karena populasi muslim terbatas, letak geografis yang sulit dijangkau dan terbatasnya publikasi dan promosi yang masih terbatas di wilayah Jayapura dan Keerom ; (2) latar belakang input pada umumnya lulusan sekolah umum, sebagian kecil dari madrasah keagamaan (MA), dari segi etnis umumnya dari masyarakat urban putra daerah masih terbatas jumlahnya; (3) penerimaan mahasiswa  baru terdiri dari mahasiswa baru (reguler) dan tranfer dari para guru yang sudah mengajar di beberapa SD/MI di Jayapura; (4) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata lulusan adalah 3,0, sedangkan IPK  2,75 sekitar 10% dengan rata-rata masa studi mahasiswa 11 semester. Upaya peningkatan kemampuan akademik mahasiswa dengan pengiriman mahasiswa putra daerah untuk melanjutkan studi di lembaga lain pada semester ke-3 sampai lulus.

Sumber Daya Keuangan STAIN Al-Fatah Jayapura
Gambaran tentang sumber daya keuangan di STAIN Al-Fatah Jayapura sebagai berikut: (a) sumber dana hampir secara keseluruhan diperoleh dari DIPA. Anggaran DIPA merupakan penerimaan internal yang didapat dari APBN dan PNBP yang dikembangkan dari SPP mahasiswa, (b) penerimaan eksternal belum bisa diandalkan. Dana kerjasama, hibah, dan dana dari pihak dunia usaha, birokrasi, atau sekolah masih terus diupayakan. Sumber penerimaan eksternal diperoleh secara insidental dari kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pemerintah daerah atau lembaga lain dan Dewan Penyantun, (c) upaya perolehan sumber penerimaan di luar jasa pendidikan terus dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi usaha,
Perencanaan pemanfaatan dan pengelolaan dana (alokasi dana) di STAIN Al Fatah Jayapura berpedoman pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) jurusan dan lembaga STAIN secara umum. RAPB disusun oleh senat STAIN Al-Fatah Jayapura dan dijadikan pedoman dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana selama satu tahun anggaran, begitu juga tahun-tahun berikutnya.
Kemampuan pimpinan lembaga pendidikan dalam mengelola keuangan perlu mamahami praktik-praktik perbankan dan pemanfaatannya. Uang adalah sumber daya yang terbatas dan langka, maka perlu dikelola dengan baik dan benar untuk investasi fisik dan non fisik di bidang pendidikan dan biaya operasional pendidikan sesuai dengan jalur dan jenjangnya. Dana yang diterima STAIN Al-Fatah sebenarnya masih kurang mencukupi, karena selain jumlahnya yang belum seimbang dengan kebutuhan riil STAIN, juga karena nilai uang di Indonesia Wilayah Timur, khususnya Papua, lebih kecil daripada nilai uang di wilayah yang lain, terutama Jawa. Sehingga penentuan efisiensi didasarkan pada optimalisasi sumber daya yang ada dengan meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu.

Sumber Daya Sarana Prasarana
Sarana dan prasarana pendidikan memegang peranan yang juga sangat penting. Gedung kuliah merupakan sumber belajar yang utama, oleh sebab itu perlu dirancang, dipelihara, agar bisa berfungsi dengan baik, sehat, menjadi tempat menarik untuk pelaksanaan berbagai kegiatan kampus. Secara umum fasilitas pendidikan di STAIN Al-Fatah masih dalam proses pemenuhan karena dengan usia yang baru terus berbenah untuk melengkapi kebutuhan sumber daya sarana prasarana untuk keberlangsungan kegiatan pendidikan. Kondisi itu bisa digambarkan sebagai berikut (a) sarana yang dimiliki STAIN Al-Fatah Jayapura untuk menjamin keberlanjutan diperoleh melalui pembelian dari alokasi anggaran yang telah direncanakan (bukan peminjaman). Hal ini akan menjamin bisa terpakainya dengan baik sarana prasarana pendidikan maupun penunjang untuk kegiatan belajar mengajar. Pemeliharaan terhadap sarana prasarana ini yang harus menjadi bagian perhatian penting lembaga untuk menjamin keberlanjutan program. (b) ketersediaan sarana bagi mahasiswa dan dosen dirasa belum memadai. Belum ada keseimbangan antara rasio ketersediannya dengan jumlah civitas akademika yang memanfaatkannya, sehingga ada beberapa sarana yang dimanfaatkan secara bersama-sama. Hal ini yang terkadang mengganggu proses kegiatan. (c) saat ini STAIN masih dalam proses pembangunan gedung rektorat dan perpustakaan pusat, (d) STAIN Al-Fatah merencanakan pengadaan sarana perlengkapan lain yang bernilai produktif, yaitu pembuatan arena outbound dan reboisasi tanah STAIN, selain fasilitas ini penunjang belajar akademik seperti laboratorium dan lainnya.

Sumber Daya Teknologi Informasi
Semakin berkembangnya teknologi informasi juga mengikuti perkembangan trend teknologi, STAIN Al-Fatah Jayapura dalam rangka memenuhi kebutuhan akan informasi ini masih terus melakukan pembenahan. Gambaran tentang alur informasi sebagi berikut: (a) pemenuhan kebutuhan sarana informasi dalam lingkungan kampus dilakukan melalui jaringan/network antar unit dengan memanfaatkan fasilitas komputerisasi, internet, E-mail, telepon, faximile, dan earphone. Informasi berbasis internet bisa diakses melalui
Homepage:  http://www.geocities.com/stain.alfatah_jayapura
E-Mail:  stain_alfatah_jayapura@yahoo.com
(b)    kebutuhan informasi secara keseluruhan di lingkungan STAIN menggunakan Sistem Pelayanan Perguruan Tinggi (SIMPEL PT) STAIN Al-Fatah Jayapura dapat diakses oleh semua civitas akademika STAIN Al Fatah Jayapura, baik di jurusan maupun di institusi. Salah satu akses dalam SIMPEL PT STAIN Al-Fatah Jayapura adalah SIMAK (Sistem Informasi Akademik), Evaluasi Program Studi (EVAPRODI), Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIMPUS).
Strategi pengembangan sistem informasi jangka panjang akan dilakukan dengan memantapkan jaringan yang sudah ada dengan terus menerus menyesuaikan perkembangan. Dengan terus mengikuti perkembangan, maka strategi pengembangan sistem informasi selalu mengikuti perkembangan IPTEK dan tuntutan globalisasi.

Analisis SWOT Pengembangan Sumber Daya STAIN Al-Fatah Jayapura
Analisis SWOT adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik yang merupakan pendekatan analisis lingkungan. Hal ini membantu pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan, dan sebagainya yang lebih efektif. STAIN Al-Fatah Jayapura mengidentifikasi secara lebih cermat dan jujur kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan untuk merumuskan strategi untuk mengoptimalisasikan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan tersebut. Hasil deskripsi dan analisis SWOT terhadap pengembangan sumber daya STAIN Al-Fatah saat ini sebagimana tertera dalam table 1.1 dan table 1.2 berikut ini:
 
Tabel 1.1  Deskripsi SWOT Pengembangan Sumber Daya STAIN Al-Fatah Jayapura

Kekuatan    Kelemahan
1.    Legalitas tentang alih status Sekolah Tinggi Agama Islam al-Fatah Jayapura (Rekomendasi Gubernur Prov Papua No. 421.4/794/SET/2003; Rekomendasi DPRD Prov. Papua No. 421.4.96/2003; Rekomendasi Kanwil Prov. Papua No W.2/2/BA.05/0097/2003; Rekomendasi Badan Pekerja  Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua No. 212/G-16.b/IV/2004; Rekomendasi Rektor Uncen No. 00118/j20/PP/2003) Kepres RI. No. 92/2004; Kep. Menag No 1/2005 ttg Stukrur dan Ortaker STAIN Al-Fatah Jpr
2.    Lokasi kampus yang cukup luas dan strategis memiliki peluang pengembangan ke depan
3.    Memiliki kesadaran untuk mengantisipasi perkembangan dan perubahan kedepan
4.    Secara bertahap bersedia melangkah menuju profesionalisme melalui bentuk-bentuk evalusai diri
5.    Memiliki pengalaman dalam mengelola sumberdaya secara mandiri     1.    Tergolong perguruan tinggi baru, sehingga masih membutuhkan perbaikan dan pembaharuan
2.    Pengembangan kampus belum terpadu dan memperhitungkan berbagai aspek ideologis, akademik, dan manajerial
3.    Perhitungan terhadap berbagai perkembangan masa depan belum didasarkan atas informasi atau data yang konkret dan akurat
4.    Aspek-aspek kinerja baik yang terkait dengan proses pembelajaran (dosen, kurikulum, metode, output, dll.) dan yang terkait dengan manajemen (SDM, finansial, sarana-prasarana) masih memerlukan banyak perhatian
5.    Kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara individual masih rendah
6.    Belum banyak memanfaatkan sumber-sumber lain diluar dana yang diperoleh dari mahasiswa dan  pemerintah, dan kurang optimalnya jaringan kerjasama (networking).
Peluang    Tantangan
1.    adanya tawaran menjalin kemitraan dan kerjasama dari swasta, PTN dan PTS, khususnya di luar Papua,
2.    Banyaknya fasilitas infrastruktur di luar kampus yang dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan operasional program-program,
3.    Meningkatnya teknologi informasi dan banyaknya proyek penelitian yang ditawarkan oleh institusi pemerintah dan swasta yang melibatkan Perguruan Tinggi,
4.    Banyaknya proyek Pemerintah dan swasta yang melibatkan Perguruan Tinggi  (Program Studi dan LSM dalam pelaksanaannya),
5.    Masih terbukanya peluang bekerjasama dengan lembaga dan pihak lain secara lebih luas.    1.    banyaknya peluang kerja di luar lembaga dengan pendapatan yang lebih baik, mengingat banyak dosen dan pegawai dari luar Papua,
2.    Terbatasnya sumber dana dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengembangkan kerjasama.
3.    Semakin meningkatnya cara berpikir yang materialistik dan pragmatis serta semakin menguatnya PTN dan berbagai PTS di Jayapura yang menawarkan prodi-prodi berbasis peluang kerja akan menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan di lingkungan STAIN Jayapura,
4.    Meningkatnya harga barang dan jasa, serta ketatnya persaingan antar Pergururan Tinggi dalam memperoleh dana penelitian dari instansi di luar kampus;
5.    Perubahan situasi sosial, politik dan ekonomi yang dapat mempengaruhi kebijakan Pemerintah
 
Tabel 1.2. Matrik SWOT Pengembangan Sumber Daya STAIN Al-Fatah Jayapura

Faktor-faktor
Internal




     Faktor-faktor
    Eksternal    Strenghts (S)
1.    Lokasi kampus cukup luas&strategis
2.    memiliki kesadaran mengantisipasi perkembangan dan perubahan
3.     secara bertahap bersedia melangkah menuju profesionalisme melalui evalusai diri
4.    kemampuan yang relatif baik dalam kerja tim
5.    pengalaman dalam mengelola sumberdaya secara mandiri.
    Weakness (W)
1.    tergolong perguruan tinggi baru yang masih bertumbuh
2.    pengembangan kampus belum terpadu
3.    aspek-aspek kinerja yang terkait dengan proses pembelajaran masih memerlukan banyak perhatian
4.    belum memanfaatkan sumber lain diluar dana yang diperoleh dari mahasiswa dan  pemerintah
5.    belum optimalnya jaringan kerjasama (networking).
Opportunities (O)
1.    tawaran menjalin kemitraan dan kerjasama dr swasta, PTN dan PTS
2.    banyak fasilitas infrastruktur diluar kampus dapat digunakan menunjang pelaksanaan operasional program
3.    meningkatnya teknologi informasi dan banyaknya proyek penelitian yang ditawarkan pemerintah maupun swasta yg melibatkan Perguruan Tinggi
4.    masih terbukanya peluang bekerjasama dengan lembaga dan pihak lain secara lebih luas.    SO strategies
1.    pemanfaatan infrastruktur yang bernilai produktif
2.    standarisasi rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan
3.    peningkatan kuantitas mahasiswa dg networking ke pesantren dan sekolah menengah
4.    menjalin kemitraan dg lembaga PT lain
5.    menjalin kerjasaa dg instansi lain yang saling menguntungkan
6.    manfaatkan potensi civitas akademika secara maksmal
    WO strategies
1.    menata manajemen kampus yang lebih baik
2.    membuka diri menerima inovasi utk pembaharuan yang lebih baik
3.    peningkatan aspek kinerja pembelajaran dg adakan pembinaan lebih intensif
4.    jalin kerja sama (team work) utk urusan kerja sama
5.    upaya perolehan sumber dana lebih banyak (hibah, penelitian & kerjasama)
Threats (T)
1.    banyak peluang kerja diluar lembaga dg pendapatan lebih tinggi
2.    terbatasnya sumber dana dan SDM utk mengembangkan kerjasama
3.    meningkatnya cara berpikir materilistik dan pragmatis serta semakin menguatnya PTN/PTS dg tawaran prodi berbasis peluang kerja
4.    perubahan situasi sosial, politik dan ekonomi    ST strategies

1.    kontrak/kerjasama utk tenaga ahli dg jaminan kesejahteraan yang baik
2.    jalin kemitraan/ networking dg Pemda untuk andil dalam menentukan kebijakan publik
3.    membuka prodi yang sesuai dengan tren kebutuahn masyarakat
4.    tingkatkan kerjasama team utk networking sampai ke tingkat yang lebih tinggi    WT strategies

1.    promosi dan sosialisasi secara maksimal
2.    meningkatkan kualitas pengembangan dosen
3.    meningkatkan kualitas jumlah penelitian yang bermanfaat utk pengembangan kebutuhan masyarakat
4.    kembangkan potensi mahasiswa
5.    kembangkan jaringan/kemitraan bisnis



















 
Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya STAIN Al-Fatah Jayapura
Rencana strategi merupakan kebijakan penting dari lembaga untuk diambil agar dapat digunakan sebagai patokan dalam pembuatan program. Sebagai lembaga pendidikan, STAIN Al-Fatah Jayapura harus mengembangkan rencana strategi berkaitan dengan kegiatan akademik dalam upaya untuk menghasilkan lulusan sebagaimana yang dicitakan. Selanjutnya strategi itu dikembangkan menjadi rencana program dan rencana kegiatan. Rencana program dikembangkan dengan tujuan untuk memperjelas bagaimana visi dapat dicapai. Rencana program merupakan upaya untuk implementasi strategi organisasi. Rencana program merupakan proses penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan suatu rencana.
STAIN Al-Fatah Jayapura setelah menetapkan visi misi, selanjutnya menentukan sasaran. Sasaran Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura adalah:
1.    Terlaksananya strukturisasi organisasi STAIN Al-Fatah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2.    Terselenggaranya pendidikan, pengajaran dan pelayanan akademik yang fleksibel dan prima melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional.
3.    Terselenggaranya kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat secara kontinyu oleh dosen dan mahasiswa.
4.    Terselenggaranya penyediaan sarana dan prasarana melalui perencanaan pembangunan untuk menunjang kegiatan PBM dan peningkatan etos kerja.
5.    Tersusunnya Standard Operating Procedure (SOP), yang menjadi acuan kerja civitas akademika STAIN dalam menjalankan prosedur pelaksanaan tugas yang berstandar.
6.    Terwujudnya tenaga yang profesional, bermutu, berdaya saing dan berakhlaqul karimah.
Untuk mencapai sasaran tersebut, dilaksanakan strategi sebagai berikut.
1.    Meningkatkan sosialisasi dan promosi STAIN Al-Fatah kepada masyarakat luas pada setiap penerimaan mahasiswa baru dan moment-moment penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas calon mahasiswa.
2.    Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi dan terus meninjaunya setiap setahun sekali untuk disesuaikan dengan dinamika masyarakat.
3.    Meningkatkan pengelolaan lembaga yang profesional, transparan dan akuntabel.
4.    Meningkatkan kuantitas dan kualitas dosen dan tenaga pendukung setiap tahun, baik dengan studi lanjut maupun  mengikutkan mereka pada pelatihan-pelatihan yang relevan.
5.    Mengoptimalkan dan meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana penunjang setiap tahun untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
6.    Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang relevan dengan pengembangan program studi.
7.    Meningkatkan perhatian dan dukungan finansial dari institusi untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung terciptanya suasana akademik yang lebih baik.
8.    Memelihara keunggulan khusus lulusan yang berorientasi pada akhlakul karimah dan kemandirian lulusan.
9.    Meningkatkan kualitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah dan pelaksanaan tri dharma PT.
Selanjutnya strategi pengembangan sumber daya dengan prioritas program, serta indikator yang dicapai sebagaimana uraian berikut :
1. Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
a)    Meningkatkan kuantitas dan kualitas rekruitmen dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dengan standarisasi sistem rekruitmen dosen, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi instrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi lokal, sebelum calon dosen mengikuti ujian nasional, yang diselenggarakan secara serentak oleh pemerintah pusat dalam hal ini adalah Biro Kepegawaian Departemen Agama RI. Untuk mahasiswa, meningkatkan jumlah mahasiswa dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang meliputi perbaikan kebijakan PMB, preparasi media promosi dan evaluasi kegiatan PMB dan menekan jumlah mahasiswa yang dropout dengan membuat kebijakan penanganan mahasiswa non aktif.
b)    Meningkatkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa dengan meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2, S3), mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris dan bahasa arab, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan; melaksanakan monotoring dan pembinaan dosen yang mengkuti studi lanjut (S2) melalui mekanisme insentif dan disintensif, menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar nasional, dan fellowship, memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen, meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian dosen, meningkatkan kegiatan penalaran dan keilmuan (forum akademik/ilmiah, studi banding, workshop, seminar, lokakarya, kuliah umum), melaksanakan kegiatan pengembangan minat dan kegemaran mahasiswa (olah raga, seni, wirakarya dan sebagainya).
c)    Meningkatkan kompetensi dosen dalam pembelajaran kreatif, inovatif dan menarik dengan meningkatkan jumlah dosen untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan, meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik, mendorong dosen untuk menyusun bahan ajar.

2. Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Keuangan
a)    Menyusun dan melaksanakan perencanaan keuangan yang mantap.
b)    Menjamin ketersediaan dana untuk penyelenggaraan dan pengembangan.
c)    Dapat tercapainya efisiensi pengeluaran keuangan.
d)    Membangun dan melaksanakan sistem akuntansi yang transparan, akuntabel, dan mampu mendukung pengembangan.
e)    Menjamin ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik.
3. Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Sarana Prasarana
a)    Menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan dan mempertimbangkan keasrian tempat serta kenyamanan bagi pemakai.
b)    Menciptakan lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat kebudayaan Islam.
c)    Menciptakan lingkungan yang nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.
d)    Memanfaatkan ruang kampus secara efisien dan terpadu dengan sistem pergerakan menyeluruh, sehingga sistem pergerakan menyeluruh, sehingga komunitas kampus, tamu, kendaraan pelayanan (pengantaran barang, antar jemput, dll.) dapat bergerak secara lancar dan aman, dengan prioritas bagi pejalan kaki.
e)    Menata bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisien hubungan fungsional dan interaksi sosial antara dosen, mahasiswa dan berbagai bagian dari lembaga yang memiliki keterkaitan kepentingan.
f)    Menyusun alternatif skenario pengembangan kampus di masa depan untuk mengakomodasi berbagai kemungkinan perubahan

4. Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Teknologi Informasi
a)    Mewujudkan perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
b)    Memfungsikan teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, dan administrasi.
c)    Mewujudkan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi.
d)    Menjamin ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik.
Lembaga pendidikan sebagai suatu organisasi hendaknya mengetahui apakah organisasinya sudah ada dalam rangkaian kesadaran ataupun rangkaian pilihan yang ada dalam suatu segmen pasar. Selain itu lembaga pendidikan harus mengetahui siapa pesaingnya. Disinilah pentingnya lembaga pendidikan (termasuk sekolah tinggi) untuk menjaga citranya di masyarakat dan selalu memberikan informasi ke dunia luar akan eksistensi dan keberadaan lembaga tersebut. Akan lebih baik lagi jika eksistensinya dikenal masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang unggul.
Dalam kontek ini, STAIN Al-Fatah Jayapura harus mampu mempengaruhi kebutuhan dan harapan stakeholder, agar mampu menjadi trend senter di lingkungannya. Proses mempengaruhi kebutuhan dan harapan stakeholder tersebut dilakukan secara simultan oleh lembaga dengan menghasilkan berbagai produk/layanan yang inovatif. Dengan menjalin kerjasama dan kemitraan dengan madrasah-madrasah dan sekolah-sekolah tingkat menengah, baik negeri maupun swasta, pondok pesantren, kerjasama dengan instansi terkait dan mempromosikan STAIN, diharapkan keberadaannya akan meningkatkan pemahaman keagamaan dan pendidikan masyarakat muslim Papua, yang pada akhirnya mengantarkan masyarakat Papua khususnya menjadi insan-insan pembangunan yang siap berkarya untuk kejayaan tanah Papua dan bangsa Indonesia pada umumnya, dan dalam tujuan jangka panjang, sekolah tinggi ini akan bisa sejajar dengan lembaga tinggi unggulan lainnya.
Melihat temuan-temuan penelitian ini, bisa melihat gambaran sumber daya yang dimiliki baik sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya sarana prasarana dan sumber daya teknologi informasi, selanjutnya melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan untuk bisa menentukan strategi pencapaian program pengembangan sumber daya. Secara keseluruhan hasil temuan digambarkan dalam gambar 1.1.

PENUTUP
Bertolak dari temuan penelitian dan pembahasan, maka digambarkan profil sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya sarana prasarana dan sumber daya teknologi informasi. Selanjutnya deskripsi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang selanjutnya dianalisis untuk menentukan strategi, maka hasil temuan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Rencana strategi pengembangan sumber daya manusia (a) meningkatkan kualitas dan kuantitas rekruitmen dosen dan mahasiswa; (b) meningkatkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa; (c) meningkatkan kemampuan dosen dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik. Rencana strategi pengembangan sumber daya keuangan (a) menyusun dan merencanakan perencanaan keuangan yang mantap; (b) menjamin ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik dengan meningkatkan upaya perolehan dana ekternal dan menjalin kerja sama dan kemitraan institusi yang bisa memberikan dukungan finansial. Rencana strategi pengembangan sumber daya sarana prasarana (a) menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan masa depan; (b) Menjamin pemanfaatan sarana prasarana yang ada secara efisien dan terpadu; (c) melaksanakan penataan rangkaian bangunan kampus yang menjamin kenayamanan dan efisiensi hubungan fungsional dan interaksi sosial; (d) menyusun berbagai alternatif skenario pengembangan kampus dimasa depan untuk mengakomodir berbagai kemungkinan perubahan. Rencana strategi pengembangan sumber daya teknologi informasi (a) mewujudkan perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif; (b) memfungsikan teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, dan administrasi; (c) mewujudkan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pengguna. Rencana strategi pengembangan sumber daya manusia (a) meningkatkan kualitas dan kuantitas rekruitmen dosen dan mahasiswa; (b) meningkatkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa; (c) meningkatkan kemampuan dosen dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik. Rencana strategi pengembangan sumber daya keuangan (a) menyusun dan merencanakan perencanaan keuangan yang mantap; (b) menjamin ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik dengan meningkatkan upaya perolehan dana ekternal dan menjalin kerja sama dan kemitraan institusi yang bisa memberikan dukungan finansial.  Rencana strategi pengembangan sumber daya sarana prasarana (a) menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan masa depan; (b) Menjamin pemanfaatan sarana prasarana yang ada secara efisien dan terpadu; (c) melaksanakan penataan rangkaian bangunan kampus yang menjamin kenayamanan dan efisiensi hubungan fungsional dan interaksi sosial; (d) menyusun berbagai alternatif skenario pengembangan kampus dimasa depan untuk mengakomodir berbagai kemungkinan perubahan. Rencana strategi pengembangan sumber daya teknologi informasi (a) mewujudkan perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif; (b) memfungsikan teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, dan administrasi; (c) mewujudkan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pengguna.

SARAN
STAIN Al-Fatah Jayapura hendaknya terus mengupayakan rencana pengembangan sumber dayanya hingga memiliki sumber daya keuangan yang berlimpah, sumber daya manusia sebagai agen pengumpulan manusia berbakat (dosen, mahasiswa, peneliti), sumber daya teknologi sebagai sarana tranfer teknologi menuju lembaga tinggi yang siap memenuhi kebutuhan stakeholders,serta sumber daya sarana prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan non akademik sekaligus mengupayakan pengembangan yang bernilai produktif. (2) lembaga pembina pendidikan tinggi agama perlu penyempurnaan dalam pembinaan,  pemenuhan kebutuhan pengembangan sumber daya untuk menunjang keberlanjutan program, (3) dan bagi institusi pendidikan lain dapat mengambil sebagian prinsip-prinsip temuan penelitian ini, implementasinya sesuai dengan situasi yang ada.

DAFTAR RUJUKAN
Agustinus, 2003. Perencanaan Strategis dan Implementasinya Dalam Mengantisipasi Kecenderungan Otonomi Perguruan Tinggi di Universitas Guru. Tesis, tidak dipublikasikan. Malang, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.
Bogdan, R. C. & Biklen, S. K. 1998. Qualitative Research for Education : An Introduction to Theory and Method. Boston : Allyn and Bacon.
Fattah, Nanang, 2009. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung. PT. REmaja Rosdakarya. 
Fattah,  Nanang, 2009. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, Cetakan ke-5, Bandung; PT. Remaja Rosdakarya.
Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) STAIN Al-Fatah Jayapura, 2009
Muhaimin, dkk. 2010. Manajemen Pendidikan; Aplikasinya Dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah. Cetakan kedua, Jakarta, Kencana Prenada Media Group.
Nashuddin, 1998. Potensi, Kendala dan Strategi Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Mataram. Tesis, tidak dipublikasikan. Malang, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.
Renstra STAIN Al-Fatah Jayapura 2006-2011, Jayapura
Sagala, Syaiful, 2009. Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan ; Bandung. CV. Alfabeta.
Sonhadji, K. H., A. tt. Bahan-bahan Kuliah Manajemen Strategik , Malang, Universitas Negeri Malang Program Pascasarjana
STAIN, 2010. Evaluasi Diri STAIN Al-Fatah Jayapura, kumpulan dokumen akreditasi lembaga Perguruan Tinggi.
Thoha, Miftah. 1990b. Kepemimpinan dalam Manajemen Suatu Pendekatan Perilaku. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada
Thoha, Miftah. 1995. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: PT. Grafindo Persada
Tilaar, H. A. R. 2008. Manajemen Pendidikan Nasional ; Kajian Pendidikan Masa Depan. Cetakan ke-9. Bandung. Pt. Remaja Rosdakarya.
Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Edisi ke-5, Malang: Universitas Negeri Malang
Zamroni,  2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan, Cet ke – 1, Yogjakarta ; Bigraf Publishing.